Penyakit Bawaan Makanan karena Bakteri

Mikroorganisme terdapat dimana-mana (tanaman, hewan, tanah, air, udara, tubuh, lingkungan) dan memiliki waktu berkembang biak yang sangat pendek. Pada kondisi yang sesuai (nutrisi, pH, kadar air pada makanan serta suhu), mikroorganisme yang terdapat di dalam makanan akan berkembang biak dalam waktu yang relatif singkat. Kelompok mikroorganisme pembusuk akan merubah makanan yang segar menjadi busuk, di lain pihak, mikroorganisme patogen, khususnya bakteri patogen, kecuali jumlahnya meningkat beberapa diantaranya dapat menghasilkan toksin selama pertumbuhannya. Makanan yang membawa bakteri patogen maupun toksin, kadang-kadang tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik (bau busuk, perubahan tekstur kurang nyata) sehingga tetap dikonsumsi dan dapat membahayakan.

Saluran pencernaan kita merupakan suatu sistem yang terbuka, apabila mikroorganisme patogen yang terdapat pada makanan ikut termakan, dan dosisnya mencukupi maka patogen ini akan berkembang biak di dalam saluran pencernaan sehingga menyebabkan gejala penyakit atau sering disebut sebagai infeksi. Patogen yang mencemari makanan juga dapat menghasilkan toksin (racun), dan apabila toksin ini ikut termakan akan menyebabkan gejala penyakit yang disebut sebagai intoksikasi atau keracunan. Gejala akut yang disebabkan oleh bakteri patogen ini adalah diare, muntah dan pusing-pusing segera setelah konsumsi makanan yang tercemar.

Penyerangan bakteri patogen yang terbawa makanan diawali pada membran mukosa usus. Membran mukosa ini terdiri dari sejumlah lapisan sel epitel yang terkemas dengan padat serta memiliki kontak langsung dengan lingkungan luar. Membran mukosa pada umumnya dilapisi dengan pertahanan mucus yang tersusun dari glikoprotein yang dapat melindungi sel epitel.

Pada saat bakteri kontak dengan membran mukosa, antara sel bakteri dan sel mukosa dapat terbentuk ikatan, baik ikatan lemah atau kuat. Apabila ikatan lemah maka bakteri tersebut akan segera tersapu atau hilang bersama feses. Namun untuk bakteri atau virus yang patogen, penempelan antara sel patogen pada sel epitel mukosa berlangsung secara kuat karena adanya beberapa komponen spesifik yang mendukung. Penempelan ini didukung oleh komponen yang terdapat pada dinding sel bakteri, terutama polisakarida yang bersifat sticky, misalnya E. coli yang patogen memiliki kapsul polisakarida untuk menempel, namun demikian, E. coli lainnya tidak memiliki. Kemampuan menempel bakteri pada sel epitel juga didukung oleh struktur fimbriae terdiri dari protein yang juga terdapat di permukaan sel. Bakteri patogen yang telah menyerang permukaan mukosa selanjutnya: (1) membebaskan toksin sehingga terjadi kerusakan mukosa (contohnya Vibrio cholera). (2) melakukan penetrasi ke sel epitel dan tumbuh pada submukosa atau jaringan tubuh yang lain (Listeria monocytogenes).

Mikroorganisme hampir selalu ditemukan pada organ tubuh yang berhubungan langsung dengan luar, seperti kulit, rongga mulut, jalur respirasi, jalur pencernaan dan jalur urin. Mikroorganisme secara normal tidak ditemukan pada organ-organ tubuh lainnya, seperti darah, sistem limpa. Bilamana ditemukan dalam jumlah yang besar merupakan indikasi suatu penyakit.

Pada dasarnya, penyakit karena patogen pada makanan dapat dibagi menjadi tiga yaitu (a) intoksikasi (keracunan), (b) Toksiko-infeksi dan (c) infeksi. Intoksikasi (keracunan) makanan merupakan gejala penyakit yang muncul akibat toksin (racun) dari patogen yang dihasilkan selama pertumbuhannya pada makanan. Toksiko-infeksi merupakan gejala penyakit yang muncul akibat toksin yang dibebaskan saat patogen menginfeksi saluran usus. Sedang infeksi merupakan gejala penyakit yang muncul akibat tumbuhnya patogen pada saluran pencernaan, baik yang invasif yaitu mampu menyerang sel epitel intestine ataupun yang hanya tumbuh di lumen (non-invasif).

Berikut ini diuraikan ringkasan perjalanan mikroorganisme dari makanan sampai saluran pencernaan, disajikan pada gambar di bawah ini Mikroorganisme yang mencemari makanan segera tumbuh dan berkembang biak. Bakteri pembusuk yang mampu membusukkan makanan, akan memberikan tanda-tanda kerusakan fisik, sehingga makanan tidak dimakan. Namun adapula, makanan yang secara fisik tidak berubah dan ternyata membawa patogen/toksin yang membahayakan, sehingga apabila makanan ini dikonsumsi segera akan menunjukkan gejala penyakit. Kalau toksinnya yang menyerang disebut sebagai intoksikasi, namun kalau yang masuk adalah sel patogen dan selanjutnya berkembang biak di dalam usus (kolon) maka terjadilah infeksi.

Endang Sutriswati Rahayu 73
Sumber gambar : https://www.tipsdoktercantik.com/tips-meminimalisir-bakteri-pada-makanan/

Bagikan

One thought on “Penyakit Bawaan Makanan karena Bakteri

  • July 13, 2018 at 9:31 pm
    Permalink

    artikel yang sangat bermanfaat! bagimana cara menghilangkan atau membunuh bakteri yang berbahaya didalam makanan?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp