PANGAN BERGIZI, LINGKUNGANPUN LESTARI

Manusia hidup pasti membutuhkan air, karena semua barang yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tersebut, memerlukan air dalam pembuatannya.

Oleh karena itu dalam Forum Air Sedunia (World Water Forum) yang berlangsung di Perancis, dilakukan pembahasan tentang kaitan antara air dan barang kebutuhan manusia. Dalam forum tersebut disebutkan bahwa sektor industri yang paling banyak menghabiskan cadangan air dunia adalah sektor industri pangan, yaitu sebesar 70 %. Dampak lingkungan sektor pangan ini berhasil dipresentasikan oleh The Barilia Centre of Food and Nutrition tidak saja dalam bentuk angka konsumsi air, tetapi juga membuat semacam panduan “pola makan hijau”.

Parameter lingkungan yang digunakan untuk menentukan makanan yang “hijau” ada 3, yaitu :
Parameter jejak karbon (banyaknya emisi karbon yg dibuang dlm proses produksi)

Parameter jejak ekologis (utk menghitung banyaknya lahan yg diperlukan )

Parameter jejak air ( banyaknya konsumsi air untuk menghasilkan pangan tsb ),

Penghitungan dilakukan mulai dari kegiatan produksi di lahan, pascapanen, pengemasan, transportasi sampai jika bahan pangan tsb diolah kembali.

Hasil kajian Barilia yang dikembangkan selama 2 tahun itu menunjukkan korelasi antara makanan sehat dan makanan hijau, yaitu makanan yang disarankan oleh para ahli gizi ternyata lebih ramah lingkungan. Salah satu hasil yang mengejutkan adalah bahwa beras berdampak lebih buruk pada lingkungan dibandingkan pasta dan roti. Beras lebih banyak membuang emisi karbon, lebih banyak membutuhkan air dan lebih banyak membutuhkan lahan, dan jika dihitung sampai menjadi nasi maka akan semakin besar penghitungan emisi, air, dan lahannya.

Hasil kajian Barilia ini dapat digunakan untuk menetapkan pengembangan sektor pangan yang bisa meminimalkan dampak terhadap lingkungan, agar pangan tetap terpenuhi gizinya dan lingkunganpun bisa lebih terpelihara….

Tulisan ini pernah saya unggah di fb pada tgl 20 Maret 2012, (Sumber dari Media Indonesia), tapi masih cukup relevan untuk mengingatkan kembali akan kesadaran tentang efisiensi penggunaan air, dalam rangka memperingati Hari Air Dunia…

Sotja 73

 

sumber gambar www.alamtani.com

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp