Pangan Rekayasa Genetik

Isu tentang rekayasa genetik terhadap pangan ini sebenarnya sudah menjadi topik pembahasan sejak 16 tahun yang lalu, namun sampai saat ini masih menjadi kontroversi antara yang pro dan kontra dalam melakukan pembahasan yang tidak ada hentinya. Isu ini berawal dari pernyataan Amerika Serikat bahwa Pangan Rekayasa Genetik (GMF: Genetically Modified Foods) adalah sejenis makanan yang beracun. Adapun definisi GMF, adalah makanan yang diproduksi dari tanaman, hewan mamalia, ikan, serta mikroorganisme seperti jamur, yang telah melalui proses rekayasa genetika.

Rekayasa genetik yang dimaksud adalah sebuah cara untuk mendapatkan gen yang baru, yang memiliki sifat seperti yang diinginkan dengan cara menyuntikkan gen (bagian dari kromosom yang membawa sifat turunan) ke tanaman atau hewan yang akan ditingkatkan sifat atau mutunya, misalnya untuk mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan, lebih tahan terhadap penyakit, memberikan rasa yang lebih nikmat, dan lain-lain.

Tujuan dari Rekayasa Genetik adalah:
1. Tanaman yang bermutu tinggi: tahan terhadap hama dan herbisida, hasil panen tidak cepat busuk, menguatkan nilai gizi, dan untuk tujuan pengobatan.
2. Produk makanan yang berkaitan dengan kesehatan: bakteri hasil rekayasa genetik digunakan dalam pembuatan insulin untuk pengobatan diabetes, hormon pertumbuhan untuk orang yang terganggu pertumbuhannya, juga untuk makanan yang diproses seperti pada pembuatan keju, serta untuk menjernihkan buah kotak.
3. Pada hewan juga dilakukan rekayasa genetik pada sapi untuk mendapatkan air susu sapi yang setara dengan ASI, atau menciptakan air susu sapi yang tidak menimbulkan alergi.

Sampai saat ini kontroversi terhadap pangan rekayasa genetik masih terus bergulir, sementara produk PRG juga terus beredar di hampir seluruh dunia dan dikonsumsi oleh begitu banyak hewan dan manusia.
• Bagi yang pro: rekayasa genetik merupakan solusi pilihan dalam mengatasi masalah pangan dunia, harga lebih murah, mutu lebih baik, serta menghilangkan alergen dari makanan.
• Bagi yang kontra: kemungkinan adanya dampak terhadap kesehatan konsumen, kemungkinan terciptanya alergen baru, hilangnya keseimbangan gizi asli, mempertanyakan dalam hal kehalalan produk pangan tersebut, serta resistensi antibiotik dan pestisida.

Menurut staf pengajar pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB, pernyataan negatif tentang PRG adalah tidak benar, karena setiap varietas PRG sebelum dilepas ke pasaran harus melalui serangkaian pengujian, yaitu: mulai dari tes struktur, toksisitas, uji kepada hewan, dilepas ke kelompok terbatas, baru kemudian dipasarkan. Ketika sebuah varietas sudah dilepas ke masyarakat, maka Komisi Keamanan Pangan Kementerian Pertanian melakukan penelitian dan pengujian di lapangan.

Namun menurut pernyataan Koordinator Aliansi Untuk Desa Sejahtera, Pemerintah Indonesia menganggap produk-produk PRG dari luar negeri adalah aman, karena pihak luar negeri telah melakukan kajian dengan pendekatan pada sisi keamanan pangan dan menyatakan bahwa produk PRG tersebut memiliki substansi yang sama, sehingga tidak diperlukan pengujian terhadap varietas. Pernyataan yang berbeda tersebut, sebaiknya diatasi oleh pemerintah dengan melakukan kajian ulang terhadap produk-produk PRG, dan mempublikasikan hasilnya, agar keresahan dan kontroversi ini tidak semakin berkepanjangan.

Saat ini untuk menjawab apakah Pangan Rekayasa Genetik aman untuk dikonsumsi, hanyalah berpulang kepada kepercayaan masing-masing individu terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang telah berhasil diaplikasikan:
• Lebih memilih makanan yang alami atau lebih suka pada makanan hasil rekayasa.
• Manusia merupakan makhluk yang diberi kelebihan otak oleh Sang Maha Pencipta, untuk menjaga dan memelihara alam beserta isinya, apakah ini termasuk tindakan untuk merekayasanya atau meyakini bahwa tindakan tersebut melanggar amanah.
• MUI telah menyatakan halal terhadap produk rekayasa genetik, sesuai Fatwa MUI nomor 35, 2013, yaitu halal melakukan rekayasa genetik pada hewan, tumbuhan, dan mikrobia. Tumbuhan dan hewan hasil rekayasa genetik boleh digunakan. Makanan, obat-obatan, dan kosmetik hasil rekayasa genetik adalah halal dengan syarat bermanfaat dan tidak membahayakan.

Jadi, amankah PRG?
tanyakan jawabnya kepada hati nurani masing-masing,
jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang,
karena ada kemungkinan rumputnyapun
merupakan hasil rekayasa genetika….

Sotja Prajati 73
Referensi:
Hellosehat.com
Pom.go.id
Wikihow.com
Sumber gambar: https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrisi/pangan-rekayasa-genetika/

Bagikan
  • 8
    Shares

One thought on “Pangan Rekayasa Genetik

  • May 31, 2018 at 8:03 am
    Permalink

    Jangan tanyakan pada rumput yang bergoyang…..ihirrrr

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp