Mi Instan dan Kesehatan

Mi instan merupakan makanan yang banyak digemari, karena selain rasanya enak, juga karena praktis dalam cara penyajiannya. Tetapi sebenarnya jika ditijau dari segi gizi dan keamanan pangan, mi instan tidak terlalu baik terutama jika dikonsumsi oleh pengidap obesitas, hipertensi, dan diabetes, kenapa?

Dalam pembuatan mi instan, karbohidrat berupa tepung olahan (maida) yang terdapat dalam mi telah mengalami proses pemurnian berkali-kali yang membuatnya kehilangan nutrisi, serta mudah diserap dan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh terjadi secara cepat, selain itu mi instan juga mengandung lemak trans yang cukup tinggi yang akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah, sehingga pembuluh darah arteri berisiko mengalami penyumbatan.

Bumbu racikan mi instan terdapat zat penyedap rasa (monosodium glutamat/MSG) serta kadar garam yang tinggi, yaitu 2,5-5 gram garam dalam setiap 100 gram mi, tingkat asupan sodium yang tinggi akan membuat rentan terhadap hipertensi dalam jangka panjang.

Orang yang telah menyadari pentingnya kesehatan, akan selalu berusaha menerapkan pola makan yang seimbang dalam kehidupannya, yaitu mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta sayuran, agar semua kebutuhan nutrisi bagi tubuh dapat terpenuhi.
Berikut ini ada beberapa tips bagi penyuka mi instan agar tetap bisa terjaga kesehatannya:
1. Hindari makan mi instan tanpa dimasak terlebih dulu.
2. Konsumsi mi instan sebaiknya dilakukan tidak lebih dari sekali saja dalam seminggu, terapkan pola makan 3B (Bervariasi-Berimbang-Bergizi).
3. Hindari mengonsumsi air rebusan mi instan karena mengandung lemak.
4. Tambahkan sayuran pada saat menyajikan mi instan sebagai upaya penyeimbangan komposisi pangan menggunakan bahan pangan organik.
5. Hindari mengonsumsi mi instan bersamaan dengan nasi, karena keduanya merupakan karbohidrat, variasikanlah dengan makanan berprotein, seperti telur, ikan.
6. Sehabis mengonsumsi mi instan, minumlah air putih sebanyak mungkin, minimal 2 gelas atau 500 ml.

Kecerdasan dalam mengelola asupan makanan, merupakan kunci sukses untuk terjaganya kondisi kesehatan badan….

Sotja Prajati 73
Referensi :
hellosehat.com
rubrikita.com
Dokter Sehat-Informasi Kesehatan
Sumber gambar: https://bp-guide.id/AXH7Dx49

Bagikan
  • 20
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp