Mengenal Lebih Dekat Teman di Sore Hari

Saat matahari telah condong ke barat dan nyaris terbenam adalah merupakan saat yang paling tepat untuk mengambil relaksasi, sejenak melepaskan penat setelah beraktivitas sejak pagi. Teman yang biasa menemani pada saat sore hari ini tidak lain dan tidak bukan adalah secangkir teh, namun seberapa banyakkah yang mengetahui tentang sifat-sifat teh serta manfaatnya? Teh yang kita minum setiap sore adalah berasal dari tanaman yang bernama Camellia sinensis, ada tiga jenis teh yang dihasilkan dari tanaman ini yaitu: teh hitam, teh hijau, dan teh putih, masing-masing punya sifat spesifik dan dihasilkan dari proses yang berbeda.

Teh hitam adalah teh yang diproses dari daun Camellia sinensis melalui fermentasi dan teroksidasi, sehingga memberikan warna, rasa, dan manfaat kesehatan yang unik. Teh hitam mengandung kafein sebesar 40-45 mg/240 ml, yang merangsang terbentuknya zat teofilin, kedua zat ini dapat mempercepat denyut jantung, sehingga membuat seseorang memiliki kewaspadaan yang lebih tinggi. Teh hitam juga mengandung polifenol merupakan antioksidan yang dapat membantu melindungi kerusakan sel-sel DNA. Teh hitam merupakan minuman yang dapat membantu proses hidrasi tubuh dengan baik. Akan tetapi, minum teh hitam dalam jumlah yang berlebihan (lebih dari 5 cangkir sehari) dapat menyebabkan insomnia (susah tidur), cemas, bernafas lebih cepat, detak jantung tidak teratur, peningkatan buang air kecil.

Teh hijau adalah teh yang diproses dari daun Camellia sinensis tanpa melalui proses fermentasi, sehingga warna dan rasanya berbeda dengan teh hitam, warna air seduhan lebih muda dan rasanya tidak terlalu pahit. Teh hijau sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa dan daya tahan tubuh, terutama jika dikonsumsi sebelum melakukan latihan fisik. Senyawa katekin adalah salah satu senyawa aktif dalam teh hijau yang dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak. Jenis teh yang paling efektif untuk mengoptimalkan proses pembakaran lemak saat berolahraga adalah teh hijau. Kandungan kafein dalam teh hijau tidak sebesar teh hitam yaitu 18-20 mg/240 ml.

Teh putih adalah teh yang diproses dari daun Camellia sinensis, yaitu dari daun hijau muda dan tunas daun, tanpa melalui proses fermentasi, cenderung memiliki rasa manis. Teh putih ini dikemas dengan berbagai nutrisi penting, sehingga teh putih memberikan beragam manfaat kesehatan, misalnya untuk kesehatan kulit, mulut, tulang, jantung, dan pencernaan. Kandungan kafein dalam teh putih sangat rendah yaitu lebih kecil dari 18 mg/240 ml dan memiliki nilai gizi yang tinggi.

Menyeduh teh dengan cara yang benar akan memberikan sensasi rasa yang lebih nikmat, karena aroma dan rasa teh akan tetap terjaga. Berikut adalah cara menyeduh teh menurut pakar teh Ratna Somantri:
1. Kualitas air untuk menyeduh teh adalah air yang telah disterilkan (air kemasan) yaitu air yang tidak berasa dan tidak berbau.
2. Suhu air untuk menyeduh teh jangan menggunakan air yang masih mendidih, karena dapat merusak kualitas daun the. Tidak semua jenis teh bisa diseduh dengan air mendidih, teh hijau dapat rusak kualitasnya oleh air yang mendidih dan akan menjadi pahit rasanya. Teh hitam bisa diseduh dengan air mendidih bersuhu 80-90ºC.
3. Teko untuk menyeduh teh terbuat dari keramik, hindari yang terbuat dari logam karena bau dan rasa logam dapat menempel pada teh. Sebelum menyeduh, bilas teko dengan air panas untuk menjaga kestabilan suhu sebelum dan saat diseduh, serta untuk menghilangkan kotoran dan bau dalam teko. Jika udara dingin, maka pembilasan dilakukan dengan air panas.
4. Saat menyeduh, masukkan 3 sendok kecil daun teh ke dalam teko, tuangkan air panas dengan gerakan memutar agar penyeduhan berlangsung merata. Hindari menuang air hanya dari satu sisi karena akan merusak bagian yang terus menerus terkena air panas.
5. Seduhan pertama sebaiknya dibuang karena saat pertama kali dituang air panas, daun teh kering belum membuka dengan sempurna. Cara ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada daun teh untuk sedikit membuka sehingga harumnya lebih tercium dan siap diseduh.
6. Seduhan kedua jangan sampai memenuhi teko, beri sedikit ruang agar aromanya lebih kuat. Tutup teko dengan rapat diamkan selam 3 menit, jika terlalu lama didiamkan teh menjadi terlalu pekat dan terasa pahit. Tuangkan teh dari teko ke cangkir, siap dinikmati saat suhu teh sudah hangat.

Cara menyeduh teh kemasan kantung (teh celup)
1. Panaskan air sampai mulai mendidih, tunggu selama 6 detik, kemudian angkat.
2. Tuangkan air dalam gelas atau cangkir yang telah diberi teh kemasan, biarkan asapnya mengepul sampai bau wangi teh tercium hidung. Diamkan selama 3 menit.
3. Angkat kantung teh dari gelas atau cangkir, tambahkan gula atau madu sebanyak 1 sendok teh, bisa juga ditambah susu kental manis dan aduk-aduk sampai tercampur dengan sempurna.

Jangan mengonsumsi teh dalam kondisi masih panas karena dapat meningkatkan risiko terkena kanker esofagus (kanker saluran tenggorokan menuju ke perut). Suhu terbaik untuk menikmati teh adalah sekitar 80ºC (suhu hangat).

Jadikan teh sebagai teman minum setiap sore hari,
banyak manfaat kesehatan yang dperoleh
risiko kematian akibat penyakit jantung turun 26%,
risiko kematian akibat penyakit stroke turun hingga 16%

Sotja Prajati 73
Referensi :
BPOM – pom.go.id
Sumber gambar : http://www.stoves-france.com/recettes/comment-avoir-un-the-parfait/

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp