Tak Ada Pesta yang Tak Bubar

Satu perhelatan akbar dan spektakuler telah sepekan berlalu, namun gema kemeriahan dan riuh gempitanya tak jua kunjung sirna dari ingatan. Peristiwa monumental telah terukir dalam lembaran sejarah Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, tatkala angka 18-9-18 menjadi angka sakral bagi saat berlangsungnya sebuah acara yang berhasil dikemas oleh sebuah tim alumni FTP yang luar biasa yang bekerja dengan sepenuh hati, pikiran, dan tenaga, serta all out dalam merencanakan satu acara puncak dalam rangka memperingati Lustrum XI almamaternya yang tercinta, secara rinci, apik, dan nyaris sempurna.

Acara yang digelar tepat pada tanggal 18 bulan 9 tahun 2018 tersebut berawal mula dari gagasan ketua I Keluarga Alumni Teknologi Pertanian (Kagama TP), yang menginginkan adanya satu suguhan yang berbeda untuk memperingati Lustrum tersebut, namun yang tetap relevan dengan fungsi dan substansi fakultas. Akhirnya, disepakatilah satu acara yang dikemas dalam bentuk Kuliah Umum (General Lecture) tentang pangan, dan dipilihnya ikan sebagai jenis pangan yang sehat, dikarenakan ikan merupakan hasil laut yang tersedia melimpah ruah di Indonesia sebagai negara maritim.

Narasumber yang dipilih adalah sosok yang paling berkompeten dalam masalah ikan dan laut, pemilik slogan “kalau tidak makan ikan, saya tenggelamkan!”, ya siapa lagi kalau bukan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, ibu Susi Pudjiastuti. Sentuhan spektakulernya adalah Pesta Makan Ikan bagi sekitar 3000 orang, seusai acara kuliah umum, ini juga merupakan ide dari ketua I Kagama TP dan para rekannya di HNPP Probolinggo yang  menjamin penyediaan bermacam jenis ikan laut dalam, sejumlah 1,3 ton.

Grha Sabha Pramana, sebuah gedung yang megah dan terletak di kawasan kampus UGM, merupakan pilihan yang tepat bagi pelaksanaan acara kuliah umum dengan kapasitas sekitar 3000 orang. Pada hari itu, sejak dini hari sudah terlihat kesibukan dari para panitia dan petugas yang mempersiapkan diri sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Tampak wajah mereka yang berseri-seri, dan dapat pula dirasakan adanya satu tekad di dalam nurani mereka, yaitu untuk memberikan suguhan yang benar-benar beda, dan yang terbaik, bagi almamater maupun masyarakat umum yang diperkenankan hadir mengikuti acara tersebut, yang tentu saja diharuskan mentaati persyaratan yang telah ditetapkan, mengingat peminatnya yang membludak melebihi target serta kapasitas gedung, maka mau tidak mau harus dilakukan antisipasi dengan membatasi jumlahnya.

Menjelang pukul 07.00, para tamu mulai berdatangan, dan dengan tertib melakukan registrasi berdasarkan QR code yang telah dikirimkan oleh panitia beberapa hari sebelum hari H, untuk menetapkan posisi kursi mereka. Tidak sedikit tamu yang tidak memahami makna barcode, karena sistem registrasi ini memang belum terlampau lazim digunakan di Jogja, sehingga ada diantara mereka yang ngotot, bersikeras minta pindah ke kursi yang masih kosong yang ada di depan, sudah barang tentu untuk menghadapi situasi yang seperti itu, diperlukan petugas yang mampu menjelaskan dengan sabar dan ramah bahwa data yang tersimpan dalam barcode tersebut tidak bisa diubah, masing2 deretan kursi telah diatur sesuai data pendaftar.

Petugas registrasi yang terdiri dari para alumni dan mahasiswa FTP, bekerja dengan sigap dan cekatan memeriksa satu per satu QR code yang terpampang pada layar handphone masing-masing tamu peserta kuliah umum, dan kemudian memberikan karcis berkode huruf yang merupakan petunjuk deretan tempat duduk mereka.

Dari kejauhan nampak para tamu peserta Kuliah Umum bagaikan gelombang ombak yang mengalir masuk ke dalam ruangan yang telah ditata dengan anggun, dan rapih, setting panggung dengan 2 kursi dan satu meja, disediakan untuk nara sumber dan moderator, lengkap dengan 2 layar lebar di kanan-kiri backdrop bernuansa warna biru, mewakili warna laut, dan bertuliskan tema Kuliah Umum yang akan diberikan oleh ibu menteri, yaitu “Laut Sebagai Masa Depan Bangsa”, dilengkapi foto wajah ibu menteri yang sensasional tersebut. Juga tampak hiasan taman yang ditata dengan apik di depan panggung, menambah kecantikan dekorasi ruangan secara keseluruhan.

Berdasarkan perkiraan sementara, tamu yang datang pada acara ini dapat dikategorikan dalam 3 jenis, yaitu: mereka yang benar-benar ingin mengikuti keseluruhan acara Kuliah Umum, mereka yang hanya ingin melihat/bertemu/berfoto dengan ibu menteri, dan terakhir mereka yang hanya ingin berpesta makan ikan.

Sekitar pukul 09.30 acara dibuka dengan diiringi alunan suara gamelan dari kelompok karawitan FTP UGM, suasana Jogja (Jawa) menjadi sangat terasa, begitu syahdu, menciptakan suasana tenteram dan damai. Terlebih lagi saat dikumandangkan lagu Indonesia Raya dengan penuh khidmat oleh sekelompok paduan suara mahasiswa FTP, dan diikuti oleh seluruh hadirin, membuat semakin gemuruh perasaan dalam hati, suara yang berasal dari para hadirin yang memenuhi ruang utama, serta sebagian yang ada di balkon (tribun) mampu membangkitkan rasa nasionalisme, serta kecintaan yang tinggi pada bangsa dan negara, hingga merinding saat mendengar dan mengalunkan lagu kebangsaan tersebut.

Acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Penyelenggara yang tiada lain adalah Ketua I Kagama TP, mulai terasa adanya kejanggalan, karena yang nampak menaiki panggung adalah ibu Dekan FTP UGM diiringi Ketua Pelaksana para hadirin juga merasa heran karena tidak melihat rombongan ibu menteri memasuki ruangan sejak sebelum acara dimulai dan benarlah tanda tanya tersebut terjawab dengan penjelasan dari ibu Dekan yang pagi itu mendapat informasi melalui sambungan telepon bahwa ibu menteri berhalangan hadir dikarenakan sakit pada saat telah boarding di bandar.

Suara ibu Dekan terdengar sedikit serak dan bergetar seolah menahan rasa sedih dan kecewa, secara spontan terdengar sekilas, ya hanya sekilas, keluh kekecewaan para hadirin, perasaan yang campur aduk antara kecewa, haru, dan sedih berlangsung hanya dalam hitungan detik, dan segera secara ajaib semua yang hadir di ruangan tersebut seperti ada yang menggugah untuk tidak larut terlalu lama dalam rasa tersebut, serta menyadari sepenuhnya bahwa the show must go on, no matter what. 

Semangat yang tetap membara dalam dada mereka ternyata cukup kuat untuk menyalakan kembali api yang sempat meredup, terlebih setelah mengetahui bahwa sosok yang ditunjuk oleh ibu menteri untuk memberikan kuliah umum adalah merupakan sosok yang berkompeten dalam bidangnya, yaitu pejabat eselon satu, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebelum nara sumber menyampaikan perkuliahan, ketua pelaksana sempat menyampaikan laporan pelaksanaan acara Kuliah Umum serta curahan isi hatinya yang sudah pasti merasa paling kecewa atas ketidak-hadiran ibu Susi, namun ternyata dia bisa menerima secara ikhlas realita yang dialaminya pada hari yang seharusnya menjadi hari istimewa baginya, dia teringat akan kata-kata bijak “Man Proposes, God Disposes” yaa manusia hanya sebatas merencanakan, Tuhan jualah yang memberi keputusan, sebuah keputusan yang mutlak, tidak ada yang mampu mengubahnya.

Kata-kata itu telah menguatkan hatinya untuk tetap tegar dan bersemangat. Para tamu peserta pun juga nampak tidak terlalu terganggu dengan ketidak-hadiran bu Susi, semua tetap memancarkan rona bahagia sekalipun terasa suasana menjadi sedikit hening, tapi tetap dapat dirasakan adanya penghargaan terhadap semua jerih payah yang telah diupayakan oleh panitia penyelenggara, yang mereka yakini telah dilakukan secara maksimal, hal ini juga terasa saat kelompok paduan suara FTP kembali tampil dengan lagu berjudul ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’, yang telah diaransir ulang sedemikian rupa sehingga terdengar begitu indah dan istimewa..tepuk tanganpun bergemuruh menggema memenuhi ruangan..dan ternyata sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar- bahkan bisa jadi- seluruh hadirin adalah termasuk dalam kategori tamu peserta yang ingin mengikuti acara Kuliah Umum secara keseluruhan, dengan atau tanpa kehadiran bu Susi.

Pada saat acara kuliah umum dimulai, nampak diatas panggung duduk seorang nara sumber Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kelautan dan Perikanan, bapak Syarif Widjaja,didampingi moderator seorang profesor FTP UGM yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan, bapak Djagal Wiseso Marseno, yang sangat piawai dalam memandu sebuah acara Kuliah Umum dengan tema ‘Laut Sebagai Masa Depan Bangsa’.

Penampilan mereka berdua di panggung, merupakan sebuah perpaduan yang sangat serasi dengan nara sumber yang juga sangat kompeten dan ahli di bidangnya, sehingga kuliah umum yang disertai tanya jawab tersebut berlangsung lancar dan sangat menarik, tidak ada satupun hadirin yang meninggalkan tempat duduknya, semua terlihat bergeming, serius, dan antusias menyimak paparan yang disampaikan, sungguh dapat dirasakan bahwa rasa kecewa itu telah terbayar dengan tunai. Menurut salah seorang peserta yang berasal dari masyarakat umum yang berhasil dimintai pendapatnya, mengatakan bahwa materi yang dibawakan oleh pak Syarif sangat menarik dan malah bisa sekaligus membawa audience semakin cinta kepada tanah air Indonesia.

Sesuai rencana, acara Kuliah Umum diakhiri dengan Pesta Makan Ikan 1 ton lebih, dan semua menu masakan merupakan hasil olahan 30 orang chef yang tergabung dalam Indonesian Chef Association, yang khusus meminta ijin cuti 2 hari dari beberapa hotel berbintang yang ada di Jogja tempat mereka bekerja.

Sangat jelas terlihat pancaran rona bahagia dan suka cita pada setiap wajah yang sedang mengantri ikan yang langsung diambil dari panggangan, maupun yang tersaji secara buffet, semua berjalan tertib tidak ada yang terlihat berdesakan seolah takut tidak kebagian, mungkin dikarenakan pada awal acara telah dikemukakan oleh ketua penyelenggara, bahwa penyediaan ikan telah dibuat berlebih, sehingga dijamin tidak akan ada yang tidak kebagian, hal ini secara langsung dapat dijadikan indikasi bahwa telah terjalin trust atau kepercayaan antara audience dan penyelenggara, dan ini hanya dapat terjadi secara spontan jika audience merasa nyaman dan puas dengan apa yang telah diperoleh dari penyelenggara sesuai ekspektasi mereka.

Berdasarkan data dari petugas registrasi, tamu peserta yang tercatat ada 2652 orang, terdiri dari: Alumni FTP UGM 1200 orang (berasal dari 54 angkatan, mulai dari tahun 1963 sampai 2017), Non Alumni 700 orang (terdiri dari Dosen FTP, mahasiswa Pasca Sarjana, Guru Besar, mahasiswa S1), Masyarakat Umum 700 orang. Dari seluruh tamu peserta yang sempat ditanya pendapatnya tentang penyelenggaraan acara Kuliah Umum ini, semuanya menyatakan puas dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak penyelenggara, yaitu Keluarga Alumni Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada juga para mahasiswa serta pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya acara tersebut.

Pesta telah berakhir dengan sukses,
dan mampu membuat banyak orang merasa puas,
walau sering kali yang kita dapat bukan yang kita suka,
kita harus selalu bisa mensyukuri apa yang kita dapat,

Kebahagiaan itu hadir saat kita mau dan mampu menerima,
hasil dari segala jerih payah dengan ikhlas apa adanya,
karena tidak akan ada orang yang bisa bertanggung jawab,
atas kebahagiaan kita kecuali diri kita sendiri…

Sotja Prajati 73

Bagikan
  • 25
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp