Penyakit Bawaan Makanan karena Virus

Virus merupakan elemen yang terdiri dari DNA benang tunggal atau ganda maupun berupa RNA yang diselubungi oleh bahan pelindung terdiri atas protein, lipid, glikoprotein atau kombinasi ketiganya. Berbeda dengan bakteri, virus hanya berkembang biak bila terdapat pada sel/jaringan hidup sehingga virus tidak berkembang biak saat mengkontaminasi makanan. Makanan atau peralatan yang tidak bersih hanya sebagai alat transportasi untuk virus masuk ke usus/saluran pencernaan. Berikut ini adalah penyakit yang disebabkan oleh virus

1. Gastro-enteritis akibat virus
(1) Penyebab: rotavirus dan calcivirus
(2) Jenis serangan: gastroenteritis (menyerang usus)
(3) Waktu inkubasi: 1 – 3 hari
(4) Gejala: diare, muntah, sakit perut dan demam. Dapat mengenai banyak orang sekaligus sehingga menjadi epidemi. Ada yang sporadis dan biasanya sembuh dengan sendirinya, kecuali gejala diare berat pada anak-anak dapat menyebabkan dehidrasi.
(5) Makanan yang terkontaminasi: berbagai jenis makanan yang tercemar oleh virus dari karyawan yang sakit, air serta peralatan yang tidak bersih.
(6) Sumber: virus pada penderita yang mencemari makanan, air dan alat yang kotor.
(7) Cara pencegahan: (a) proses pemasakan dilakukan dengan sempurna; (b) menerapkan persyaratan sanitasi peralatan dan higiene personal untuk mendukung keamanan pangan; (c) karena manusia dapat sebagai carrier, maka higiene personal harus ditingkatkan, kebiasaan mencuci bersih dengan sabun harus diterapkan.

2. Hepatitis A
(1) Penyebab: virus hepatitis A
(2) Jenis serangan: hepatitis (radang hati)
(3) Waktu inkubasi: 1 – 2 minggu, atau lebih
(4) Gejala: demam mendadak, terasa tidak enak badan, kemudian beberapa hari timbul warna kekuningan
(5) Makanan yang sering terkontaminasi: berbagai jenis makanan yang terkontaminasi oleh karyawan sebagai carrier (termasuk via feses)
(6) Sumber: manusia penderita sebagai carrier, penyebaran via fecal – oral.
(7) Cara pencegahan: (a) proses pemasakan dilakukan dengan sempurna; (b) menerapkan persyaratan sanitasi dan higiene personal untuk mendukung keamanan pangan; (c) karena manusia bisa sebagai carrier, maka higiene personal harus ditingkatkan, kebiasaan mencuci bersih dengan sabun harus diterapkan.

Endang S Rahayu 73
Sumber gambar: http://clarionmedical.com.sg/ge/

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp