Sisi negatif kemasan styrofoam

Kali ini kita ngobrol tentang styrofoam yang dipakai sebagai packaging (kemasan) makanan, mudah mudahan berguna yaaa…

Di Indonesia, styrofoam sebagai wadah makanan dan minuman bukanlah merupakan hal yang aneh. Alasan umum penggunanya adalah karena praktis, penampilannya rapi, terkesan bersih dan murah.
Padahal, di balik kemasan yang keren itu ada bahaya besar yang mengancam lhoooo…

Styrofoam (polystyrene) adalah salah satu jenis plastik yang terbuat dari butiran-butiran styrene yang diproses menggunakan benzena.

Polystyrene dapat melepaskan bahan styrene dan residu benzena jika bersentuhan dengan makanan , dan akan berpindah ke makanan tersebut.
Styrene dan benzena yang terlepas akan semakin banyak dengan adanya panas, lemak/minyak dan asam.

Soooo…. jika misalnya saja, wadah styrofoam dipakai untuk mewadahi mie panas, air jeruk, atau tongseng maka akan semakin banyak styrene dan benzena yang terserap ke dalam makanan tersebut. Dan terbayang berapa yang masuk ke dalam tubuh.

Styrene berbahaya bagi otak dan sistim syaraf.
Benzena bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid, mempercepat detak jantung, sulit tidur, kelelahan, gemetar, mudah gelisah, bahkan hilang kesadaran.

Benzena yang masuk ke sel darah, ikut dalam aliran darah, akan merusak sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah merah berkurang (anemia) dan merusak sistim imun.
Pada wanita, zat ini berakibat buruk pada siklus menstruasi dan mengancam kehamilan.
Dan yang paling berbahaya…. akumulasi benzena dapat menyebabkan kanker payudara dan kanker prostat.
Hiiihhh.

Warning : Oleh WHO, styrofoam telah digolongkan sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker).

Melihat bahaya yang sedemikian besar, masihkah kita bertahan dengan wadah styrofoam ?

Endang Wahyuningsih, FTP 83

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp