Bir Plethok

Bir plethok adalah minuman ringan khas Jakarta. Walaupun mengandung kata bir, akan tetapi bir pletok tidak mengandung alkohol. Bir plethok terbuat dari kayu secang, sereh, kayu manis, kapulaga, cengkeh, sari jahe, dan gula. Apabila kita meminum bir pletok, pertama-tama terasa pedas, akan tetapi selanjutnya badan akan terasa hangat akibat pengaruh dari ramuan yang terdapat di dalamnya.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuat bir plethok Jakarta

Cara membuat:
• Rebus air hingga mendidih, kemudian masukkan kayu manis, sereh, jahe dan kayu manis, masak sampai beraroma.
• Masukkan gula pasir dan garam, kecilkan api, rebus kembali 15 menit, angkat.
• Hidangkan panas atau dingin (diminum hangat akan lebih nikmat).

Keamanan pangan untuk bir plethok Jakarta
Bir plethok merupakan minuman yang dibuat dengan cara merebus berbagai rempah sampai mendidih. Pada dasarnya, minuman ini aman, karena saat perebusan, cemaran yang terbawa air mati semua, bahkan ekstrak rempah juga memiliki aktivitas antibakteri yang dapat mengawetkan minuman ini. Namun keamanan pangan minuman tetap menjadi bahasan.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Didasarkan pada bahan dasarnya, bir plethok termasuk jenis minuman yang potensi bahayanya rendah (low risk), bahkan bahan dasar bir plethok seperti jahe, sereh, kayu secang, kayu manis memiliki aktivitas anti-bakteri. Namun demikian, tetap harus dicermati proses pembuatannya agar bahaya keracunan tidak muncul. Potensi bahaya yang diperkirakan muncul adalah bahaya mikrobiologis yang muncul terutama dari cemaran yang terbawa air baik mikroorganisme ataupun makroorganisme. Bahaya mikrobiologis ini telah dapat diatasi pada saat perebusan bersama berbagai rempah yang digunakan. Potensi bahaya mikrobiologis berikutnya adalah berasal dari kontaminasi silang pasca pengolahan, cemaran yang berasal dari peralatan, lingkungan ataupun karyawan.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

Pembelian bahan dasar
Keamanan pangan bir plethok diawali dengan pemilihan bahan dasar yang baik. Air sebagai bahan dasar utama, harus memenuhi persyaratan sebagai air minum. Apabila membeli bahan-bahan di pasar hendaknya dipilih yang berkualitas baik, bila bahan basah/segar haruslah dipilih yang benar-benar segar, utuh, tidak ada bagian yang busuk dan tidak berjamur. Apabila digunakan bahan kering dipilih yang benar-benar kering dan bebas jamur. Penyimpanan bahan ini juga harus pada kondisi kering, dimasukkan dalam wadah yang kering dan ditutup rapat.

Penanganan, persiapan, dan pemasakan
Perebusan merupakan tahapan kritis untuk mengurangi jumlah mikroorganisme yang terbawa oleh bahan dasar. Penambahan kopi bubuk sebaiknya dilakukan saat masih panas, dilanjutkan dengan penempatan dalam wadah dan penutupan yang aseptis, kecuali apabila langsung dikonsumsi. Kontaminasi silang harus dihindari. Kebersihan alat, karyawan, lingkungan harus dijaga. Pengemasan/pembotolan harus dilakukan seaseptis mungkin. Apabila tidak segera dikonsumsi, bir yang telah dikemas segera didinginkan.

Penyajian
Bir plethok bisa disajikan panas maupun dingin, penyaian panas berkhasiat menghangatkan tubuh. Di siang hari yang terik, penyajian bir plethok dengan es batu dapat menyegarkan tubuh.

Resep oleh: Siti Rahayu 73 dan Lidia Ratna H
Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: https://rasamasa.com/resep/bir-pletok-chef-sabil

Bagikan
  • 6
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp