Susu UHT Pilihan Tepat untuk Bepergian

Bila melihat pemandangan sapi merumput di padang nan hijau, terbayang segarnya meminum susu yang baru diperah. Namun ternyata, sangat tidak disarankan minum susu mentah. “Berbahaya minum susu sapi mentah karena banyak bakterinya,” ungkap Dr. Matthew Lantz Blaylock, Ph.D, Ilmuwan Nutrisi, dalam peluncuran Susu UHT Greenfields Kemasan Kecil di Kidzania, Jakarta, Jumat (14/09/2018).

Secara definisi, yang disebut susu segar (fresh milk) adalah susu mentah (raw milk). Raw milk juga disebut whole milk, yang bisa kita artikan sebagai susu murni atau susu ‘utuh’. Artinya, susu berasal langsung dari sapi yang diperah, dan belum diolah sama sekali. Kandungan gizinya memang lengkap, tapi juga mengandung berbagai bakteri yang bisa menimbulkan penyakit.

Agar aman diminum, susu harus diolah dengan proses pemanasan. Ada yang disebut pasteurisasi, ada pula UHT. “Susu yang terbaik adalah susu segar yang dipasteurisasi,” ujar Matthew. Susu dipanaskan hingga suhu 60-70oC selama 20-30 menit. “Ini akan membunuh semua bakteri berbahaya, tapi masih ada bakteri pembusuk. Karenanya, susu pasteurisasi harus disimpan dalam lemari es,” imbuhnya.

Susu pasteurisasi masih bisa disebut sebagai susu segar karena proses pemanasannya tidak melibatkan suhu yang terlalu tinggi, sehingga sebagian besar kandungan gizi dalam susu masih sama seperti susu segar.

Kelemahannya, susu pasteurisasi tidak bisa dibawa bepergian. Begitu susu ini disimpan di suhu ruang selama beberapa jam, bakteri pembusuk dalam susu akan kembali aktif dan membuat susu jadi rusak.

Padahal, ada kalanya kita ingin membawa susu saat bepergian. Juga untuk bekal anak ke sekolah. Daripada memberi uang jajan, jauh lebih baik membawakannya minuman yang jelas bergizi.

Nah, untuk hal tersebut, susu UHT-lah pilihannya. Dalam pengolahannya, susu UHT dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi (ultra-high temperature) hingga 135oC. prosesnya demikian canggih, sehingga susu dipanaskan dengan suhu sedemikian tinggi hanya dalam 2-4 detik saja. Dengan cara ini, semua bakteri mati, tapi kandungan nutrisi dalam susu masih terjaga. Karenanya susu UHT bisa disimpan hingga berbulan-bulan di suhu ruangan, meski tidak mengandung pengawet.

Ada susu UHT yang terbuat dari whole milk, ada pula yang berasal dari susu bubuk yang diolah dengan air menjadi susu cair. Susu UHT yang berasal dari whole milk biasanya lebih mahal, tapi kualitas nutrisi dan rasanya lebih enak. Sekalipun terbuat dari whole milk, susu UHT tidak bisa disebut susu segar. “Whole milk yang diolah dengan UHT disebut full-cream,” terang Matthew. Lebih baik lagi bila susu tidak mengandung tambahan apapun termasuk nutrisi tambahan lain, “Jadi hanya mengandung satu bahan saja yakni susu segar.”

Orang dewasa disarankan minum 2-3 porsi susu setiap hari untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Untuk anak-anak, cukup 2 porsi saja. Porsi anak yang lebih kecil dengan anak yang lebih besar dan orang dewasa pun berbeda. Pada anak hingga usia 3 tahun, satu porsi cukup sekitar 125 ml karena kapasitas lambung mereka tidak besar. Pada hingga usia 5-6 tahun, porsinya bisa 200 ml. Anak usia 7 tahun ke atas dan dewasa bisa 250 ml per porsi.

Saat membeli susu dari lemari pendingin, perhatikan dengan cermat apakah susu merupakan pasteurisasi ataukah UHT. Jangan sampai susu pasteurisasi disimpan tidak dalam lemari es karena mengira itu susu UHT. “Yang terbaik memang susu pasteurisasi. Tapi untuk dibawa bepergian, pilih susu UHT yang terbuat dari whole milk,” pungkas Matthew. (nid)

_________________________________

Ilustrasi: Designed by Freepik

Artikel ini pernah di muat di : http://www.otcdigest.id/info-sehat/susu-uht-pilihan-tepat-untuk-bepergian pada tanggal 17 September 2018

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp