Hati-hati dengan Iemak Trans

Lemak adalah makronutrien yang diperlukan oleh manusia, sebagai sumber energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K serta berperan dalam pembentukan hormon di dalam tubuh.

Beberapa istilah dalam lemak /minyak saat ini ramai dibicarakan dan membingungkan. Salah satunya adalah lemak trans

Lemak trans terbentuk saat cairan minyak berubah menjadi lemak padat. Lemak trans alami dihasilkan di dalam usus  dan dapat ditemukan dalam produk hewani seperti susu dan daging.

Sedangkan lemak trans buatan dihasilkan dari proses industri, yang menambahkan atom hidrogen (hidrogenasi) pada minyak nabati. Proses hidrogenasi tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan simpan dan menambah stabilitas rasa makanan.

Namun mengapa WHO membatasi penggunaan lemak trans dalam pangan, bahkan mencanangkan bahwa di tahun 2023 mendatang diharapkan pangan dunia hanya mengandung maksimal satu persen lemak trans?

Fakta kesehatan menyebutkan bahwa :

  1. Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL yang menyebabkan lemak menumpuk menebal di pembuluh darah, dan jika itu terjadi pada pembuluh jantung yang berhubungan langsung dengan otak dan jantung, akan meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke.
  2. Lemak trans mengganggu konversi asam lemak esensial linoleat menjadi arakidonat dalam sintesa asam lemak tubuh, akibatnya akan mengganggu sistem enzimatik yang berpengaruh pada perkembangan sistem saraf.

Pada kehidupan orang modern saat ini, lemak trans ditambahkan untuk membuat makanan menjadi enak, tekstur yang sedap di mulut, mudah leleh , krispi, renyah dan gurih.

Lemak trans selain terdapat dalam produk hewani seperti susu dan daging, juga dibuat di industri dari minyak nabati.

Contoh produk lemak trans adalah margarin dari minyak kedelai yang di pasaran dikenal sebagai mentega putih, shortening atau partially hydrogenated vegetables oil.
Kemudian perhatikan juga bahwa lemak trans ini juga dapat ditemukan pada frying oil yang terbuat dari kedelai, jagung dan biji bunga matahari, namun lemak trans ini tidak ditemukan dalam salad oil ketiga biji-bijian tersebut.

Sebagai orang Indonesia, segera di kepala berseliweran pertanyaan sangat khas inlaander yang minder….. apakah minyak sawit Indonesia mengandung lemak trans?

Jawabannya : tidak.
Minyak sawit dibuat melalui proses fraksinasi dengan suhu dan penyaringan, sehingga bebas dari lemak trans. Intinya : minyak sawit tidak mengalami hidrogenasi.

Baca juga :  Adakah kolesterol dalam minyak sawit?

Bahkan margarin dari sawitpun aman, sebab margarin sawit dibuat melalui proses emulsifikasi, sehingga diperoleh konsistensi yang diinginkan tetapi tidak menghasilkan lemak trans dalam produknya

Penulis : Endang Wahyuningsih, FTP UGM 83

Bagikan

One thought on “Hati-hati dengan Iemak Trans

  • May 7, 2019 at 4:51 pm
    Permalink

    Informasi yg bagus

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp