Adakah kolesterol dalam minyak sawit?

Orang Indonesia adalah konsumen yang paling mudah diprovokasi.

Contoh paling gamblang adalah bertahun-tahun kita disodori fakta bohong oleh negara-negara Eropa dan Amerika, bahwa minyak sawit itu tidak sehat dan mengandung banyak mudharat. Mulai dari kolesterol, lemak jenuh, kotoran terlarut, sampai issue-issue tentang kepemilikan lahan, kebakaran hutan, efek rumah kaca, dan provokasi lainnya.

Dan propaganda yang tidak benar secara terus menurus itu seolah menjadi kebenaran. Apalagi jarang ada yang memberikan sanggahan secara ilmiah dan virajaal, sehingga pada gilirannya masyarakat banyak yang manut percaya begitu saja.

Faktanya…
Lebih dari 35 persen lahan milik petani sawit dan meningkatkan kesejahteraan pekerja industri sawit karena sudah dikelola dengan baik, juga kenyataan bahwa Indonesia penghasil minyak sawit terbesar di dunia.
Minyak sawit bahkan justru lebih sehat daripada minyak kedelai dan minyak jagung yang dipromosikan oleh Amerika. Minyak import itu melalui proses hidrogenasi parsial yang menyebabkan terbentuknya lemak trans, yang buruk pengaruhnya terhadap peredaran darah dan jantung.
Minyak sawit juga secara ekonomi lebih murah harganya daripada minyak nabati lainnya.

Yakinlah..
Tidak satupun ahli-ahli gizi di dunia yang pernah mengatakan bahwa minyak goreng dari nabati seperti minyak goreng sawit mengandung kolesterol.

Baca juga : masa sih duren mengandung kolesterol?

Kolesterol itu hanya dihasilkan oleh hewan dan manusia, sedangkan tanaman tidak memiliki kemampuan menghasilkan kolesterol.

Lalu…
Bagaimana dengan konsumsi minyak goreng sawit apakah menyebabkan meningkatnya kolesterol tubuh?
Hal ini juga sudah banyak dibuktikan para ahli gizi dan kesehatan. Ratusan hasil penelitian di dalam dan luar negeri telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional.

Hasil umumnya berkesimpulan bahwa konsumsi minyak goreng sawit tidak meningkatkan kolesterol tubuh. Bahkan sebaliknya, konsumsi minyak sawit justru memperbaiki kolesterol tubuh yakni meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida.

Kok bisa ?
Minyak sawit mengandung komposisi asam lemak yang seimbang, mengandung asam lemak esensial, mengandung senyawa aktif dan proses pembuatan minyak goreng tidak mengalami hidrogenisasi.

Lalu mengapa persepsi buruk terhadap minyak sawit begitu melekat erat?
Persepsi itu terbentuk lantaran kampanye negatif yang dilakukan negara- negara Eropa dan Amerika, karena minyak sawit yang mulai mengancam pasar minyak nabati lain di seluruh dunia.

Maka…
Sawit dihajar issue dari berbagai sisi. Termasuk segi nutrisi, legal, politik dan lingkungan.
Ini adalah perang sesungguhnya di dunia perdagangan.

Jadi, konsumsi minyak sawit atau tidak, terserah anda lho saudara-saudaraku tercinta.
Atau seperti iklan yang pernah terkenal itu : “kalau ada yang murah kenapa mesti beli yang mahal?”.

Sumangga.

Penulis : Endang Wahyuningsih, FTP UGM 83.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp