Pengolahan Bahan Pangan

Pengolahan bahan adalah suatu proses untuk menghasilkan makanan yang spesifik. Pengolahan bahan dapat melibatkan panas, sehingga diperoleh masakan yang dapat dikonsumsi pada suhu panas atau pada suhu ruang. Namun untuk makanan tertentu, terkadang tidak melalui pemanasan, atau dengan mencampur antara bahan yang telah dipanaskan dan bahan segar (misalnya gado-gado).

Bahan dasar segar yang diolah pada umumnya melewati proses pengupasan (beberapa sayuran), penyiangan (bahan hewani), pencucian serta pengecilan ukuran. Bahan segar pada umumnya membawa mikroorganisme sehingga proses pencucian harus dilakukan dengan seksama, dengan air yang memenuhi persyaratan sebagai air bersih. Dengan cara demikian jumlah mikroorganisme yang terdapat pada bahan dasar mentah dapat diturunkan.

Pemasakan yang dapat dilakukan dengan perebusan, pengukusan, penggorengan, pemanggangan, pembakaran, adalah cara yang paling umum untuk mengolah makanan. Tujuan pemasakan adalah untuk meningkatkan palatabilitas, mengempukan bahan, merubah karakteristik bahan pangan atau untuk kebiasaan dan sekedar membuat makanan panas

Pemasakan yang baik dapat menjadi titik kendali kritis untuk mencegah munculnya bahaya mikrobiologis pada makanan yang akan dikonsumsi, karena perlakuan panas terhadap bahan pangan dapat membunuh mikroorganisme serta bakteri patogen yang ada, beserta toksinnya. Untuk menjamin bahwa seluruh bakteri patogen dan parasit yang terdapat pada bahan yang diolah mati seluruhnya maka suhu pemasakan dan waktu harus cukup

Bahan pangan hewani merupakan sumber mikroorganisme termasuk patogen sehingga perlu dipanaskan sampai masak seluruhnya untuk menjamin seluruh mikroorganisme beserta patogennya mati. Pemanasan daging harus masak seluruhnya, unggas/ayam yang masih utuh harus masak sampai bagian tengah dan sekalipun tidak meninggalkan darah yang berwarna merah, di cek dengan menusukan garpu sampai ke tengah. Pemanasan ikan juga harus sampai masak, daging ikan mudah diambil dengan garpu.

Tip saat memasak
• Pemanasan adalah cara yang paling efektif untuk membunuh patogen yang terdapat dalam bahan pangan yang diolah dan untuk meningkatkan keamanan pangan sehingga masaklah makanan dengan pemanasan yang cukup, merata dan betul-betul matang (tusuk dengan garpu untuk melihat kematangan). Pemasakan yang dilakukan secara tidak merata karena banyaknya jumlah bahan yang diolah maka mikroorganisme yang terdapat dalam makanan (bagian tengah) tidak mati seluruhnya dan dapat berkembang biak selama proses penyajian.
• Waktu memasak tidak boleh terlalu lama/terlalu matang sehingga merusak zat gizi. Setiap jenis bahan makanan mempunyai waktu kematangan yang berbeda
• Suhu pengolahan minimal 90°C, agar mikroorganisme termasuk patogen mati

Saat pengolahan tanpa panas – penyiapan makanan segar (urap)
• Setiap bahan yang akan dimasak harus dilakukan penyortiran untuk memisahkan atau membuang bagian bahan yang rusak
• Bahan afkir harus dibuang dan tidak boleh diolah lebih lanjut.
• Sebelum diolah bahan-bahan harus dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir, kemudian diiris/dipotong dan dibilas dengan air matang

Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: https://eatsiptrip.10best.com/2018/03/12/how-cooking-helped-me-beat-depression/

Bagikan
  • 37
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp