Tips Memasak Orak-arik Buncis Solo

Orak-arik buncis Solo adalah salah satu hidangan lauk yang berasal dari Solo, kadang orang menyebut oseng-oseng buncis atau tumis buncis, yang menjadikan masakan ini istimewa karena biasanya dicampurkan bahan lain seperti ampela ayam, udang atau pun bakso kadang juga dicampur dengan sosis. Membuatnya sangat mudah apalagi jika yang memasaknya pandai memilih buncis yang masih segar, muda dari kebun.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuat orak-arik buncis Solo

Cara membuat:
• Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan irisan cabai merah, salam laos serta bumbu yang lain.
• Masukkan ampela tambahkan sedikit air bila ampela sudah masak.
• Masukkan udang dan bakso.
• Masukkan buncis iris, masak terus hingga buncisnya matang.
• Angkat dan hidangkan bersama nasi hangat.

Keamanan pangan untuk untuk orak-arik buncis Solo

Orak arik buncis merupakan masakan yang biasa dikonsumsi bersama nasi dan disajikan pada kondisi ‘tidak panas’, sehingga yang perlu dicermati adalah penyajian makanan ini. Sedapat mungkin dihindari terjadinya kontaminasi silang pasca pemasakan atau selama penyajian agar makanan ini tetap aman yaitu dengan mengikuti kaidah sanitasi dan higiene yang benar.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul

Potensi bahaya yang mungkin muncul pada orak-arik adalah bahaya mikrobiologis dengan sumber cemaran bakteri yang utama berasal dari bahan dasar. Ampela ati ayam merupakan sumber bakteri, bahkan termasuk patogen Salmonella, apabila tidak diperlakukan dengan tepat. Sumber cemaran bakteri yang lain adalah dari buncis, bumbu-bumbu. Potensi bahaya mikrobiologis yang mungkin muncul pada orak arik adalah berasal dari bakteri (patogen) yang terbawa bahan dasar dan belum seluruhnya mati akibat pemasakan yang kurang cukup.

Potensi bahaya berikutnya adalah berasal dari kontaminasi silang saat makanan ini disajikan dan tidak segera disantap. Sumber cemaran bisa dari peralatan atau lingkungan yang kurang bersih. Karyawan yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan diri juga dapat menjadi penyebab sumber cemaran. Sumber cemaran bisa dari mana saja. Apabila terjadi kontaminasi silang, bakteri dari lingkungan mencemari makanan dan masakan ini dibiarkan berjam-jam di meja makan, maka bakteri (patogen) segera tumbuh dengan baik. Apabila cemaran merupakan patogen atau menghasilkan racun, maka bisa jadi masakan ini menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

  • Pembelian bahan dasar
    Bahan dasar harus dipilih yang segar dan baik. Ampela ati ayam segar bisa menjadi sumber cemaran yang membawa patogen, sehingga harus dipilih yang segar. Bahan dasar lain seperti buncis dan bumbu-bumbu juga harus dipilih yang berkualitas baik.
  • Penanganan dan persiapan
    Bahan dasar (ampela, buncis, dll) dicuci sampai bersih dan langsung diolah. Ampela harus disimpan dalam lemari es apabila tidak langsung dimasak atau direbus dulu, dan apabila sudah dingin disimpan ke dalam lemari es. Apabila akan ditambahkan bakso dan sosis, keduanya juga harus disimpan dalam lemari pendingin sebelum dimasak.
  • Pemasakan
    Tahap pemasakan merupakan tahap penting saat bakteri yang ada pada bahan dasar dapat dibunuh. Penumisan bahan dilakukan dengan seksama, panas harus cukup untuk membunuh seluruh bakteri yang terbawa bahan dasar. Ampela bisa ditumis terlebih dahulu sampai matang, baru ditambahkan buncis dan bahan yang lain.
  • Penyajian
    Penyajian dilakukan dengan mengikuti kaidah sanitasi dan higiene yang baik dengan mengutamakan keamanan pangan. Karena orak-arik disajikan pada suhu ruang, maka terjadinya kontaminasi silang pasca pengolahan harus dicegah. Orak-arik disajikan pada piring yang bersih dan segera dikonsumsi. Apabila mau dibungkus, digunakan bahan pembungkus yang bersih dan memenuhi persyaratan keamanan pangan.
  • Pemanasan ulang
    Pemanasan ulang dimaksudkan untuk membunuh bakteri yang kemungkinan muncul setelah masakan dalam penyajian atau makanan tidak segera disantap dan dibiarkan di atas meja terlalu lama (> 4 jam).

Resep oleh : Siti Rahayu 73 dan Ratna Lidia H
Endang S Rahayu 73
Sumber gambar : http://anekamasakanusantara.blogspot.com/2015/12/resep-tumis-buncis-campur-udang.html

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp