Pangan Daging dan Kesehatan (Bagian II)

Daging merah adalah daging yang berwarna kemerahan, jenis daging ini berasal dari ternak besar, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dll. Tampilan warna daging ini dipengaruhi oleh adanya protein bernama mioglobin yang terdapat pada semua otot,termasuk daging. Semakin banyak kandungan mioglobin, maka warna daging akan semakin merah.

Daging merah merupakan jenis daging yang kaya akan nutrisi, satu hidangan daging sapi rendah lemak dengan berat 85 gram, hanya 180 kalori, terdiri dari beberapa nutrisi penting, antara lain: zat besi,yang dibutuhkan oleh para wanita di usia reproduksi, vitamin B-12, yang membantu pembentukan DNA dan menyehatkan saraf, serta sel darah merah. Zinc yang membantu sistem kekebalan tubuh, dan protein yang membangun tulang dan otot. Namun disamping memiliki nutrisi yang penting untuk kesehatan, daging merah ini juga mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam daging. Kolesterol jahat (LDL) yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Institute of Health – AARP terhadap setengah juta warga Amerika Serikat lanjut usia, menyatakan bahwa orang-orang yang paling banyak makan daging merah dan daging olahan selama 10 tahun, lebih cepat meninggal dari pada mereka yang memakan lebih sedikit daging merah. Mereka yang makan setidaknya 110 gram daging merah dalam sehari, berisiko meninggal karena kanker dan penyakit jantung, dibandingkan mereka yang hanya makan sekitar 15 gram dalam sehari. Oleh karena itu para peneliti mengklasifikasikan risiko daging terhadap kanker dan penyakit jantung sebagai ‘cukup berisiko’

Seorang profesor nutrisi di Georgia State University bernama Christian Rosenbloom PhD, RD, memberikan kiat agar aman mengonsumsi daging merah, yaitu memilih potongan daging yang rendah lemak dan mengontrol porsinya. Daging merah disebut rendah lemak jika setiap 85 gramnya mengandung kurang dari 10 gram lemak total, 4,5 gram lemak jenuh, dan 95 mg kolesterol. Daging merah jenis ini dalam bahasa Inggris biasa menggunakan kata ‘loin’ seperti Sirloin (has luar) dan Tenderloin (has dalam).

American Institute for Cancer Research menyarankan untuk mengonsumsi tak lebih dari 500 gram daging merah yang dimasak per minggu dan menghindari semua daging olahan, termasuk sosis, ham, dan bacon. Hindari juga memasak daging dengan suhu tinggi, karena dapat menghasilkan heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) yang dapat meningkatkan risiko kanker.

Berikut adalah tips dari Gelfand dan Lee untuk memasak daging merah secara aman dengan mengurangi pemaparan HCA dan PAH:

1. Untuk proses pembakaran daging, pilih daging merah yang rendah lemak, hal ini untuk mengurangi kemungkinan api membesar oleh lemak yang terbakar dan menghasilkan asap yang dapat meninggalkan zat karsinogen pada daging.

2. Jika membakar daging, gunakan api medium atau tidak langsung bersentuhan dengan bara api, agar api tidak membesar dan menggosongkan daging. Batasi juga penggorengan yang memasak daging pada temperatur tinggi.

3. Jangan membiarkan daging gosong, daging yang terlalu matang mengandung lebih banyak senyawa yang dapat menyebabkan kanker.

4. Rendam daging dalam bumbu-bumbu terlebih dulu untuk mengurangi pembentukan HCA, namun pilihlah bumbu yang tidak mengandung gula agar api tidak membesar dan menggosongkan permukaan daging.

5. Balik-balikkan daging selama dimasak menggunakan spatula, bukan menggunakan garpu, karena bisa menyebabkan air daging keluar dan mengakibatkan api membesar.

6. Konsumsi dan masak daging dengan sayur dan buah-buahan karena segala yang berbahan dasar tanaman tidak menghasilkan HCA.

7. Buang lemak dari daging sebelum dimasak, begitu juga buang bagian-bagian yang gosong sebelum dimakan.

Saran: Ganti porsi daging merah dengan ikan atau daging unggas, agar didapatkan manfaat kesehatan yang lebih baik

Daging Merah….
kaya nutrisi yang berfaedah,
tapi harus dikendalikan porsinya,
juga cermati cara mengolahnya….

Sotja Prajati 73

Daftar Pustaka:
sain.kompas.com
id.m.wikipedia.org
Sumber gambar: https://lifestyle.sindonews.com/read/1243812/155/manfaat-daging-merah-untuk-perkembangan-si-kecil-1506601306

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp