Marketing T2T

 

Anda tentu pernah dengar estilah B2B (Business to Business) seperti pabrik bumbu PT SIP menjual bumbu nya ke pabrik mi instan dan tentu itu skala besar. Nah untuk skala UMKM ada estilah baru yaitu T2T (Teman ke Teman), keren kan?

Intinya, kita harus banyak srawung, kekancan yang banyak. Ikut komunitas bisnis kuliner, properti, mobil, grup WA SD – kuliah dll. Itu pangsa pasar kita yang potensial.

Baca juga : Emotional Digital marketing

Sebetulnya menjual itu sesuatu proses yang sangat mudah. Misalkan anda punya tempat makan favorit, sebut saja mi lethek Mbah Mendes. Secara tidak langsung kalo besok-besok lagi mau ditemani, anda pasti mengajak teman, kolega, keluarga untuk makan di warung itu.

Jadi proses penjualan itu terjadi secara alamiah tanpa paksaan, tanpa ada unsur tekanan (under pressure) itulah yang bernama marketing professional. Apalagi kalau teman anda sudah bersedia merekomendasikan kepada temannya lagi, itu sangat waow…

Sebagai orang yang bergerak dalam bidang penjualan, anda harus bisa melakukan tip berikut :

1. Pastikan konsumen Nyaman dengan anda

Proses penjualan terjadi bila orang nyaman dengan anda, menganggap bukan orang asing bukan seperti mengambil keuntungan darinya.

Bagaimana menciptakan kesan orang asing pun nyaman dengan anda. Itu intinya. Bangun hubungan yang cair, friendly, jagongi ketika mereka ke outlet. Kenyamanan ini menduduki porsi 80 % sehingga transaksi itu deal, closing.

Nah bagaimana produk anda akan laku jika anda ikut komunitas pun enggan, atau malah grogi. Kalah dong ama bakul mi lethek? 🤣

2. Ciptakan kebutuhan

Pastikan Anda menciptakan kebutuhan. Contoh produk mi Mendes itu rendah karbohidrat dimana aman dimakan bagi penderita diabetes sekalipun.

Dalam menawarkan tidak perlu menakut-nakuti bahwa konsumen yang berbadan tambun begitu seharusnya pas makan mi Mendes. Jangan bicara sembarangan soal size badan seseorang karena ini mudah bikin bad mood.

Sapalah dengan ramah, bagaimana sehat? Dan seterusnya pendeknya jangan hard Sell, toh lawan bicara anda ujung-ujungnya pasti akan tanya tentang produk anda.

Penjelasan soal produk anda yang menuntaskan kebutuhan dia itu hanya menempati porsi 20% dari deal terjadi transaksi.

⏺️Kesimpulan
Ingat, proporsi kenyamanan itu 80% deal transaksi. Anda tentu lebih mudah menjalin pertemanan yang nyaman ketimbang orang asing bukan? Itulah pentingnya networking, pertemanan yang nyaman pada akhirnya akan melancarkan bisnis anda dengan estilah T2T.

Bagikan
  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp