Es Dawet Ayu Banjarnegara

Dawet merupakan minuman tradisional dibuat dari tepung hunkwe yang disajikan dingin dengan santan dan rasa manis berasal dari gula aren. Enak dihidangkan saat udara panas, dawet ayu merupakan minuman unggulan daerah Banjarnegara dan biasanya disajikan dingin dengan menambahkan es batu. Rasanya yang segar membuat minuman tradisional ini selain sebagai pelepas dahaga, juga digunakan sebagai pendamping makanan utama. Karena itu di beberapa tempat seperti warung makan atau restoran juga menyajikan menu dawet ayu sebagai menu minuman andalan.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuat es dawet ayu Banjarnegara

Cara membuat:
Cendol
• Campur tepung hunkwe, air daun pandan suji, dan garam,
• Aduk rata sampai tepung hunkwe larut.
• Masak sambil terus diaduk hingga adonan menggumpal dan matang.
• Siapkan cetakan cendol dan baskom berisi air dingin
• Ambil adonan cendol masukkan dalam dalam cetakan cendol kemudian tekan dengan alat pengepresnya diatas air dingin dalam baskom. Cendol akan keluar dan masuk dalam air dingin biarkan sampai cendol menjendal kemudian tiriskan..
Santan
• Rebus santan dengan ditambah sedikit garam hingga mendidih. Tambahkan daun pandan dan nangka yang sudah diiris-iris. Sisihkan.
Sirup gula: 
• Rebus air masukkan gula merah masak hingga larut dan dinginkan.
Penyajian
• Ambil 5 gelas besar isi masing-masing dengan cendol,
• Masukkan sirup gula merah.
• Masukkan cendol.
• Masukkan santan
• Tambahkan potongan nangka dan es batu diatasnya.

Keamanan pangan untuk es dawet ayu Banjarnegara

Dawet merupakan minuman dingin yang segar disantap bersama es. Karena sepenuhnya bahan dasarnya adalah air, maka keamanan pangan dari es dawet ini sangat ditentukan oleh kualitas air yang digunakan, baik air untuk minuman maupun untuk membuat es. Untuk memastikan bahwa es dawet aman maka hal yang utama adalah bahwa air yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai air minum.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Dawet merupakan minuman yang disajikan dingin, namun demikian perlu diketahui bahwa pada suhu dingin, mikroorganisme tetap dapat tumbuh dan berkembang biak, walaupun sangat lambat, sehingga sumber-sumber cemaran pada bahan yang digunakan perlu diperhatikan. Potensi bahaya yang mungkin muncul pada dawet adalah bahaya mikrobiologis yang dibawa oleh bahan dasar terutama air. Air yang digunakan untuk minuman ini harus memenuhi persyaratan sebagai air minum, bebas dari segala cemaran baik mikrobiologi maupun makrobiologis. Untuk membuat minuman ini termasuk air yang digunakan membuat es, harus air matang, untuk memastikan seluruh potensi bahaya mikrobiologis telah teratasi. Bahaya mikrobiologis berikutnya adalah berasal dari kontaminasi silang, dari peralatan, lingkungan, bahkan dari karyawan. Sehingga kaidah-kaidah sanitasi dan higiene yang baik perlu diterapkan untuk mendukung keamanan pangan minuman es dawet ini.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

Bahan dasar, penanganan dan persiapan
Bahan utama dawet adalah air, kualitas air harus menjadi perhatian utama. Air yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai air minum. Air mentah merupakan sumber kontaminan. Beberapa bakteri yang terdapat pada air yaitu coliform, E. coli, maupun bakteri yang lain, termasuk bakteri patogen enterik (Salmonella, Shigella, dll.), apabila air terkontaminasi dengan feses manusia atau hewan, dan kotoran yang lain.. Seluruh air yang digunakan untuk proses pembuatan dawet, termasuk yang digunakan untuk membuat es, harus air yang telah matang. Pemasakan air mampu membunuh berbagai mikroorganisme yang terdapat pada air.

Pemasakan
Pembuatan cendol melewati pemanasan, dapat membunuh bakteri. Air dingin (es) yang digunakan untuk menampung cendol setelah dicetak harus berasal dari air matang, untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang. Perlu diketahui bahwa air mentah berpotensi membawa bakteri patogen. Santan kelapa yang digunakan juga bisa menjadi sumber cemaran apabila pembuatannya tidak benar. Kelapa yang diparut dan diperas dengan penambahan air, merupakan titik lemah di dalam proses pembuatan santan. Kelapa, air matang, alat pemarut, alat penyaring, semuanya dapat menjadi sumber cemaran. Cara lain untuk menurunkan potensi bahaya pada santan adalah dengan memanaskan santan, dengan cara demikian, mikroorganisme yang terdapat pada santan dapat diturunkan jumlahnya. Sehingga untuk menghindari terjadinya kontaminasi silang, peralatan mupun karyawan harus dijaga kebersihan dan kesehatannya.

Penyajian
Pengendalian bahaya yang lain baik santan atau cendol selalu dijaga agar tetap dingin. Dalam suasana dingin mikroorganisme yang ada tidak berkembang dengan cepat. Digunakan es batu yang termasuk produk es yang dapat dimakan. Untuk mencegah kontaminasi silang, harus dipatuhi kaidah-kaidah sanitasi dan higiene yang baik, seluruh peralatan, lingkungan juga karyawan yang menangani makanan harus bersih dan sehat.

Resep oleh: Siti Rahayu 73 dan Lidia Ratna H
Endang S Rahayu
Sumber gambar: http://www.diahdidi.com/2013/04/es-dawet.html

Bagikan
  • 6
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp