Jeroan Oh Jeroan

Setiap orang pasti kenal dengan jenis bahan makanan yang berasal dari bagian dalam tubuh hewan (sapi,kambing,ayam), yang bernama jeroan, yaitu: hati, ampela, limpa, usus, dan sebagainya. Sebagaimana jeroan yang ada di dalam tubuh manusia, maka fungsi jeroan, khususnya hati, adalah menyaring berbagai racun yang ada di dalam tubuh, sehingga secara logika pastilah jeroan tersebut penuh berisi racun yang tidak aman untuk dikonsumsi.

Menurut seorang pakar kesehatan yang bernama Chris Kresser L.Ac, jeroan yang berasal dari tubuh hewan (sapi ataupun kambing) memiliki banyak kandungan yang baik, seperti retinol dan pro vitamin A, yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mata dan kulit kita. Jeroan (hati) juga memiliki kandungan vitamin B-12, folat dan kolin. Dikatakan juga bahwa hati, meskipun berfungsi sebagai penyaring racun, ternyata tidak menyimpan hasil penyaringannya, racun tersebut akan terlarut bersama lemak dan terbuang dari tubuh. Jadi sebenarnya jeroan (hati) tidak mengandung racun, akan tetapi dianggap berbahaya karena tingginya kadar kolesterol jahat yang akan diakibatkan jika dikonsumsi secara berlebihan, sehingga beresiko terhadap penyakit jantung, dan stroke.

Konsumsi jeroan memang masih sering menjadi kontroversi, antara pihak yang menyatakan bahwa jeroan aman untuk dikonsumsi, dengan yang menyatakan bahwa jeroan tidak baik bagi kesehatan. Faktanya, ada beberapa negara yang memperlakukan jeroan dengan cara yang berbeda, ada yang menganggap jeroan sebagai sampah yang tidak layak untuk dikonsumsi manusia, namun ada yang menganggap jeroan memiliki nilai gizi tertentu. Di Indonesia, jeroan sering ditemukan menjadi hidangan sehari-hari, yaitu umumnya diolah menjadi berbagai jenis masakan yang menggugah selera, seperti: soto, gulai, sate, sampai diolah menjadi keripik dan bermacam makanan kering.

Hal yang perlu dicermati adalah kesadaran bahwa di balik kelezatan masakan jeroan yang menggoda selera, tersimpan juga berbagai risiko bagi kesehatan, yaitu:

1. Mengandung racun. Hati dan ginjal hewan, penuh dengan racun yang disaring dari darah. Beberapa kandungan racun jeroan, adalah: merkuri, timah, arsenik, kromium, selanium, dan sebagainya

2. Menyebabkan infeksi parasit. Dalam jeroan hewan juga terdapat berbagai parasit yang masuk kedalam tubuh hewan melalui makanan

3. Menyebabkan sakit pinggang, encok, rematik, dan asam urat. Kandungan purin yang tinggi pada jeroan dapat menyebabkan gangguan-gangguan tersebut

4. Mengandung kolesterol tinggi. Konsumsi jeroan yang berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah sehingga berisiko menyebabkan penyakit arterosklerosis, dan juga menyebabkan penyakit jantung koroner, diabetes, darah tinggi, stroke hemoragik, gagal ginjal, dan kelebihan berat badan.

5.Menyebabkan gangguan pencernaan. Usus memiliki tekstur keras, sulit untuk dicerna. Usus yang merupakan organ pencernaan, mengandung banyak bakteri yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada perut bagian bawah

6. Menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Ibu hamil sangat tidak dianjurkan mengonsumsi jeroan. Zat-zat pada jeroan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan, juga dapat menyebabkan alergi

7. Menyebabkan pertumbuhan jerawat dan masalah kulit lainnya. Konsumsi jeroan biasanya dimasak dengan santan berlemak, sehingga akan menjadikan kandungan lemak yang dikonsumsi semakin bertambah, lemak yang berlebih dapat memicu tumbuhnya jerawat, kulit wajah menjadi gelap, kering, dan keriput.

So bagi para penyuka jeroan, semoga menjadi lebih bijak untuk mengonsumsinya secara tidak berlebihan. Jika belum bisa menghindarkan diri dari konsumsi jeroan, mulailah dengan mengurangi porsi konsumsinya. Batasi mengonsumsi jeroan menjadi porsi mini atau kurang dari 85 gram sekali dalam sebulan. Imbangi dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan agar tercapai asupan makanan dengan nilai gizi yang seimbang.

Setelah mengonsumsi jeroan disarankan untuk mengonsumsi air perasan lemon, yang dipercaya dapat mempercepat pembakaran lemak dalam tubuh. Susu dan yoghurt dapat menjadi alternatif lain, karena dapat melancarkan pencernaan. Buah apel juga dapat mengurangi kandungan kolesterol jahat (LDL) yang ada dalam tubuh.

Jeroan memang nikmat dan lezat,
memiliki manfaat tapi juga mudarat,
terapkanlah selalu pola makan yang tepat,
agar tubuh tetap bugar dan sehat..
Sotja Prajati 73

Referensi:
Dokter Sehat – Informasi Kesehatan
halosehat.com
alodokter.com
sumber gambar : https://lifestyle.okezone.com/read/2015/09/22/298/1218949/jeroan-bikin-sate-kambing-makin-maknyus

Bagikan
  • 5
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp