Butiran Kristal dari Laut Singgah Ke Perut

Jika kita berbicara tentang laut dan hasil lautnya, maka pasti yang terbayang dalam pikiran kita adalah hamparan laut yang luas dengan hasil laut yang maha beragam, mulai dari bermacam jenis ikan serta binatang laut lainnya, hingga bermacam jenis tanaman dan karang laut yang keindahannya amat memukau. Tetapi ada satu kekayaan laut yang mungkin terlupa dari ingatan kita, yaitu garam yang terkandung di dalam air laut.

Garam adalah suatu zat yang diperoleh dengan cara mengeringkan air laut menggunakan sinar matahari, sehingga menghasilkan kristal-kristal mineral yang berbentuk padat berwarna putih dan memiliki rasa asin sesuai dengan rasa alami air laut. Dalam perdagangan, umumnya garam dipasarkan dalam bentuk serbuk atau padatan yang dicetak menjadi bentuk bongkahan.

Ada 2 macam garam yang dikenal dalam dunia pangan, yaitu garam masak yang berbentuk kristal atau serbuk, berwarna putih kotor (tidak jernih), rasanya asin, sedangkan garam halus atau garam meja adalah garam yang berbentuk serbuk yang halus, sesuai dengan namanya, dan berwarna putih jernih, memiliki kandungan iodium yang tinggi, namun rasanya tidak terlalu asin.

Garam memiliki kandungan natrium (sodium), magnesium, iodium, seng, dan mineral-mineral lain yang mempunyai kemampuan mencegah beberapa penyakit terutama penyakit gondok yang dapat dicegah oleh adanya kandungan iodium dalam garam.

Dalam pengolahan masakan, garam memiliki peranan yang penting sebagai pencipta cita rasa masakan, hampir semua masakan menggunakan garam sebagai penguat rasa, pencipta rasa asin dan gurih, juga bisa berfungsi sebagai pencegah tumbuhnya bakteri dalam masakan, sehingga sering digunakan untuk mengawetkan makanan yang dikeringkan, seperti ikan asin.

Selain sifat-sifat yang baik, garam juga dikenal sebagai biang keladi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, sehingga penggunaan garam dalam pengolahan masakan perlu dilakukan dengan cermat.

Menurut WHO, sekitar 9,4 juta jiwa meninggal dunia setiap tahun akibat hipertensi, dan terus meningkat setiap tahunnya. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi, seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Faktor utama penyebab hipertensi adalah konsumsi natrium yang berlebih, garam yang kita kenal sehari-hari 40% nya terdiri dari natrium, 1 sendok teh garam setara dengan 6 gram garam yang mengandung 2300 mg natrium. WHO menyarankan konsumsi natrium per hari sebesar 2000 mg – 2300 mg. Makanan atau minuman kemasan rata-rata memiliki kadar natrium yang tinggi, sehingga frekuensi untuk mengonsumsinya perlu dibatasi. Berikut ini contoh beberapa makanan yang memiliki kadar natrium tinggi:

  • Sereal instan, 1 gelas mengandung lebih dari 200 mg natrium.
  • Minuman kemasan rasa buah atau jus kemasan, mengandung 700 mg natrium per 200 ml (tergantung merek). Bandingkan dengan buah segar seperti tomat hanya mengandung 11 mg natrium.
  • Sayuran atau buah kalengan, mengandung sekitar 1300 mg natrium, padahal sebuah
    wortel segar hanya mengandung 45 mg.
  • Bumbu masak instan, termasuk kecap dan saus, serta bermacam produk bumbu masak yang beredar di pasaran, seperti bumbu nasi goreng, bumbu rendang, bumbu opor, dan lain-lain, memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi. Saus mengandung 150 mg natrium per 1 sendok makan, kecap manis mengandung natrium 698 mg per 1 sendok makan, kecap asin mengandung 914 mg per 1 sendok
  • Makanan laut, seafood yang kandungan natriumnya tinggi adalah ikan dalam bentuk
    kalengan, seperti tuna kaleng, sarden kaleng, kerang, dan udang. Udang memiliki 200 mg natrium per 4 ekor udang, tuna kalengan memiliki 300 mg natrium dalam 85 gram tuna.
  • Mie instan, dalam 1 kemasan mie instan setidaknya mengandung 1500 mg – 2300 mg
  • Mie bakso, mengandung natrium 1518 mg per

Biasakan untuk teliti dan cermat membaca nilai gizi atau kandungan makanan atau minuman yang tertera pada label kemasan, terutama yang memiliki kandungan natrium lebih dari 140 mg dalam 1 kemasan atau 1 sajian.

Sekarang sudah ada produk makanan yang rendah natrium atau tanpa tambahan garam (unsalted), memiliki kandungan natrium kurang dari 140 mg, ada yang very low sodium (kandungan natriumnya kurang dari 35 mg), yang less sodium mengandung sodium (natrium) 25 % lebih rendah dari produk regulernya, adapun makanan yang salt free atau bebas garam saja masih mengandung garam kurang dari 5 mg.

 

Utamakan melindungi risiko hipertensi,

perbanyak mengonsumsi sayur dan buah segar,

karena kaya akan kalium dan potasium, yang bisa menurunkan tekanan darah.

Sotja Prajati 73

Referensi :

Juniorsciences.blogspot.com

Hellosehat.com

Merdeka.com

Sumber gambar : http://beritakoran.com/2017/10/31/inilah-alasan-kenapa-indonesia-sampai-harus-alami-kelangkaan-garam/

Bagikan
  • 5
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp