Pangan Daging dan Kesehatan (Bagian I)

Setiap orang pasti mengenal santapan yang berupa daging, pernah menyantapnya, bahkan mungkin termasuk penyuka daging. Pada dasarnya semua zat yang dimakan adalah untuk menghasilkan nutrisi bagi tubuh, untuk mendapatkan tenaga, membantu pertumbuhan badan dan otak, sehingga tanpa makanan, mahluk hidup dipastikan sulit melakukan aktivitas kesehariannya.

Setiap makanan, khususnya yang berasal dari bermacam jenis daging, memiliki kandungan gizi yang berbeda. Protein, lemak, dan karbohidrat merupakan salah satu contoh gizi yang bisa didapatkan dari daging. Ada beberapa jenis daging yang kita kenal sebagai makanan sehari-hari, diantaranya yang dibedakan berdasarkan warna daging, yaitu ada daging putih dan ada daging merah.

Daging putih adalah jenis daging yang berwarna putih, merupakan daging yang berasal dari unggas, seperti: ayam, burung, kalkun, ikan-ikanan, hasil laut, seperti lobster, udang, kepiting, serta kerang-kerangan. Selain itu ada kelompok reptil (buaya, biawak, ular, bulus), serta amfibi (katak/kodok), juga termasuk dalam kelompok daging putih.

Daging merah adalah jenis daging yang berwarna kemerahan, merupakan daging yang berasal dari ternak besar, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda. Tampilan warna daging ini dipengaruhi oleh protein bernama mioglobin yang terdapat pada semua otot termasuk daging. Semakin banyak jumlah kandungan mioglobinnya, maka warna dagingnya akan semakin kemerahan.

Pada tulisan bagian I ini, hanya akan mengulas tentang daging putih saja, sedangkan daging merah akan diulas pada bagian II dari judul yang sama. Daging putih merupakan sumber protein dengan kalori lebih rendah dan kandungan lemak juga lebih rendah jika dibandingkan dengan daging merah, sehingga manfaat utama daging putih adalah merupakan sumber utama protein yang rendah kalori.

Salah satu jenis daging putih yang banyak digemari adalah ikan, yang merupakan sumber protein yang sangat baik bagi kesehatan, Mengonsumsi ikan secara rutin memiliki banyak manfaat, karena lemak dalam ikan adalah lemak tak jenuh, sehingga mudah dicerna oleh tubuh dengan baik. Kandungan nutrisi pada ikan terdiri dari: asam lemak omega-3, vitamin D dan B-2 (riboflavin), kalsium, fosfor, serta mineral: zat besi, zinc, yodium, magnesium, dan kalium.

Ada bermacam manfaat yang kita dapatkan apabila mengonsumsi ikan secara rutin, yaitu;

1. Mencegah penyakit jantung. The American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan sebanyak 2 kali per minggu, karena ikan mengandung protein, vitamin, dan mineral, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kandungan omega-3 sangat baik untuk kesehatan jantung.

2. Makanan pendamping nasi terbaik. Kandungan gizi yang terdapat dalam ikan juga baik bagi tubuh. Asam amino esensiil maupun non esensiil memiliki daya absorpsi yang tinggi yaitu 90 – 100 %

3. Mencegah penyakit kolesterol. Ikan mengandung asam lemak omega-3 (asam lemak tak jenuh) yang tinggi, yang merupakan kolesterol baik ( HDL)

4. Memfasilitasi program diet sehat. Ikan tidak mengandung kolesterol yang tinggi, serta sangat tinggi protein dan vitamin, memiliki kandungan omega-3 yang tinggi

5. Menyehatkan sistem kardiovaskuler. Mencegah terjadinya akumulasi trigliserida, mengurangi adanya tingkat trigliserida yang berlebihan, meningkatkan HDL (kolesterol baik).

6. Mencerdaskan otak. Manfaat omega-3 ampuh sebagai nutrisi yang dapat mencedaskan otak.

Tips:
• Biasakan makan ikan sejak menyusui.
• Berikan pada anak makan ikan secara rutin.
• Ikan yang dimasak tim lebih banyak nutrisinya.
• Konsumsilah ikan segar, pilih ikan yang tidak terkontaminasi.

7. Menstabilkan tekanan darah tinggi. Kandungan omega-3 merupakan jenis lemak yang penting untuk mencegah dan menstabilkan tekanan darah tinggi

8. Mengurangi risiko stroke. Tekanan darah tinggi dan makanan berlemak yang tinggi, dapat menyebabkan stroke

9. Menyehatkan mata dan kulit. Kandungan fosfor dan vitamin yang cukup tinggi, sangat penting untuk kesehatan mata, kandungan vitamin D dan B-2 sangat penting untuk kesehatan kulit dan tulang, kandungan omega-3, sangat penting untuk mencegah inflamasi yang menjadi penyebab penuaan dini

10. Mengurangi risiko kanker. Kandungan zat riboflavin dipercaya dapat mencegah kanker prostat dan mengusir berbagai jenis kanker lainnya

11. Mencegah terjadinya peradangan. Asam lemak omega-3 ampuh untuk mencegah terjadinya peradangan dan mengurangi risiko terkena penyakit arthritis

12. Mencegah depresi. Asam lemak omega-3 sangat penting untuk mencegah depresi

13. Mengurangi risiko terkena alzheimer dan dimensia. Untuk penyakit dengan degradasi fungsi otak manusia, konsumsi ikan dapat membantu meningkatkan fungsi neuron pada otak yang berfungsi untuk memori dan daya ingat otak. Kandungan gizi ikan sangat penting untuk mencegah penyakit alzheimer dan dimensia, terutama pada ikan yang dikukus

14. Mencegah diabetes. Mengonsumsi ikan secara teratur dapat membantu melancarkan peredaran darah yang sangat penting untuk mencegah diabetes

15. Bermanfaat bagi ibu hamil dan masalah prematur. Kandungan gizi pada ikan, penting untuk mengurangi terjadinya kasus prematur. Omega-3 dapat membantu meningkatkan fungsi otak janin dalam kandungan

Untuk mendapatkan manfaat gizi yang optimal dari ikan, maka cara yang benar dalam pengolahannyapun harus diperhatikan. Beberapa cara yang sehat dalam penyajian ikan, adalah sebagai berikut:

1. Dikukus dengan ditambah beberapa sayuran
2. Sup ikan, terutama baik untuk kesehatan
3. Sandwich, perpaduan antara roti gandum, sayuran seperti selada, menjadikan santapan sarapan yang nikmat dan lezat
4. Steak ikan, dimasak dengan cara dipanggang dari pada dibakar
5. Dimasak kari, karena kunyit dapat mencegah berbagai penyakit berbahaya, seperti kanker usus dan pikun pada usia lanjut
6. Ikan dalam sajian salad yang kaya akan sayuran. Akan lebih nikmat jika campuran salad dan ikan ditemani dengan saus salad yang rendah kalori.

Ikan merupakan sumber protein rendah kalori,
baik untuk secara rutin dikonsumsi,
kandungan lemak tak jenuhnya yang tinggi,
menjadikannya pangan yang sehat bergizi….

Sotja Prajati 73

Referensi:
sain.kompas.com
manfaat.co.id
doktersehat .com
Sumber gambar: https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/daging-merah-vs-daging-putih/

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp