Jangan Asal Menggunakan Tetes Mata

Mata manusia dilengkapi sistem perlindungan berlapis. Benteng pertahanan paling luar yakni bulu mata dan alis. Pertahanan dalam adalah gerak refleks kedip serta air mata, yang dilengkapi susunan kimia tertentu.

Dengan benteng sekuat itu, iritasi mata bisa hilang alias sembuh secara alamiah. “Kecuali pada orang tertentu yang sangat peka atau perasa, daya sembuhnya lebih lama. Kadang perlu diobati dokter mata,” tutur dr. Fatma Asyari, SpM.

Menurutnya, gangguan mata merah ringan hanya mengenai mata bagian luar (bagian putihnya). Bila kelopak mata bagian dalam ikut memerah, itu tanda terinfeksi yang biasanya disertai belekan, mata berair, atau gangguan penglihatan.

Tapi, tidak disarankan sembarangan menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas di pasaran. Untuk  mata merah ringan, obat tetes mata boleh-boleh saja. Namun, jangan digunakan terus-menerus dan berlarut-larut. “Iritasi mungkin hilang, tapi efek sampingannya bisa berbahaya,” katanya.

Obat tetes mata umumnya mengandung Oksimetazolin HCl 0,025% atau tetrahidrozolin 0,05 % atau kombinasinya dengan benzalkonium klorida 0,01 %, asam borat 1,5 % yang diindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan kemerahan pada mata.

Tetrahidrozolin dan oksimetazolin bekerja dengan membuat pengerutan pada saluran darah di mata. Obat ini dalam sekejap mampu menghilangkan mata merah akibat iritasi ringan; oleh debu atau kotoran. Penggunaan jangka panjang dan terus menerus, dapat menyebabkan glaukoma terutama bagi yang punya bakat genetis.

Hati-hati steroid
Ada tetes mata yang mengandung antihistamin untuk mengobati mata merah akibat alergi. Mengandung antibiotik untuk mengobati mata merah akibat infeksi virus atau kuman. Atau kombinasi antibiotik dan steroid untuk mata merah yang disertai peradangan.

Obat mata yang mengandung steroid untuk menyembuhkan radang, penggunaannya harus ekstra ketat. “Pemberian steroid pada kasus infeksi kuman, virus, atau jamur, justru membuat efek lebih berat dan membahayakan. Kuman lebih cepat berkembang,” ujar dr. Fatma.

Tetes mata yang mengandung steroid, memang paling cepat membuat mata nyaman. Namun penggunaannya perlu konsultasi ke dokter dan pemakaiannya tidak untuk jangka panjang. “Katarak dan glukoma bisa muncul sebagai efek samping dan  penglihatan bisa rusak permanen,” ujarnya.

Di pasaran juga ada air mata buatan (artificial tears) atau lubrikasi, yang mengandung ion Natrium dan Kalium dikombinasikan dengan Benzalkonium Cl. Menurut dr. Fatma, obat ini aman karena fungsinya membasahi mata kering, perih atau mata lelah. “Pemakaiannya bebas, karena ini bukan obat. Seperti air mata saja,” ujarnya.

Sedangkan boorwater tidak dianjurkan digunakan secara rutin untuk mencuci mata. “Bila kelilipan, sebaiknya cuci tangan dulu, baru lihat di cermin dengan cahaya yang jelas. Setelah penyebab kelilipan dikeluarkan, cukup cuci dengan air bersih,” ujar dr. Fatma.

Segera ke dokter bila…
•    Mata merah lebih dari 3 hari.
•    Mata merah setelah kena trauma benda tajam.
•    Mata merah, buram, disertai mual dan muntah.
•    Mata merah, sakit, disertai gangguan penglihatan.
•    Terdapat benda asing pada mata.
•    Mata menjadi sangat sensitif terhadap cahaya atau silau berlebihan.
•    Kotoran mata berwarna kuning atau kehijauan.
•    Timbul kelainan kulit, seperti cacar air di sekitar mata. (puj)

 

Artikel ini pernah dimuat di http://otcdigest.id/topik-kita/jangan-asal-menggunakan-tetes-mata pada 28 Maret 2018

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp