Emosional Digital Marketing

Emosi manusia adalah alat pemasaran yang sangat ampuh. Untuk mengaduk-aduk emosi kastemer dalam era digital marketing bisa kita sampaikan lewat story’ telling atau video konten.

Apa dikira keputusan untuk membeli suatu barang ditentukan oleh pertimbangan obyektif seperti harga, kualitas atau kastemer servicenya?

Baca juga : Digital marketing

Ternyata tidak sepenuhnya benar. Jadi mengapa kita sebagai marketer bermindset obyektif? Kalau mau meningkatkan brand awareness atau closing order berpikirlah subyektif.

Untuk itulah penting kiranya kita memahami emosi dasar manusia.

Selama ini kita mengenal enam macam emosi dasar pada manusia, yakni bahagia, sedih, takut, marah, terkejut, dan jijik. Enam emosi dasar itu diakui secara universal. Keenamnya mudah diinterpretasikan melalui ekspresi wajah tertentu, terlepas dari bahasa atau budaya seseorang.

Pandangan tentang enam emosi dasar yang pertama kali diperkenalkan oleh psikolog dan perintis studi emosi serta ekspresi wajah, Dr Paul Ekman, kini mendapat tantangan dari penelitian terbaru tim ilmuwan University of Glasgow, Skotlandia.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology, para ilmuwan menyatakan hanya ada empat macam emosi dasar pada manusia, bukan enam. Kesimpulan itu mereka peroleh setelah mempelajari berbagai otot wajah yang terlibat dalam sinyal emosi yang berbeda. Mereka juga meneliti kapan saja setiap otot wajah itu diaktifkan.

Hasilnya, mereka menemukan sinyal ekspresi wajah untuk sedih dan bahagia memang berbeda. Namun, takut dan terkejut rupanya berbagi sinyal yang sama, yakni mata terbuka lebar di awal pembentukan ekspresi wajah. Demikian dengan pula marah dan jijik, sama-sama berbagi kemiripan sinyal awal, yaitu hidung mengerut.

Jadi, kesimpulan hasil riset phsykologi modern menunjukkan bahwa manusia mempunyai 4 dasar emosi sebagai berikut :

1️⃣ Senang 😀
Konten yang menyenangkan, inspiratif memicu orang untuk komen dan share.
2️⃣ Sedih 😪
Konten yang sedih cenderung menarik perhatian orang. Hasilnya reading time dan view time nya tinggi.
3️⃣ Takut dan kaget 😲
Emosi ini menimbulkan urgensi untuk melakukan sesuatu. Ini cocok untuk menyampaikan pesan layanan masyarakat yang sifatnya nirlaba. Misalnya untuk mencari donasi.
4️⃣ Marah 😠 dan Jijik
Emosi ini memicu kita untuk berpikir dan bertanya tanya dan berdiskusi. Konten ini akan memicu banyak komentar.

Nah sekarang anda bisa mempraktekkan membuat story’ telling atau video yang kontennya disesuaikan dengan emosi kastemer yang anda target.

Emosi-emosi itu tak hanya sekadar ekspresi/perasaan tapi dapat pula memengaruhi pengambilan keputusan seseorang. Dengan memancing perasaan audiens Anda, emotional marketing bisa berjalan. Anda tingal pilih jenis emosi mana yang ingin diasosiasikan dengan pesan marketing Anda.

Selamat mencoba…
Salam Mendes

Bagikan
  • 39
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp