Gut Microbiota : Mulai Kapan dan Siapakah Penghuni Usus?

Pada saat bayi masih dalam kandungan (fetus), kondisinya adalah steril, terbebas dari mikroorganisme, demikian pula saluran pencernaannya. Namun demikian setelah dilahirkan, bayi segera terpapar dengan komunitas mikroorganisme yang berada di lingkungan tempat dia dilahirkan. Mikroorganisme ini segera mengintroduksi tubuh si bayi, pada permukaan kulit, saluran pernafasan karena terhirup udara, serta saluran pencernaan lewat mulutnya. Mikroorganisme ini akan segera melakukan kolonisasi pada tempat-tempat yang memenuhi persyaratan untuk pertumbuhannya. Diperkirakan 70% bakteri yang ada di tubuh adalah hidup di saluran pencernaan. Bayi yang dilahirkan, khususnya dengan kelahiran alami, segera terpapar dengan berbagai jenis mikroorganisme yang terdapat di lingkungan bayi tersebut, yaitu dari vagina ibu, tangan para dokter ataupun para perawat serta berbagai peralatan yang digunakan untuk proses kelahiran. Bayi lahir normal memiliki kesempatan kontak langsung dengan mikrobiota intestin si ibu, melalui saluran vagina. Bayi yang dilahirkan sesar tentu dapat terpapar dengan mikrobiota dari ibu, namun diperkirakan yang lebih awal mengintroduksi adalah bakteri yang berasal dari lingkungan maupun peralatan, dengan tenaga medis sebagai pembawa mikroorganisme tersebut yang segera berpindah ke tubuh bayi.

Berbagai jenis mikroorganisme yang terdapat di lingkungan terutama yang menyentuh bibir bayi, saat menyusui, tangan bayi masuk ke mulut, berbagai jenis mainan yang kontak dengan mulut, ataupun kontak badan dengan orang lain, dan banyak hal yang lain, merupakan sumber transfer mikroorganisme dari luar ke saluran pencernaan bayi. Namun demikian, diperkirakan sumber utama adalah air susu ibu (ASI) yang mengandung bakteri kira-kira 109 sel/L pada ibu yang sehat. Walaupun keberadaan bifidobacteria pada susu ibu masih kontroversial karena masuknya bakteri ini ke kelenjar susu masih belum bisa dibuktikan secara ilmiah, Gueimonde dkk (2007) dari Finland, telah membuktikan dengan teknik PCR bahwa susu ibu positif mengandung bifidobacteria. Hasil penelitian dengan menggunakan 20 responden, terbukti bahwa susu ibu mengandung bifidobacteria, dengan jumlah dan variasi berbeda-beda; Bifidobacterium yang paling banyak ditemukan adalah B. longum, diikuti dengan B. animalis, B. bifidum dan B. catenulatum. Diperkirakan bahwa susu ibu merupakan sumber Bifidobacteria yang utama; dua jenis bifidobacteria yang sering ditemukan adalah Bifidobacterium breve dan B. longum dengan jumlah sekita 102 sampai dengan 104 setiap ml. Salminen pada seminar ISLAB (Indonesian Society for Lactic Acid Bacteria), tahun 2015, menyampaikan dengan jelas tentang keberadaan Bifidobacterium serta bakteri asam laktat pada ASI, yaitu melalui introduksi berbagai jenis bakteri yang terdapat pada nipel ibu dan kulit sekitarnya, yang masuk ke kelenjar susu dan berkembang biak. Mengapa justru bakteri Bifidobacteria yang berkembang biak di ASI? Dikarenakan pada ASI terdapat komponen oligosakarida spesifik (HMOs/human milk oligosaccharides) dikenal sebagai factor bifidus, merupakan faktor pertumbuhan Bifidobacteria, jadi ASI membawa makanan untuk bakteri baik agar berkembang biak dan mendominasi di usus.

Mitsuoka (1982) ahli mikrobiota saluran pencernaan Jepang, menyampaikan publikasinya tentang mikrobiota usus bayi setelah dilahirkan. Nampak bahwa pada awal bayi dilahirkan bakteri coliform, streptococci, clostridia mendominasi, namun setelah bifidobacteria dan bakteri asam laktat yang dikenal sebagai bakteri baik muncul, maka populasi bakteri-bakteri tersebut mulai menurun. Diduga E. coli dan streptococci merupakan mikroorganisme yang melakukan kolonisasi di awal, dengan selalu ditemukannya pada feses bayi, dengan jumlah sekitar 108-1010/g feses. Diperkirakan pertumbuhan bakteri ini mampu membuat kondisi lingkungan intestin cocok untuk pertumbuhan bakteri berikutnya yang anaerob yaitu Bacteriodes, Bifidobacterium, dan Clostridium. Bifidobacteria muncul setelah hari ke 2 dan jumlahnya meningkat tajam, hal ini diperkirakan setelah bayi mulai mendapatkan ASI. Setelah bifidobacteria meningkat jumlahnya dengan tajam pada hari-hari berikutnya, maka kelompok bakteri coliform, streptococci, enterococci, clostridia, mulai menurun populasinya, hal ini menjadi awal dari terjadinya keseimbangan mikrobiota. Untuk bayi yang hanya diberi susu botol,csumbercmikroorganisme terutama berasal dari susu formula kering (mikroorganisme yang survive selama proses produksi), peralatan dan air yang digunakan untuk membuat susu botol. Mikroorganisme yang tertinggal di dot ataupun botol juga merupakan sumber utama. Walaupun penelitian tentang mikrobiota usus kini telah berkembang sedemikian cepat, namun apa yang telah disampaikan oleh Mitsuoka merupakan gambaran yang sederhana untuk mengetahui kapan dan siapa saja penghuni usus serta memahami terjadinya keseimbangan mikrobiota pada usus.

Seri probiotik – Endang Sutriswati Rahayu 73
Referensi :
Mitsuoka, T. 1982. Recent trends in research on intestinal flora. Bifidobacteria Microflora 1, 3-24
Gueimonde M, Laitinen K, Salminen S, and Isolauri E. 2007. Breast milk: a source of bifidobacteria for infant gut development and maturation? Neonatology 2007;92(1):64-6. Epub 2007 Feb 23.

Sumber gambar : https://msra.org.au/news/ms-may-linked-intestinal-dysfunction/

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp