Hindari Demensia Digital, Lakukan Lima Hal Ini

Istilah “demensia digital” diungkapkan oleh ahli saraf Manfred Spitzer dalam bukunya yang berjudul sama (2012). Istilah ini digunakannya untuk menjelaskan bagaimana penggunaan teknologi digital yang berlebihan menyebabkan rusaknya kemampuan kognitif, dalam cara yang biasanya Nampak pada orang yang mengalami cedera kepala atau penyakit psikiatrik.

Orang yang sangat bergantung pada teknologi bisa mengalami kemunduran performa otak, seperti disfungsi memori jangka pendek. Dulu, kita biasa mengingat nomor telepon dan berbagai informasi lain. Namun anak-anak sekarang (juga kita) tidak perlu lagi mengingat, karena ada gawai yang melakukannya.

Byun Gi-won, dokter di Balance Brain Center di Seoul, Korea Selatan, mengatakan bahwa penggunaan ponsel pintar dan peralatan game yang berlebihan menghambat perkembangan otak yang seimbang. Perkembangan otak kiri yang berhubungan dengan kemampuan rasional, linear, dan mencari fakta, mengorbankan otak kanan yang lebih intuitif, imajinatif, dan emosional.

Otak pun mengalami ketidakseimbangan. Kerusakan pada sisi kanan otak dikaitkan dengan berkurangnya kemampuan berkonsentrasi, atensi pendek, rentang memori, dan gangguan emosi seperti depresi. Sedangkan sebuah studi di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa menghabiskan waktu di depan komputer dan mengetik pesan membuat orang sulit fokus dan mengingat informasi.

Tentu, tidak mungkin menghilangkan gawai dari kehidupan sehari-hari. Namun kita bisa melindungi otak dari kerusakan akibat gawai. Lima hal ini bisa kita lakukan.

  1. Pergunakan otak Anda. Galilah informasi dari otak secara organik, ketimbang mencari nama penyanyi di Google yang tidak bisa segera kita ingat. Duduk dan tenangkan diri, lalu berkonsentrasilah hingga Anda bisa mengingatnya.
  2. Membuka buku. Ya, membaca buku betulan (bukan dari tablet) telah terbukti memperbaiki retensi memori.
  3. Belajar bahasa baru. Keluar dari zona nyaman membantu otak kita bekerja lebih keras, yang akan membuat kita lebih cerdas.
  4. Memainkan alat musik baru. Memainkan alat musik membutuhkan kerjasama antara otak kiri dan kanan. Sebut saja piano, gitar, atau biola. Ini akan memperkuat otak dan menyeimbangkan kedua sisi otak.
  5. Aktif secara fisik. Jangan lupa/malas beraktivitas fisik. Latihan fisik meningkatkan aliran darah dan mempercepat transportasi oksigen dan nutrisi penting ke otak.

 

Artikel ini pernah dimuat di : http://otcdigest.id/info-sehat/hindari-demensia-digital-lakukan-lima-hal-ini pada tanggal 24 April 2018

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp