Filosofi Kung Fu Panda

Kung Fu Panda adalah sebuah film animasi Amerika Serikat yang dirilis pada tanggal 6 Juni 2008. Film ini disutradarai oleh Mark Osborne dan John Stevenson.

Tokoh utamanya bernama Po lengkapnya Po Ping karena dia diadopsi oleh bebek penjual mie Mr. Ping (bukan Po Mendes), setelah bertemu dengan ayah kandungnya Li Shan Ia diberi nama oleh orangtua kandungnya Lotus. Berat Po sekitar 117 kg dengan tinggi 187 cm, Po memiliki warna mata hijau dan bulu dibadannya berwarna hitam putih, Umur Po sendiri adalah 30 tahun.

Tidak begitu jelas apakah bebek itu penjual mi lethek apa bukan, yang jelas baru sekarang penjual mi lethek menyadari makna dari sebuah film sejak dirilis 10 tahun yang lalu, selama ini ngapain coba?

Menurut pandangan saya, Po menjadi jago dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya karena menggunakan badannya yang tambun untuk mengalihkan energi yang datang kepadanya. Energi pukulan apapun tidak diterima mentah-mentah sebagai beban karena itu akan terasa berat dan meremukan tulang.

Dalam cerita silat ada ilmu thi ki i beng yaitu ilmu untuk menyedot energi lawan sehingga energi lawan yang menyerang dengan pukulan misalnya, energinya akan mbrobos tak terkendali mengalir deras ke penyedot. Si penyedotpun harus mempunyai kekuatan yang mumpuni untuk mengendalikan dan menyeimbangkan energi yang datang itu supaya tidak terhuyung-huyung meledak kelebihan energi.

Nah, apa kaitannya dengan bisnis? Banyak mbree, mau tahu atau mau tahu banget?

Awalnya, ada energi pukulan berupa tawaran dari Master Seafood VAP Probolinggo, kalau bisa tolong itu produk VAP dijualkan di Yogya.

Tawaran pukulan itu tidak sembarangan, kami perlu waktu 3 bulan untuk menyiapkan tenaga dalam (sinkang) guna menerima energi itu bukan sebagai beban, melainkan menyedot energi itu agar bisa mengalihkannya kembali sebagai energi positif dari ATM Food kepada konsumen.

ATM Food adalah gabungan master shifu Attempe dan Mendes yang lebur menjadi ATM Food.

Modal energi finansial kami pas-pasan dan tidak akan kuat menerima tawaran besar itu. Apalagi cash flow ke konsumen harus pake bayar tempo mundur 1 sampai dengan 2 bulan ini jelas genah cetho membuat kami limbung terhuyung-huyung.

Kami harus menerapkan kungfu panda meminjam energi finansial dari Master VAP Probolinggo untuk dialihkan ke konsumen hotel, grosir, sub grosir  dan reseller . Besar putaran energi harus kita atur supaya tidak mem-bundhet-kan kedua belah pihak, harus dicapai kesetimbangan yang wajar .

Alasan klise nggak punya modal merupakan formula basi sejauh kita memahami filosofi kungfu panda. Energi baik positif maupun negatif bisa dipinjam-pakai dari sebuah komunitas pertemanan.

Demikian mbree…

Hahaha…

#salammendes

Hanung Sudibyono 81

Bagikan
  • 3
    Shares

One thought on “Filosofi Kung Fu Panda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp