Nasi Liwet Solo

Nasi liwet Solo merupakan sajian khas kota Solo yang mirip dengan nasi uduk. Nasi yang dimasak dengan santan sehingga menjadi gurih. Namun pelengkap atau lauk-pauk yang menyertai sajian nasi liwet agak berbeda. Lauk pauk pada nasi liwet terdiri dari sambal goreng labu siam/pepaya muda, tim telur, telur pindang, daging ayam bumbu kuning/opor, sambal kacang dan lalapan serta kerupuk rambak.

Cara membuat:

Nasi liwet
• Didihkan santan, lalu masukkan beras, daun salam, sereh dan garam.
• Masak sampai santan habis (jangan lupa sesekali diaduk agar tidak lengket). Kalau santan berkurang dan air mengering, angkat diamkan 10 menit.
• Sementara sambal menunggu, isi panci pengukus dengan air, didihkan.
• Setelah air dibawah pengukus mendidih, masukkan beras yang sudah dimasak.
• Kukus hingga matang, sambal diaduk sesekali

Opor ayam
• Cuci ayam dan potong-potong, lalu goreng setengah matang
• Haluskan bumbu-bumbu dan tumis sampai matang, masukkan ayam dan tambahkan santan, garam, gula, sereh, jahe, salam, daun jeruk, masak sampai matang.

Sambal goreng labu siam
• Kupas dan cuci labu siam, lalu diiris menyerupai korek api, sisihkan.
• Cuci dan haluskan bumbu-bumbu, lalu ditumis.
• Masukkan irisan labu siam, tambahkan santan, garam, gula, salam, lengkuas.
• Masak sampai matang.

Telur pindang
• Rebus telur hingga matang,
• Ambil telur, retakkan kulitnya menggunakan ujung sendok kayu sampai merata.
• Kembalikan ke panci, taruh 2 buah teh celup dan bumbu-bumbu, tambahkan air.
• Masak lagi selama 10 menit. Jika ingin lebih hitam bisa dimasak agak lebih lama lagi.

Keamanan pangan untuk nasi liwet Solo

Nasi liwet adalah masakan khas nasi gurih yang disajikan bersama dengan beberapa lauk, seperti sambal goreng labu siam, telur pindang, opor ayam, sambal, lalapan, dan krupuk rambak. Masakan ini disajikan tidak dalam kondisi panas, sehingga untuk menjaga agar tetap aman dikonsumsi adalah dengan mengikuti kaidah sanitasi dan higiene yang benar saat pengolahan sampai dengan penyajian.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Potensi bahaya yang diperkirakan muncul pada masakan nasi liwet adalah bahaya mikrobiologis dengan sumber cemaran bakteri (patogen) berasal dari bahan dasar, terutama daging ayam dan telur. Bahan dasar yang lain (sayuran, lalapan, bumbu-bumbu) juga merupakan sumber bakteri. Nasi liwet Solo merupakan masakan yang telah matang atau diolah dengan panas semua, sehingga bakteri yang dibawa oleh bahan dasar telah mati, sehingga bahaya mikrobiologis yang muncul diperkirakan berasal dari kontaminasi silang pasca pengolahan, terutama dari lalapan mentah, peralatan, karyawan maupun lingkungan yang tidak bersih.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

Pembelian bahan dasar
Bahan dasar harus dipilih yang segar dan berkualitas baik. Ayam segar dan telur bisa menjadi sumber cemaran yang membawa patogen, sehingga harus dipilih yang segar ditandai dengan warna dan bau yang nomal, untuk telur, dipilih yang kulitnya utuh dan bersih. Bahan dasar lain seperti telur sayuran, kelapa, bumbu-bumbu juga harus dipilih yang berkualitas baik.

Penanganan dan persiapan
Seluruh bahan dasar harus ditangani dengan baik. Ayam yang merupakan sumber utama bakteri patogen setelah sampai di dapur harus segera dicuci dan diolah, atau apabila ada penundaan, setelah dicuci harus disimpan dingin terlebih dahulu.

Pemasakan
Seluruh bahan dimasak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Pemasakan dengan panas yang sempurna dapat membunuh bakteri yang berasal dari bahan dasar. Namun demikian, karena nasi liwet beserta lauknya ini tidak disajikan dalam kondisi panas, maka untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang, setiap masakan harus ditempatkan pada wadah terpisah dan tertutup sampai dengan saat disajikan. Opor ayam yang berkuah sangat rentan terhadap kerusakan mikrobiologis, harus dijaga agar tidak mudah tercemar oleh lingkungannya.

Penyajian / pemanasan ulang
Penyajian makanan harus mengikuti kaidah sanitasi dan higiene yang tepat. Terjadinya kontaminasi silang pasca pengolahan harus dihindari. Lalapan (mentah) harus dicuci bersih dan dibilas dengan air matang. Nasi liwet tidak disajikan dalam kondisi panas, dilain pihak opor yang berkuah berpotensi mengalami kerusakan dengan segera, terlebih apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, waktu penyajian masakan juga harus mempertimbangkan kaidah keamanan pangan. Makanan berkuah yang mudah rusak sebaiknya segera dikonsumsi, atau bilamana penyajian melebihi waktu 4-6 jam, sebaiknya dipanasi ulang.

Resep oleh: Siti Rahayu 73 dan Lidia Ratna H
Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: http://bripoin.com/what-is-new/kuliner/kuliner-khas-solo-yang-wajib-untuk-dicoba

Bagikan
  • 31
    Shares

One thought on “Nasi Liwet Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp