Tips Membuat Pindang Patin Palembang

Pindang patin Palembang adalah masakan ikan patin dengan berbagai bumbu. Masakan ini merupakan salah satu masakan populer masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Berikut adalah bahan dasar dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan dalam membuat pindang ikan patin.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuat pindang patin Palembang
1. Bahan utama:
• Ikan patin segar, bersihkan, potong-potong sesuai selera         1 kg
• Air jeruk nipis      1 sdm
• Air                        750 ml

2. Bumbu-bumbu
• Bawang merah, iris       10 butir
• Bawang putih,iris          3 siung
• Sereh, memarkan         3 batang
• Cabai merah, iris          2 buah
• Cabai rawit utuh          10 buah
• Kunyit, iris                      5 cm
• Jahe, iris                          5 cm
• Lengkuas, iris                1 cm
• Daun kemangi              1 ikat
• Tomat ceri/cung kediro atau 5 buah tomat hijau, belah 4         10 buah
• Gula pasir                    1 sdt
• Garam                          secukupnya

3. Bahan pelengkap
Nanas, potong serasi

Cara membuat:
• Lumuri ikan yang sudah disiangi dengan air jeruk nipis, diamkan selama 15 menit lalu cuci kembali.
• Didihkan air, masukkan semua bumbu kecuali tomat ceri, daun bawang dan kemangi. Sesuaikan rasanya lalu masukkan ikan, nanas, tomat ceri dan daun bawang.
• Masak hingga mendidih, lalu masukkan daun kemangi, rebus hingga kemangi agak layu. Angkat dan sajikan,
Keamanan pangan untuk pindang patin Palembang

Pindang patin Palembang diolah dengan cara pemasakan ikan patin yang telah dibersihkan dan dipotong-potong bersama bumbu yang telah disiapkan sampai matang. Pemasakan dapat membunuh seluruh bakteri termasuk patogen yang terbawa oleh bahan dasar, khususnya ikan. Kondisi masakan pindang patin yang berasa asam ini juga kurang disukai oleh bakteri, karena bakteri tidak mampu tumbuh dengan baik pada kondisi asam. Namun demikian, apabila penanganan masakan ini tidak tepat, dan terjadi kontaminasi silang maka masakan asam khas Palembang inipun juga bisa berubah menjadi tidak aman.

Identifikasi bahaya yang mungkin muncul
Potensi bahaya yang mungkin muncul pada pindang patin adalah bahaya mikrobiologis dengan sumber cemaran bakteri (patogen) utama berasal dari ikan patin. Contoh patogen yang dibawa oleh ikan yaitu Vibrio. Namun patogen ini mati saat ikan dipanaskan sempurna sampai masak. Sumber cemaran mikrobiologis berikutnya adalah dari kontaminasi silang pasca pengolahan. Sumber cemaran bisa dari peralatan atau lingkungan yang kurang bersih dan karyawan yang tidak mengindahkan kebersihan dan kesehatan diri. Sumber cemaran bisa dari mana saja. Walaupun masakan ini asam, tetapi ikan patin yang berprotein tinggi tetap merupakan sumber nutrisi yang cocok untuk bakteri. Sehingga apabila terjadi kontaminasi silang, dan masakan ini dibiarkan saja berjam-jam di meja makan, maka bakteri (patogen) dapat tumbuh dengan baik, khususnya pada ikan yang bernutrisi tinggi. Apabila cemaran merupakan patogen maka bisa jadi masakan ini menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.

Cara pencegahan agar bahaya tidak muncul

  • Pembelian bahan dasar
    Untuk menjaga keamanan pangan pindang patin Palembang diawali dengan pemilihan bahan dasar yang baik, terutama ikan patin. Ikan harus dipilih yang masih segar, ditandai dengan bau, warna, tekstur yang normal. Bahan dasar lainnya, seperti bumbu-bumbu juga harus dipilih yang berkualitas baik.
  • Penanganan dan persiapan
    Penanganan ikan saat sampai di dapur (setelah dari pasar) juga harus benar, segera dibersihkan dan dimasak, apabila terjadi penundaan proses memasak, maka ikan harus disimpan dingin. Ikan merupakan sumber cemaran bakteri, termasuk patogen Vibrio, sehingga harus ditangani dengan tepat dan cepat.
  • Pemasakan
    Proses pemasakan dapat mematikan seluruh bakteri termasuk patogen yang ada pada ikan maupun bahan lainnya (bumbu-bumbu). Tahapan ini disebut sebagai tahapan yang paling penting untuk membunuh bakteri yang ada, sehingga harus dilakukan dengan tepat. Perlu dipastikan bahwa seluruh daging ikan patin matang.
  • Penyajian
    Penyajian pindang patin agar tetap aman dikonsumsi, harus mengikuti kaidah-kaidah keamanan pangan. Persyaratan sanitasi dan higiene , serta pengolahan pangan yang baik harus diikuti. Harus dihindari terjadinya kontaminasi silang pasca pengolahan. Peralatan saji, lingkungan harus bersih. Sebaiknya masakan segera dikonsumsi.

Resep oleh : Ratna Lidia Handayani dan Siti Rahayu 73

Endang Sutriswati Rahayu 73

sumber gambar : https://resepkoki.id/2017/12/06/5-sajian-pindang-yang-perlu-dicoba/

Bagikan
  • 8
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp