Ayam Goreng Lengkuas Bandung

Ayam goreng lengkuas merupakan masakan yang sangat populer dan sangat digemari. Ada beberapa daerah yang menjadikan ayam goreng lengkuas ini sebagai ikon, misalnya ayam goreng lengkuas Bandung. dan ayam goreng lengkuas Minangkabau. Dengan rempah yang dominan berasal dari lengkuas muda yang diparut menjadikan masakan ini gurih dan lezat.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuat ayam goreng lengkuas Bandung


Cara membuat:
• Haluskan bumbu-bumbu, parut lengkuas (laos) muda dan sisihkan.
• Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan lengkuas parut, daun salam sambil diaduk hingga harum.
• Masukkan ayam, lalu aduk hingga berubah warna.
• Tuang air lalu rebus sampai bumbu meresap (agak kering).
• Goreng ayam sampai kecokelatan.
• Goreng juga bumbunya hingga kering renyah.
• Disajikan sebagai lauk bersama nasi hangat.

Keamanan pangan untuk ayam goreng lengkuas Bandung

Ayam goreng lengkuas diolah dengan cara ayam ditumis dengan bumbu utama lengkuas dan bumbu lainnya, diungkep sampai bumbu meresap dan selanjutnya digoreng. Dengan pemanasan yang berturut-turut ini diperkirakan bakteri (patogen) yang berasal dari ayam dan juga bahan dasar lainnya mati. Ayam goreng yang disajikan dan langsung dikonsumsi saat masih panas tentu saja aman, namun, apabila dibiarkan ditempat terbuka berjam-jam bisa jadi ayam goreng ini terkontaminasi dengan bakteri dari berbagai sumber sehingga menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Potensi bahaya yang mungkin muncul pada ayam goreng adalah bahaya mikrobiologis dengan sumber bakteri (patogen) yang utama berasal dari ayam dan bahan dasar lainnya. Pemanasan pada masakan ini berlangsung dua kali, yang pertama adalah pemasakan ayam dengan bumbu-bumbu hingga meresap bumbunya, selanjutnya adalah penggorengan. Apabila kedua proses ini dilakukan dengan sempurna maka seluruh bakteri yang ada pada bahan dasar akan mati, sehingga bahaya mikrobiologis yang muncul diperkirakan berasal dari kontaminasi silang pasca penggorengan.

Sumber cemaran bisa dari peralatan atau lingkungan yang kurang bersih. Karyawan yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan diri. Sumber cemaran bisa dari mana saja. Apabila terjadi kontaminasi silang, bakteri dari lingkungan mencemari makanan, dan ayam goreng ini dibiarkan berjam-jam di meja makan, maka bakteri (patogen) segera tumbuh dengan baik. Apabila cemaran merupakan patogen atau menghasilkan toksin, maka bisa jadi masakan ini menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

Pembelian bahan dasar dan penanganan
Untuk menghindari terjadinya keracunan atau timbulnya penyakit, bahan dasar ayam harus dipilih yang masih segar, ditandai dengan bau dan warna normal. Sebelum diolah daging ayam juga harus diperlakukan dengan tepat. Agar bakteri yang terdapat pada daging ayam tidak berkembang biak serta enzim bawaan daging segar juga tidak aktif, maka daging ayam harus dicuci bersih dan segera diolah atau disimpan dalam lemari es dan tetap dalam kondisi dingin sampai dengan saat diolah. Bahan dasar lainnya (bumbu-bumbu) juga harus dipilih yang kualitasnya baik.

Persiapan dan pemasakan
Setelah daging ayam dicuci bersih selanjutnya dibumbui dengan cara ditumis dengan bumbu yang sudah dihaluskan, diungkep agar bumbu merasuk, dilanjutkan dengan penggorengan sampai matang. Pemanasan yang dilakukan 2 kali terhadap ayam merupakan tahapan saat bakteri yang terbawa oleh bahan dasar, termasuk patogen yang ‘mungkin’ mengkontaminasi ayam dapat dihilangkan.

Penyajian / pemanasan ulang
Untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, penyajian harus mengikuti kaidah sanitasi dan higiene yang tepat. Ayam goreng yang telah siap disajikan hendaknya segera disantap untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang pasca penggorengan. Apalagi bila ayam goreng yang terhidang di atas meja tidak dilindungi dengan penutup yang memadai. Kemungkinan dihinggapi lalat atau serangga lain yang mungkin tidak terpantau oleh kita, sehingga mengakibatkan kontaminasi silang. Pada suhu kamar, cemaran bakteri yang mengkontaminasi ayam goreng segera tumbuh dan berkembang biak. Oleh karena itu, sebaiknya ayam goreng disantap saat masih panas, apabila belum akan disantap, sebaiknya ayam goreng disimpan dingin, dan dipanaskan kembali saat mau disantap.

Resep oleh: Siti Rahayu 73 dan Lidia Ratna H
Endang S Rahayu
Sumber gambar: www.sajiansedap.com

Bagikan
  • 7
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp