Sang Killer, Siapakah Dia?

Setiap kali kita berbicara tentang keamanan pangan, ada satu sosok yang seringkali disebut dan sangat populer sebagai ‘killer‘ atau pembawa petaka. Namanya sudah amat akrab kita dengar bahkan kita sebut-sebut, tetapi mungkin banyak yang belum tahu siapa dia sebenarnya, Yuk….mari kita cari tahu siapa dia sebenarnya.

Karsinogen, ya karsinogen, dia adalah ‘hal-hal’ yang dapat menyebabkan kanker, bisa dalam zat kimia, virus, atau obat-obatan, dan radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker itu sendiri. Secara lebih spesifik, karsinogen adalah hal-hal yang langsung menyebabkan kanker.

Pada umumnya kanker disebabkan oleh karsinogen atau kombinasi dari karsinogen itu sendiri. Karsinogen dapat bekerja dalam banyak cara, yaitu langsung merusak DNA dalam sel sehingga menyebabkan kelainan pada sel normal, atau dengan menyebabkan kerusakan sel sehingga sel-sel membelah lebih cepat, yang pada akhirnya mengakibatkan berkembangnya penyakit kanker.

The International Agency for Research on Cancer telah mengklasifikasi karsinogen dalam 3 kelompok, yaitu:

  1. Agen dan Kelompok Agen, misal : aflatoksin yang secara alami dihasilkan oleh jenis jamur tertentu, senyawa arsenik, asbestos, radiasi sinar matahari, dan lain-lain.
  2. Campuran, misal : minuman beralkohol, asap tembakau, produk tembakau, serbuk kayu, dan lain-lain.
  3. Paparan Lingkungan, misal : produksi coke, pembuatan furnitur, produksi aluminium, dan lain-lain.

Karsinogen-karsinogen ini tidak secara pasti menyebabkan kanker pada semua orang yang terpapar, karena kemampuan karsinogen dalam menyebabkan kanker antar individu tidaklah sama, tergantung dari jumlah paparan, lamanya terkena paparan, kerentanan masing-masing individu, juga faktor keturunan.

  • Karsinogen pada makanan

Jenis makanan yang paling sering ditemukan mengandung senyawa karsinogen adalah daging olahan, yaitu daging yang telah melalui proses penggaraman, pengawetan, fermentasi, pengasapan, atau proses lain yang bertujuan untuk meningkatkan rasa dan daya simpan, seperti bacon, ham, sosis, salami, kornet, dan lain-lain. Daging olahan yang mengandung senyawa karsinogen akan menyebabkan kanker kolorektal dan kanker perut.

Pada waktu pengolahan daging, dilakukan proses pengawetan dengan menambahkan zat nitrat atau nitrit, sedangkan pada proses pengasapan memicu pembentukan senyawa karsinogen, seperti N-nitroso compound (NOC) dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), dan diperburuk dengan kandungan zat besi heme dalam daging yang dapat mendukung produksi NOC dalam daging.

Memasak daging pada temperatur tinggi, seperti digoreng atau dipanggang, juga dapat memicu produk senyawa karsinogen, seperti Heterocyclic amine (HCA) yang terbentuk ketika kreatin dan asam amino pada daging bereaksi terhadap panas yang digunakan pada waktu proses memasak. HCA ini merupakan salah satu agen yang dapat menyebabkan kanker.

Setelah lebih mengenal sang killer, maka jika akan mengonsumsi makanan berdaging, sebaiknya memilih daging merah yang masih segar, dan dimasak dengan cara direbus atau dikukus. Dan juga tetap terapkan pola makan yang aman dan menyehatkan, dengan mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang dapat mengurangi tingkat kerusakan DNA serta oksidasi dari senyawa karsinogen, sehingga dapat mengurangi resiko terkena kanker. Ingatlah pencegahan adalah lebih utama daripada pengobatan.

Health is not everything,
but without it,
everything is nothing…

Sotja Prajati 73

Referensi :
Hellosehat.com
Alodokter.com
1health.id
Farmakoterapi.com
Merdeka.com

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp