Kisah Manis tentang Tiga Bersaudara

Berbicara tentang pangan aman, ada tiga bersaudara yang karena ‘manis’ nya memiliki dampak yang dapat mengganggu keamanan pangan. Mereka itu sangat sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, dan bahkan menjadi bagian dalam kehidupan kita, yaitu: glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Pada dasarnya mereka ini adalah sejenis gula sederhana yang menjadi komponen pembentuk zat pati tubuh atau karbohidrat, maka ketiganya berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh, sekalipun mereka bekerja dan diproses dengan cara yang berbeda.

Gula sendiri merupakan bagian penting dari nutrisi dan sangat mudah kita temukan dalam berbagai jenis sumber makanan, melalui rasanya yang manis, meskipun dapat dengan mudah teridentifikasi oleh indera perasa sebagai gula yang sama, namun tubuh kita sangat mampu untuk membedakan ketiganya, karena perbedaan karakteristik serta komponen kimia yang dimiliki oleh masing-masing gula tersebut.

  1. Glukosa

Glukosa adalah bentuk gula dalam formasi monosakarida, dan merupakan bentuk gula yang mudah larut dalam darah, yaitu berasal dari makanan tertentu (seperti tepung dan gula meja) yang dicerna dalam tubuh menjadi komponen glukosa, itulah sebabnya maka glukosa sering disebut gula darah. Ketika kadar gula darah meningkat, pankreas akan menerima sinyal dan akan mengeluarkan insulin yang berfungsi menstimulasi sel menyerap glukosa dari dalam darah untuk kemudian menjadikannya sumber energi. Jika ada sisa glukosa dalam darah, maka glukosa akan diserap oleh hati menjadi glikogen sejenis gula cadangan yang tersimpan dalam organ hati. Inilah yang meyebabkan penderita diabetes cenderung memiliki masalah dengan livernya. Glukosa ditemukan pada semua makanan yang mengandung karbohidrat.

  1. Fruktosa

Fruktosa adalah juga bentuk gula dalam formasi monosakarida, biasa ditemukan dalam madu, berbagai jenis sayuran dan buah dengan kandungan serat yang tinggi. Proses metabolismenya hanya dapat dijalankan dalam organ hati. Fruktosa tidak mendorong terjadinya proses produksi insulin, walaupun sama-sama sebagai sumber energi bagi tubuh, namun metabolismenya berbeda yaitu dengan proses pembakaran yang membutuhkan bahan bakar berupa lemak, sehingga sebetulnya fruktosa berperan dalam pembakaran lemak, namun disisi lain fruktosa juga berfungsi membantu membentuk cadangan glikogen serta membentuk cadangan lemak trigliserida.

Fruktosa cenderung dipilih oleh mereka yang melakukan diet, karena efektif membantu pembakaran lemak, dan menjadi amat efektif karena dalam menjalankan diet, tentu mereka otomatis mengurangi asupan lemak dan karbohidrat sederhana. Kelebihan mengonsumsi fruktosa berdampak buruk bagi kesehatan seperti melemahnya daya tahan insulin, juga masalah pada liver.

  1. Sukrosa

Sukrosa merupakan disakarida, karena di dalam sukrosa terdapat 2 komponen yaitu glukosa dan fruktosa. Ketika sukrosa dikonsumsi oleh tubuh, maka enzim beta fructosidase akan memisahkan sukrosa menjadi unit-unit gula individu glukosa dan fruktosa, kedua gula ini kemudian diambil oleh mekanisme transportasi khusus.  Sukrosa berperan meningkatkan kadar gula dalam darah karena adanya kandungan glukosa yang tinggi di dalamnya, tetapi juga membantu mendorong pembentukan cadangan lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Inilah yang membuat sukrosa merupakan bentuk gula terburuk dibandingkan jenis gula lainnya.

Sukrosa dikenal sebagai gula meja atau gula dapur, sumber utamanya adalah dari tebu, namun bisa juga diperoleh dari bit gula, buah-buahan, jenis gula aren atau brown sugar, juga berbagai jenis makanan manis karena makanan manis menggunakan sukrosa untuk pembuatannya. Menurut American Heart Association, sukrosa mengandung 4 kalori energi/gram, konsumsi harian sukrosa tidak boleh lebih dari 100 kalori per hari atau setara 6 sendok teh gula.

Konsumsi sukrosa yang berlebihan menyebabkan diabetes dan obesitas yang diakibatkan dari konversi kelebihan gula menjadi lemak yang dapat mempengaruhi sistem syaraf dan pembuluh darah. Imbangi konsumsi sukrosa dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran karena mengandung serat yang akan mengatur penyerapan sukrosa sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.

Gula bukanlah sesuatu yang harus dihindari,
Gula dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk energi,
Gula menjadi komponen penting dalam pembakaran lemak,
tapi, jika gula diasup secara berlebihan,
dan tidak disertai pola makan yang seimbang,
gula berubah menjadi masalah bagi kesehatan,
Glukosa, Fruktosa, Sukrosa …. tak ada bedanya ….

Sotja Prajati

Referensi :
Deherba.com
Dictio.id
Kajianpustaka.com

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp