Penyimpanan Masakan agar Tetap Aman

Penyimpanan makanan ditujukan untuk menjaga agar makanan tetap memiliki cita rasa yang enak saat akan dikonsumsi. Makanan yang disimpan tidak memiliki perubahan cita rasa yang signifikan dan tetap aman saat dikonsumsi. Memasak dalam jumlah besar dan kemudian masakan disimpan dingin atau beku dan dipanaskan (microwave) sebelum disantap, merupakan hal yang wajar saat ini. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, karena tidak semua masakan aman saat dipanaskan kembali.

Makanan yang telah diolah, walaupun pengolahannya menggunakan suhu tinggi sehingga bakteri yang terbawa bahan dasar mati, tetap tidak terbebas dari cemaran mikroorganisme. Apalagi masakan yang memiliki zat gizi lengkap, seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin, maka cemaran mikroorganisme yang ada segera akan berkembang biak dengan berlipat-lipat. Apabila cemaran berupa patogen, maka makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumi. Dari mana bakteri yang mencemari makanan ini? Bakteri yang mencemari makanan terutama berasal dari kontaminasi silang yaitu berasal dari bahan dasar, dari tempat penyimpanan, dari karyawan yang bersentuhan dengan makanan, serta dari lingkungan. Oleh karena itu, penyimpanan perlu memenuhi kaidah yang benar, yaitu: (1) Mencegah terjadinya kontaminasi silang dengan menerapkan sanitasi dan higiene yang baik, peralatan yang bersih, karyawan yang sehat dan bersih, lingkungan yang bersih; (2) Mencegah terjadinya pertumbuhan bakteri yang terdapat pada masakan, yaitu dengan menyimpan pada suhu rendah <4 °C, atau bahkan dibekukan.

Tips untuk penanganan bahan masakan yang baik
• Sebaiknya menyajikan masakan secukupnya saja, sisa masakan lainnya langsung disimpan dingin atau beku, hal ini untuk menghindari pertumbuhan mikroorganisme saat masakan berada pada susu ruang
• Terhadap masakan yang tersisa setelah penyajian sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu untuk mematikan mikroorganisme yang terdapat pada masakan tersebut, setelah dingin selanjutnya dimasukkan ke dalam refrigerator
• Bahan segar (salad, dan sejenisnya) juga segera dimasukkan ke dalam almari pendingin agar mikroorganisme tidak berkembang dengan cepat.
• Masakan yang akan disimpan dapat diletakkan pada wadah kecil-kecil untuk menghindari pemanasan berulang-ulang saat mau dikonsumsi. Menempatkan masakan pada wadah kecil-kecil juga mempercepat proses pendinginan.
• Panaskan atau didihkan masakan sebelum disajikan kembali
• Buanglah masakan yang sudah lama tersimpan atau yang sudah memberikan bau dan warna tidak normal
• Makanan berjamur sebaiknya dibuang. Jamur yang sudah dihilangkan tidak berarti makanan menjadi aman, karena jamur dapat menghasilkan mikotoksin yang berbahaya bagi kesehatan.

Beberapa makanan yang tidak baik untuk dipanaskan kembali,yaitu :
• Bayam, seledri, bit : merupakan jenis sayur-sayuran, khususnya bayam, yang hanya bisa dikonsumsi kurang dari 6 jam setelah dimasak. Jika dipanaskan kembali dikhawatirkan dalam sayur-sayuran tersebut terbentuk senyawa nitrat yang beracun dan memiliki sifat karsinogenik bagi tubuh. Sebaiknya sayur-sayuran tersebut dimasak dalam jumlah secukupnya saja, sehingga habis dalam sekali makan.

Pangan yang aman dan menyehatkan bisa berubah menjadi mudarat, jika cara penanganannya tidak tepat.

Endang Sutriswati Rahayu 73
Sumber gambar : http://ciklapunyabelog.blogspot.co.id/2017/07/tips-mudah-menyimpan-makanan-dalam-peti-sejuk.html

Bagikan

One thought on “Penyimpanan Masakan agar Tetap Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp