GMO, dimusuhi atau ditoleransi?

 

 

GMO (Genetically Modified Organism) adalah organisme yang sudah diubah dengan metode rekayasa genetika. Perdebatan mengenai produk-produk GMO diwarnai persaingan tingkat tinggi di bidang teknologi, marketing juga politik.

Herbert Boyer dan Stanley Cohan pada tahun 1973, pertama kali meluncurkan hasil penemuan pada produk pertanian yang disebut GMO ini.

Saat ini telah tercatat puluhan tanaman GMO atau disebut juga sebagai produk transgenik yang dikembangkan. Bahkan 90 persen produk pertanian dari Amerika Serikat adalah produk GMO.

Menurut WHO, GMO tidak lebih berisiko daripada tanaman yang dimodifikasi dengan teknik perbaikan konvensional biasa (misalnya teknik cangkok, stek, sambung, dsb).

Pada dasarnya teknik rekayasa baik konvensional maupun yang canggih semacam GMO adalah untuk memperbaiki sifat-sifat organisme sehingga diperoleh produktivitas yang jauh lebih tinggi. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan petani, dan pemenuhan kebutuhan penduduk dunia akan produk pangan yang meningkat.

Jadi,  prinsipnya GMO itu mengubah DNA organisme tertentu dengan teknik rekayasa genetik. DNA dari dua species berbeda atau bahkan beberapa disilangkan atau diinfluensikan , yang tidak mungkin dilakukan dengan teknik persilangan konvensional.

Contoh rekayasa yg dilakukan sangat menakjubkan :

1. Influensi gen tomat dengan gen ikan air tawar dingin diperoleh tanaman tomat yang tahan cuaca dingin.

2. Kentang unggul dengan rekayasa tertentu menjadikannya tidak mengalami browning ketika dikupas , rekayasa dilakukan pada tanaman dengan mengurangi kadar enzim browning.

3. Gen Bit yang diinfluensi dengan gen bakteri tertentu dapat menghasilkan bit yang lebih tahan terhadap hama serangga.

4. Benih jagung dan kedelai diinfluensi dengan Bacillus thuringensis (Bt) sehingga tanaman tersebut tahan terhadap serangan hama serangga.

5. Rekayasa terhadap unggas-unggas unggul dengan teknik rekayasa sehingga diperoleh ayam unggul yang tahan terhadap flu burung yang juga dapat menular terhadap manusia.

6. Produk transgenik juga dikembangkan pada produk buah-buahan seperti apel dan anggur sehingga daya tahan simpannya lebih baik.

Dan sebagainya.

Manusia modern memang memiliki persoalan pelik menyangkut pangan. Pertambahan penduduk dunia tidak berbanding lurus dengan ketersediaan lahan pertanianlah penyebab utamanya.
Maka keuntungan dan kerugian suatu teknologi baru selalu heboh dan penuh kontroversi dalam berbagai segi.

Keuntungan pertanian dengan GMO adalah : peningkatan efisiensi dan produktivitas, peningkatan nilai ekonomi produk, memperbaiki sifat dan nutrisi pangan, meningkatkan nilai palatabilitas dan meningkatkan daya tahan simpan. Nilai positifnya adalah mengatasi masa depan ketahanan pangan akibat alih fungsi lahan dan turunnya kesuburan tanah.

Sedangkan kekhawatiran yang timbul akibat pangan GMO oleh beberapa kalangan antara lain: dikhawatirkan akan terjadi gangguan keseimbangan ekologi, resistensi terhadap antibiotik, kekhawatiran terhadap terbentuknya senyawa berbahaya, alergen dan penurunan nilai gizi.

Kontroversi masih terus berlangsung sampai saat ini. Namun nampaknya kemajuan teknologi dan akal budi manusia lah yang akan mampu menjawabnya.

Di antara berbagai kontroversi dan polemik GMO di dunia, saat ini keputusannya : ada pada anda sebagai konsumen bukan?

Penulis : Endang Wahyuningsih FTP UGM 83

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp