Tips Penyajian Makanan untuk Pangan Siap Saji

Bisnis pangan siap saji semakin menjamur seiring dengan kemajuan jaman. Penduduk yang semakin sibuk, waktu yang semakin sempit, membuat makanan siap saji menjadi pilihan untuk masyarakat maju khususnya di kota-kota besar.

Pangan siap saji juga memiliki ke khas-an, sehingga masuk kategori kuliner yang diminati yang dapat dijadikan salah satu topic dunia pariwisata. Dengan semakin tingginya income penduduk, masyarakat mulai memikirkan pangan sebagai sebuah kenikmatan. Beberapa kuliner yang khas kini mulai dikenal dan dicari oleh masyarakat. Makan tidak lagi digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan energy tubuh, tapi sebagai salah satu tujuan wisata.

Keamanan pangan penting untuk bisnis kuliner, terlebih lagi, apabila bisnis ini dikaitkan dengan industri pariwisata. Keamanan pangan menjadi hal utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis kuliner ini.

Sekali muncul berita buruk tentang keracunan yang ditimbulkan oleh bisnis kuliner, maka untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat berita buruk ini adalah tidaklah mudah dilakukan. Oleh karena itu, pengendalian bahaya untuk menjamin keamanan pangan dalam bisnis kuliner perlu diutamakan. Berikut tips penyajian makanan untuk industry pangan siap saji:

• Masakan yang telah selesai dimasak sebaiknya segera disajikan dan segera dikonsumsi

• Tempat penyajian (piring, plastik, dll) harus memenuhi persyaratan umum untuk makanan, bersih dan kering – untuk menghindari kontaminasi silang yang berasal dari tempat penyajian

• Tempat penyajian tidak memberikan bau yang mengganggu bau makanan

• Kontaminasi silang yang berasal dari karyawan, lingkungan, debu, lalat, dll, harus dihindari agar makanan tetap aman

• Makanan yang dibungkus tidak menggunakan bahan yang membahayakan (steples)

• Cara penyajian: masing-masing jenis masakan ditempatkan pada wadah yang berbeda, tidak mencampur masakan yang matang dengan bahan mentah agar tidak terjadi kontaminasi silang, mencampur kuah (yang panas) di saat sebelum dikonsumsi sehingga terasa lebih kesegarannya (masakan seperti soto).

• Masakan yang akan dibungkus, sebaiknya dipisahkan antara bahan segar dan bahan yang telah dimasak untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang dari bahan mentah ke bahan yang telah matang (misalnya ayam goreng, lalapan segar, sambal, dikemas secara terpisah; sate antara daging dan bumbunya)

• Masakan berkuah apabila akan dibungkus , harus dipisahkan antara kuah dan bahan lainnya (sayuran, suwiran daging, dll), demikian juga pada sate, antara daging dan bumbunya – dengan cara demikian makanan lebih tahan lama, makanan juga akan terasa segar dan aman, saat dikonsumsi dalam kondisi panas.

• Makanan yang mudah rusak jangan dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang, apabila lebih dari 4 jam maka bakteri segera berkembang biak dan dapat merusak makanan serta menimbulkan penyakit

Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: https://www.sahabatnestle.co.id/content/resep/bumbu-sate-kacang-vs-bumbu-sate-kecap-lezat-mana.html

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp