Pentingnya Sebuah Database

Sejak 2011 atau saat berusia 26 tahun, Nadiem mendirikan Gojek namun masih jadi sampingan mengingat dia masih bekerja di Zalora. di sinilah dia bertemu dengan Kevin Aluwi yang usianya lebih muda 2 tahun darinya. Ditahun 2012, dia pindah untuk mengembangkan Kartuku yang membuat Gojek makin gak terurus. Saat itu driver gojek masih 40an, dengan proses pemesanan melalui call center.

.
Namun sejak 2014, Nadiem dan Kevin memutuskan bekerjasama untuk terjun langsung menangani Gojek sebagai CEO dan CFO dengan modal pengembangan yang mencapai 5Miliar.

Sejak itu, Gojek terus tumbuh, dari rencana awal hanya menerima 5000 driver thn 2015, namun membludak hingga ratusan ribu. Akhirnya berbondong-bondong investor masuk ke Gojek dimana di akhir 2016 (2 tahun sejak ditangani langsung) Gojek sudah menjadi perusahaan bernilai 12Triliun.
.
Hingga akhir 2018, valuasi gojek diperkirakan telah mencapai 120Triliun, Namun siapakah pemilik Gojek saat ini? Tercatat ada 7 investor raksasa yang telah menjadi pemegang saham terbesar Gojek saat ini: Astra Group (UK), Djarum (Indonesia), Tancent (China), JD (China), Alphabet (USA), Temasek (Singapore) dan Farallon Capital (Singapore).

Lalu berapa saham yang tersisa untuk Nadiem dan Kevin. Ternyata Nadiem hanya menguasai 4.8% dan Kevin kurang dari 1% kepemilikan atas Gojek, sebagaimana di konfirmasi oleh Dephub bahwa gojek saat ini telah menjadi perusahaan asing.

Walaupun kecil kepemilikan Nadiem atas gojek bila divaluasi nilainya mencapai 5.7Triliun, hal ini lah yang membuat nya masuk daftar FORBES sebagai salah satu orang terkaya Indonesia (hanya dalam 4 tahun).
.
Pertanyaan selanjutnya mengapa investor asing mau menghabiskan uang nya di Gojek? untuk diketahui, setahun terakhir gojek membakar uang 400miliar perbulan melalui berbagai diskon dan cashback yang diberikan. Investor tsb. rela membakar uang nya untuk sebuah database guna membentuk sebuah ecosistem (khususnya di Jabodetabek).

FYI, perputaran uang diwilayah ini mencapai 15triliun/hari (inilah yang ingin dikuasai). Sebagai contoh betapa bernilai nya database Gojek, tahun lalu GoFood merilis telah mengantar 6juta martabak di sekitar Jabodetabek. Data tersebut dilengkapi dengan lokasi penjual/pembeli, preferensi pembeli, frekuensi pembelian, waktu pembelian, hingga metode pembayaran. ini baru dari transaksi produk Martabak di GoFood, belum transaksi melalu GoRide, GoSend dan GoPay. Sebuah Tranformasi yang Luar Biasa.

  • Sekecil apapun, mari mulai mencatat data pelanggan kita. Caranya? Kartu nama bisa anda digitalisasi kan.

Selamat pagi salam Mendes.
.

Bagikan
  • 36
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp