UMKM Go Digital, kenapa tidak?

Saat banyak orang bicara mengenai disruptif, sebenarnya konsep disruptif bukanlah sesuatu yang baru. Konsep itu diperkenalkan tahun 1942 oleh Josep Schumpeter ketika ia menulis tentang ‘Creative Destruction’ , suatu konsep yang menggambarkan bagaimana teknologi, produk dan proses yang baru membuat pendahulu menjadi usang atau tertinggal jauh. Inovasi berjalan sangat cepat.

Para pedagang pasar dan pedagang kecil dikhawatirkan akan jadi ‘korban disrupsi’ , pembeli lebih suka belanja di tempat berAC yang nyaman atau menggunakan jasa titip belanja di supermarket.

Henri Suhardja alumni FTP 2012, Jurusan TPHP, CEO aplikasi titipku.com kemarin dapat award dari Pemerintah Australia.

Salah satu startup yang peka dan mau membantu para pedagang pasar atau UMKM adalah Titipku. Titipku merupakan platform digital berbasis web dan aplikasi yang bertujuan untuk Digitaliasi UMKM. Di Titipku , Anda bisa berperan sebagai Jelajah , Jatiper atau Nitiper.

Nitiper adalah pembeli yang menitip dibelikan sesuatu. Jatiper adalah orang yang melayani titip beli. Sedangkan Jelajah berarti membantu ‘buka toko’ untuk para UMKM dan pedagang pasar dengan menulis review dan informasi mengenai toko atau barang dagangan.

Melihat keterbatasan SDM dari UMKM dan pedagang pasar, Titipku hadir dengan bantuan para Jelajah dan Jatiper untuk membantu Nitiper membeli barang dan tentunya para pedagang menjual barang. Para UMKM dan pedagang pasar tidak perlu dipusingkan dengan belajar buka toko online , pengiriman pun sudah ada yang urus. Mereka kini bisa ‘bersaing’ dengan supermarket besar yang juga membuka penjualan online.

Semoga Titipku makin banyak membantu para UMKM di Indonesia … info lengkap masuk ke http://www.titipku.com .

Bagikan
  • 30
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp