Mengenal Salmonella

Salmonella merupakan bakteri Gram negatif, masuk kelompok enterobacteriaceae yang sering mengkontaminasi makanan dan menyebabkan berbagai penyakit yang disebut salmonellosis, tifus maupun paratifus. Salmonella masuk kategori pathogen yang sangat berbahaya sehingga sering disebut sebagai superbug. Berikut ini beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh Salmonella.

Salmonella – penyebab salmonellosis

(1) Jenis penyakit: infeksi menyerang usus (gastroenteritis), salmonellosis
(2) Penyebab: Salmonella sp, dengan dosis infeksi 105-106 sel. Setelah sel bakteri masuk bersama makanan, bakteri ini tumbuh dan menyerang sel epitel. Kadang-kadang bakteri ini juga menghasilkan enterotoksin yang tidak tahan terhadap panas.
(3) Jenis serangan: infeksi bakteri ini dapat menyerang sel epitel intestin kecil dan memperbanyak diri, serta menghasilkan termostabil sitotoksin
(4) Masa inkubasi: 12-36 jam
(5) Gejala: kram perut, diare, nausea, muntah-muntah, kedinginan, panas, lemas. Walaupun gejala penyakit berakhir 2-3 hari, namun individu dapat bertindak sebagai carrier dalam jangka waktu beberapa bulan.
(6) Makanan yang sering terkontaminasi: daging ayam dan daging sapi (segar), serta produk berbasis daging
(7) Sumber cemaran: tanah, kotoran, feses manusia (carrier penyakit), peralatan yang tidak bersih.
(8) Cara pencegahan: pemanasan pada masakan yang sempurna, penyimpanan yang tepat, penerapan sanitasi dan higiene yang baik untuk mencegah kontaminasi silang

Salmonella – penyebab tifus dan paratifus

(1) Jenis penyakit: tifus, paratifus
(2) Penyebab: Salmonella typhi, S. paratyphi. Dosis infeksi untuk sel yang infektif 12-20 sel
(3) Jenis serangan: infeksi invasive, bakteri menginfeksi sel epitel dan menuju ke darah sehingga menyebabkan infeksi sistemik
(4) Masa inkubasi: 1-3 minggu
(5) Gejala: demam tinggi terus menerus selama lebih kurang 2 (dua) minggu, sakit kepala, tidak enak badan, tidak nafsu makan, timbul bercak kemerahan dikulit, diare atau susah buang air besar, kadang sedikit batuk-batuk, perut sakit, sehingga harus ditekuk.
(6) Makanan yang sering terkontaminasi: makanan berbasis hewani
(7) Sumber cemaran: tanah, kotoran, feses manusia (carrier penyakit), peralatan yang tidak bersih.
(8) Cara pencegahan: pemanasan pada masakan yang sempurna, penyimpanan yang tepat, penerapan sanitasi dan higiene yang baik untuk mencegah kontaminasi silang

Endang Sutriswati Rahayu 73
Sumber gambar : http://sajiansedap.grid.id/Info/Wajib-Diingat-Cara-Tuntas-Mematikan-Bakteri-Salmonella-Pada-Bahan-Makanan

Bagikan
  • 28
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp