Serabi Bandung

Serabi merupakan makanan yang dibuat dari tepung beras. Seiring perkembangan zaman, kue serabi di Bandung semakin bervariasi dari rasanya, serabi rasa stroberi, rasa keju, rasa coklat dan masih banyak lagi. Di daerah Cihampelas atau jalan Setia Budi, Bandung banyak sekali rumah makan yang menjajakan serabi khas Bandung ini dengan menu yang sangat beraneka rasa. Bahkan ada sebuah rumah makan yang memiliki 100 macam rasa serabi yang bisa dipilih oleh para pembelinya. Berikut resep serabi Bandung yang dapat dibuat sendiri.

Bahan dasar yang ddiperlukan untk membuat serabi Bandung


Cara membuat:
• Campurkan tepung beras, kelapa parut, garam, lalu tuangkan pula santan kelapa secara perlahan sambil diaduk hingga adonan merata.
• Siapkan/panaskan cetakan serabi, kemudian beri sedikit minyak goreng. Kemudian tuangkan adonan kedalamnya lalu masak sampai mengeluarkan gelembung-gelembung kecil lalu tambahkan parutan keju diatasnya dan masak hingga matang. Kemudian angkat dan tiriskan.
• Lanjutkan masak hingga adonan habis
• Masak larutan gula merah dan santan hingga mendidih bisa ditambah aroma (vanilli ataupun daun pandan)
• Sajikan serabi dalam piring kecil dengan dituangi larutan gula

Keamanan pangan serabi Bandung

Serabi merupakan makanan yang dibuat dari tepung beras. Disiapkan adonan yang terdiri dari tepung beras, santan, garam, minyak, selanjutnya dicetak menggunakan cetakan (khas) dan dipanaskan. Serabi disajikan dengan menyiram kuah serabi diatasnya. Kuah serabi dibuat dengan cara merebus gula merah dengan santan.

Serabi yang dimakan langsung setelah dimasak tentu saja aman. Namun apakah serabi selalu aman, kapan serabi menjadi tidak aman, dan bagaimana menjaga serabi tetap aman untuk disantap?

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Serabi dibuat dari bahan dasar, tepung beras dan tepung ini bukan merupakan bahan yang terbebas dari cemaran mikroorganisme. Walaupun tepung merupakan produk kering, dipastikan masih terdapat bakteri, khususnya bakteri yang membentuk spora (endospora) yang tahan terhadap kekeringan. Endospora ini berada dalam keadaan dorman, tidak hidup tapi juga tidak mati.

Salah satu bakteri pembentuk endospora yang patogen adalah Bacillus cereus. Endospora merupakan bagian yang tahan terhadap panas, dengan pemanasan biasa (pengukusan) endospora belum rusak. Mengapa endospora tidak tumbuh saat berada di tepung? Karena kondisi tepung yang kering tidak cocok untuk pertumbuhan endospora. Pada saat dibuat adonan, kondisi ini juga memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Pada saat pembuatan serabi, adonan dipanaskan dalam cetakan, namun apabila tepung yang digunakan tercemar dengan endospora dalam jumlah yang banyak bisa jadi tidak semua endospora rusak. Pada saat serabi (yang telah matang) dibiarkan ber jam-jam dalam suhu ruang, maka serabi, dengan lingkungan yang cocok, basah, nutrisi lengkap, menyebabkan endospora mulai tumbuh menjadi bakteri yang sehat dan berkembang biak dengan cepat.

Apabila bakteri ini merupakan patogen, maka selama pertumbuhannya dapat menghasilkan toksin yang membahayakan kesehatan, yang menyebabkan serabi tidak aman untuk dimakan. Penggunaan santan untuk membuat larutan gula terkadang juga dapat menimbulkan masalah apabila memasaknya kurang sempurna karena bakteri tidak mati dan masih bisa tumbuh.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

Pembelian bahan dasar
Menjaga keamanan pangan serabi diawali dengan pemilihan tepung yang masih baik, ditandai dengan warna, bau, kenampakan tepung yang masih normal. Tepung yang sudah disimpan lama di dapur dan muncul bau apek sebaiknya tidak digunakan. Bahan lainnya seperti kelapa dan gula Jawa juga harus dipilih yang kualitasnya baik.

Pemasakan
Pencampuran tepung dan bahan lainnya harus betul-betul memperhatikan kaidah yang benar di dalam pengolahan pangan. Proses pemasakan juga harus sempurna untuk membunuh bakteri yang ada.

Penyajian
Serabi sebaiknya disajikan selagi hangat. Dicegah terjadinya kontaminasi pasca pengolahan dengan sanitasi dan higiene yang tepat. Peralatan saji, lingkungan harus bersih. Penyajian sebaiknya menggunakan alat (penjepit, garpu, sendok, dll). Apabila akan dibungkus, harus digunakan pembungkus untuk makanan. Beberapa penyajian serabi menggunakan daun pisang untuk memisahkan tumpukan serabi. Daun pisang harus betul-betul di lap sampai bersih, agar bakteri pada daun tidak pindah ke serabi.

Seperti disampaikan diatas, bahwa walaupun serabi telah diolah panas, namun endospora yang terbawa tepung beras belum tentu rusak, sehingga kalau serabi belum akan disantap, sebaiknya disimpan dingin untuk mencegah pertumbuhan bakteri penghasil endospora maupun bakteri (bilamana ada) yang berasal dari kontaminasi silang pasca pemanasan.

Pemanasan ulang
Apabila akan disimpan, serabi harus disimpan dingin dan dipanaskan/dikukus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi

Resep oleh: Siti Rahayu 73 dan Lidia Ratna H
Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: https://panganlanngombe.wordpress.com/2017/11/05/pengertian-serabi-dan-sejarahnya/

Bagikan
  • 17
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp