MSG Sebabkan Asma dan Alergi, Mitos Atau Fakta?

Monosodium glutamate (MSG) adalah gabungan garam natrium (sodium) dengan asam glutamat, suatu asam amino yang terdapat dalam semua jenis protein. MSG biasa digunakan sebagai penguat rasa dan memberi rasa umami (gurih).

Yang perlu dipahami, asam glutamat secara alami terdapat dalam beragam sumber makanan yang mengandung protein seperti daging, sayuran termasuk pada air susu ibu (ASI).

FDA (Food and Drug Administration) – Badan POM Amerika Serikat – mengklasifikasikan MSG sebagai bahan makanan yang aman dikonsumsi. Namun, MSG masih kontrofersial misal mengenai hubungannya dengan reaksi alergi.

Penelitian tahun 2009 berjudul “Monosodium glutamate ‘allergy’: menace or myth? Clinical & Experimental Allergy” yang dilakukan A. N. Williams dan K. M. Woessner mendapati, tidak ada hubungan yang signifikan antara MSG dengan kejadian asma, urticaria (gatal-gatal; biduran), angio-oedema (pembengkakan kulit sebagai reaksi alergi) atau rhinitis (radang selaput hidung).

Ini sejalan dengan penelitian 10 tahun sebelumnya, yang mengevaluasi 100 penderita asma; 30 orang di antaranya memiliki sejarah mengalami serangan oriental restaurant asthma syndrome, sisanya tidak. Sebayak 78% subyek yang memiliki asma, dipicu karena sensitif pada aspirin. Ke 100 orang tersebut diberi asupan ber-MSG sebanyak 2,5 gram.

Hasilnya, tidak satu pun yang menunjukkan gejala asma yang signifikan selama pemberian MSG. Pada 28 subyek dengan riwayat asma karena MSG, tidak menunjukkan pengurangan gejala asma setelah makanan ber-MSG diganti dengan pemberian plasebo (obat bohongan). Pada mereka yang tidak memiliki riwayat asma karena makanan ber-MSG namun sensitif pada aspirin, persentase gejala asma sekitar 0,04%.

Disimpulkan bahwa pemberian MSG, baik kepada mereka yang dengan atau tidak memiliki riwayat serangan oriental restaurant asthma syndrome, tidak memicu gejala asma. Pada mereka dengan sejarah oriental restaurant asthma syndrome, diketahui penyebabnya bukanlah MSG, melainkan karena sebab lain; termasuk alergi makanan tertentu.

Memang, MSG bisa berpengaruh pada mereka yang memiliki bakat alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti halnya pada alergi susu, debu, serbuk bunga, bulu kucing – anjing, dll. Tetapi, MSG pada dasarnya dapat membantu proses mencerna makanan secara maksimal. Penemuan tahun 2007 menunjukkan bahwa lidah dan lambung memiliki reseptor glutamat. Keberadaan reseptor ini membantu dan melancarkan proses pencernaan.  (jie)

 

Artikel ini pernah di muat di :http://otcdigest.id/info-sehat/msg-sebabkan-asma-dan-alergi-mitos-atau-fakta pada tanggal 27 Juni 2019

temukan berbagai makanan sehat di https://www.tokopedia.com/tepeugm diproduksi oleh alumni Fakultas Teknologi Pertanian UGM

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp