Bifidobacterium, Siapa yang Tak Kenal?

Bifidobacterium adalah bakteri baik, penghuni usus sejak bayi dilahirkan sampai dengan lanjut usia. Bahkan diketahui juga bahwa air susu ibu (ASI) membawa komponen atau nutrisi khusus untuk pertumbuhan bakteri ini, sehingga bakteri baik ini dapat tumbuh dominan dibanding bakteri-bakteri lain penghuni usus. Kapan bakteri ini mulai dikenal? Henry Tissier, dokter anak berkebangsaan Perancis, pada sekitar tahun 1900 telah mengisolasi bakteri ini dari feses bayi ASI sehat. Karena bakteri ini berbentuk bifid (Y) maka disebut sebagai bifidus. Tahun-tahun berikutnya Tissier juga mengamati feses anak-anak yang mengalami diare dan dibandingkan dengan anak-anak yang sehat, ternyata bakteri berbentuk bifid ini jumlahnya melimpah pada feses anak-anak yang sehat, sedang pada feses anak-anak yang diare populasinya sangat berkurang. Sehingga Tissier menyarankan bahwa bakteri baik berbentuk bifid ini dapat diberikan pada anak-anak penderita diare untuk memperbaiki populasi bakteri baik, atau kata lain yang saat ini lebih populer adalah untuk memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus yang terganggu akibat diare. Hal ini juga merupakan konsep probiotik, walaupun istilahnya sendiri baru muncul puluhan tahun kemudian.

Bifidobacterium merupakan bakteri Gram positif, berbentuk bifid, non motil, pada umumnya bersifat obligat anaerob, namun ada beberapa yang mikro-aerotoleran, banyak ditemukan pada saluran pencernaan, vagina, mulut mamalia termasuk manusia. Walaupun bakteri ini juga menghasilkan asam laktat serta asam lainnya sebagai produk utama metabolisme karbohidrat, namun karena perbedaan karakteristik yang cukup besar, maka bakteri ini tidak dimasukkan ke dalam kelompok bakteri asam laktat. Bifidobacterium merupakan anggota phylum Actinobacteria, sedangkan bakteri asam laktat merupakan anggota phylum Firmicutes. Diperkirakan terdapat lebih dari 40 spesies Bifidobacterium, namun yang banyak ditemukan pada ASI dan selanjutnya mendominasi mikrobiota usus bayi adalah Bifidobacterium longum, B. animalis (B. lactis), B. bifidum dan B. catenulatum.

Apa kelebihan Bifidobacterium dengan bakteri penghuni usus lainnya? Bakteri ini memiliki kelebihan luar biasa yaitu kemampuannya di dalam menghidrolisis komponen karbohidrat kompleks. Dari analisa genom pada berbagai spesies Bifidobacterium, diketahui bahwa bakteri ini memiliki sekitar 25-126 jenis enzim glikosil hidrolase, dibandingkan dengan tubuh manusia yang hanya memiliki 8 enzim saja (termasuk diantaranya amilase). Enzim glikosil hidrolase atau disebut juga glikosidase hidrolase atau glikosidase adalah enzim yang mengkatalisis hidrolisis ikatan glikosidik pada karbohidrat kompleks, diantarnya amilase, selulase, hemiselulase, lisozim. Berbagai jenis karbohidrat kompleks tanaman yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim pencernaan, akan berlanjut ke kolon dan menjadi makanan utama Bifidobacterium yang memiliki berbagai jenis enzim penghidrolisis karbohidrat ini. Sehingga banyak komponen karbohidrat yang dikategorikan sebagai prebiotik, yang ditujukan untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri baik ini dalam kolon yang selanjutnya berdampak pada kesehatan usus. Salah satu manfaat kesehatan yang diberikan oleh bakteri ini adalah kemampuannya di dalam mensintesis beberapa vitamin, asam folat, short chain fatty acid (SCFA), khususnya asam laktat dan asam asetat. Asam asetat yang bersifat antagonistik terhadap bakteri lain, yang dihasilkan oleh Bifidobacterium di usus mampu menghambat bakteri jahat dan menekan produksi komponen putrefaktif.

Walaupun saat itu istilah probiotik maupun pangan fungsional belum muncul, aplikasi Bifidobacterium pada makanan telah dilakukan, yaitu pada tahun 1948 yang dilaporkan oleh Mayer. Bakteri yang digunakan saat itu adalah adalah Thermobacterium bifidum yang diaplikasikan pada makanan bayi, yang ditujukan untuk memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus pada bayi. Setelah saat itu, pada tahun 1960-an, berbagai spesies Bifidobacterium mulai digunakan untuk memproduksi makanan fermentasi, terutama berbasis susu, dikenal dengan nama bifidobacteria yogurt. Di Jepang, bakteri ini mulai populer digunakan pada tahun 1980. Dibandingkan dengan Lactobacillus yang lebih mudah tumbuh pada susu, Bifidobacterium yang bersifat anaerob memerlukan teknik tersendiri, termasuk penambahan growth factors untuk diaplikasikan pada fermentasi susu. Tujuan penggunaan Bifidobacterium adalah untuk mendapatkan berbagai manfaat kesehatan.

Saat ini probiotik berbasis Bifidobacterium telah banyak ditemukan di pasar, baik dalam bentuk powder sebagai suplemen yang dikombinasikan dengan Lactobacillus, ataupun komponen prebiotik, maupun dalam bentuk fermentasi susu. Bifidobacterium dikenal memiliki banyak manfaat serta berstatus GRAS (Generally Recognized As Safe). Beberapa manfaat kesehatan bakteri ini seperti dituliskan dalam reviewnya, Ishibashi dkk, 1997 dan O’Callaghan and Sinderen (2016), diantaranya adalah kemampuannya di dalam menjaga kesehatan saluran cerna, melalui kompetisi eksklusi bakteri ini mampu menekan bakteri jahat, bakteri ini juga dapat memperbaiki masalah konstipasi, dapat digunakan untuk mengatasi diare, IBD, kanker kolekretal. Bahkan bakteri ini diketahui juga dapat menekan terjadinya kasus necrotizing enterocolitis pada bayi prematur. Bakteri Bifidobacterium juga mampu menstimulasi sistem imun tubuh, menginduksi produksi antibodi spesifik dan non-spesifik, memiliki efek antitumor dan antitoksin. Beberapa spesies yang telah beredar dipasar adalah Bifidobacterium lactis, B. breve, B. infantis, dan B. longum. Manfaat yang diberikan oleh probiotik adalah strain dependen, sehingga perlu betul-betul dicermati manfaat dari masing-masing strain bakteri probiotik.

Endang S Rahayu 73
Refrensi:
Ishibashi N, Yaeshima T and Hayasawa H. (1997). Bifidobacteria: their significance in human intestinal health. Mal J Nutr 3: 149-159, 1997

O’Callaghan and Sinderen, 2016. Bifidobacteria and Their Role as Members of the Human Gut Microbiota. Frontiers in Microbiology | www.frontiersin.org 1 June 2016 | Volume 7 | Article 925
Sumber gambar: https://fineartamerica.com/featured/2-bifidobacterium-bifidum-scimat.html

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp