Otak-atik Nutrisi Penjaga Otak

Belakangan ini sering sekali terdengar kabar seseorang mendadak terkena serangan jantung ataupun stroke, walaupun sebenarnya stroke ataupun serangan jantung bukanlah penyakit yang datangnya tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari penyebabnya yang bisa jadi kita abaikan sebelumnya.

Serangan jantung dan stroke disebabkan oleh terhambatnya pasokan oksigen dan darah, yang menuju ke jantung sehingga menyebabkan terjadinya serangan jantung, serta yang menuju ke otak akan menyebabkan stroke. Keduanya sama-sama disebabkan karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Ada beberapa langkah yang bisa digunakan agar otak kita dapat terjaga dengan baik dan terhindar dari serangan stroke, yaitu:
• Mencukupi kebutuhan nutrisi otak, lindungi otak dari kerusakan oleh radikal bebas dengan mengonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan, seperti sayur-sayuran terutama yang berdaun hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan ikan. Cukupkan kebutuhan omega 3 yang bisa didapat dari ikan salmon dan sarden. Kandungan omega 3 membantu menurunkan kadar kolesterol, menjaga pembuluh darah, dan mengurangi risiko terjadinya penggumpalan darah.

• Hindari asap rokok dan produk tembakau. Stop merokok, karena menghisap rokok menyebabkan bagian penting dari otak, yaitu bagian korteks semakin mudah menjadi tipis. Korteks berperan penting karena merupakan lokasi otak untuk berpikir yang berkaitan dengan ingatan, bahasa, dan persepsi. Rokok bertanggung jawab terhadap beberapa penyakit otak, seperti stroke, pembengkakan pembuluh darah di otak, serta demensia.

• Olah Raga secara teratur. Olah raga dapat memperbaiki kinerja pembuluh darah kecil dalam mengantarkan darah yang kaya oksigen menuju otak, pertumbuhan seĺ baru dan konektivitas antar syaraf dalam otak akan lebih optimal. Olah raga juga mengurangi tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat, melawan diabetes, dan mengurangi stress, olah raga secara teratur akan membantu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

• Perhatikan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah. Tingginya tingkat kolesterol dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi dan gula darah yang tidak terkontrol, berkaitan erat dengan risiko seseorang terkena alzheimer, pembengkakan pembuluh darah otak, dan stroke. Tingginya kolesterol buruk juga menyebabkan seseorang terserang demensia. Timbunan kolesterol akan memicu terbentuknya plak dalam pembuluh darah arteri sehingga supply oksigen ke otak berkurang dan selanjutnya akan menyebabkan kerusakan sel otak, hingga berakibat kematian.

• Lindungi kepala saat beraktivitas, Hal ini untuk menghindari terjadinya cedera kepala yang parah, misalnya saat mengalami kecelakaan di jalan raya. Cedera kepala saat usia muda meningkatkan risiko kerusakan kemampuan kognitif ketika usia tua, juga bisa menyebabkan seseorang mengidap epilepsi.

Pada dasarnya tubuh kita telah melindungi otak dengan adanya tulang tengkorak yang keras, jaringan berupa selaput kokoh yang disebut meninges, serta bantalan berupa cairan dalam meninges. Meski demikian otak tetap bisa mengalami kerusakan, berisiko terkena penyakit, bahkan mengalami penurunan fungsi.

Otak merupakan organ vital,
menjaganya adalah suatu kemestian,
sekalipun kehidupan ini tidak kekal,
kesehatan harus tetap diupayakan.

Sotja Prajati 73
Referensi :
Hellosehat.com
Detik.com
Artikel kesehatan
Web kesehatan
Sumber gambar : https://www.health.harvard.edu/blog/nutritional-psychiatry-your-brain-on-food-201511168626

Bagikan
  • 5
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp