Ada Apa dengan Nasi?

Kita semua tentu cukup akrab dan kenal dengan nasi, sejak kita masih balita sampai saat menjadi renta, nasi menjadi hidangan yang selalu ada di meja makan, karena nasi memang merupakan makanan pokok bangsa Indonesia. Namun belum tentu semua orang Indonesia mengetahui apa yang sebenarnya ada dibalik sekedar nasi yang setiap hari kita makan.

Nasi yang kita konsumsi dalam keadaan fresh atau baru saja usai dimasak, memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga di dalam tubuh akan menyebabkan terjadinya perubahan karbohidrat nasi menjadi glukosa dalam jumlah besar. Sebenarnya glukosa ini sangat berguna sebagai sumber energi yang kita butuhkan untuk beraktivitas. Tetapi jika energi tersebut tidak terpakai, dalam arti tidak dimanfaatkan untuk beraktivitas, maka glukosa yang tidak terpakai akan tersimpan dalam tubuh sebagai lemak.

Inilah sebabnya banyak orang berpendapat bahwa nasi yang merupakan sumber karbohidrat adalah penyebab obesitas, padahal faktanya karbohidrat nasi juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Maka cara bijak untuk mencegah obesitas bukan dengan menghindari makan nasi sama sekali, tetapi dapat dilakukan dengan cara mengatur porsi asupan nasi sesuai dengan dengan intensitas aktivitas kita. Hal ini juga bisa diterapkan sebagai tindakan preventif terhadap penyakit diabetes.

Nasi yang terus menerus disimpan dalam keadaan hangat (dalam magic jar), juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita diabetes, tetapi bagi tubuh yang sehat tidak perlu khawatir makan nasi hangat karena selain lebih nikmat disantap, juga tidak memberikan dampak buruk untuk dikonsumsi.

Nasi sisa masak kemarin sangat baik bagi pencernaan, karena terjadinya proses perubahan kimia pada saat disimpan (tanpa magic jar), yaitu memiliki kandungan kalori yang lebih rendah 60% dari pada nasi yang baru usai masak, sehingga mengonsumsi nasi ini tidak perlu merasa was-was akan terjadinya timbunan glukosa atau lemak dalam tubuh. Mengonsumsi nasi ini merupakan jalan keluar bagi yang ingin tetap makan nasi tetapi tetap langsing.

Jadi …..

Nasi bukan penyebab obesitas, nasi bukan penyebab diabetes,

asalkan …..

dikonsumsi secara benar, serta diikuti pola makan yang baik

Sotja Prajati 73

Referensi :

Dokter Sehat – Informasi Kesehatan

Metrotv news.com

Viva.co.id

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp