Pahit dan Manis

Dalam kehidupan manusia selalu ada masa pahit dan masa manis yang menyapa silih berganti, walaupun umumnya kita lebih memilih memiliki masa-masa yang manis, namun sebenarnya masa-masa pahitlah yang membuat kita mampu merasakan manisnya kebahagiaan.

Demikianlah yang terjadi dengan makanan yang menjadi asupan kita sehari-hari, begitu banyak pilihannya ada yang manis dan ada pula yang pahit, semua berpulang pada diri kita sendiri. Tapi tahukah anda bahwa makanan yang pahit adalah yang lebih menyehatkan bagi tubuh, dibandingkan dengan makanan yang manis.

  • Makanan Pahit

Seorang pakar kesehatan dan nutrisi dari University of Nottingham menyebutkan, bahwa dalam makanan yang pahit terdapat senyawa yang mampu memberikan dukungan bagi sistem pertahanan tubuh, sekaligus meningkatkan antioksidan di dalam tubuh.

Makanan dengan rasa pahit ternyata bisa menambah jumlah enzim di dalam tubuh yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari berbagai zat berbahaya yang bisa memicu penyakit. Rasa pahit saat kita mengunyah makanan bisa merangsang reseptor pada lidah yang akan dianggap oleh otak sebagai sinyal untuk menambah produksi enzim yang mendukung proses pencernaan menjadi lancar.

Seorang pakar nutrisi lain, menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi makanan sehat yang pahit, maka organ hati atau liver akan mendapatkan keuntungan kesehatan.
Makanan pahit ini ternyata mampu menstimulasi hati untuk memproduksi cairan empedu lebih baik, sehingga proses pencernaanpun menjadi lebih optimal. Rasa pahit juga bisa membantu proses detoksifikasi pada hati yang tentu akan membuat tubuh jauh lebih bersih dari berbagai zat berbahaya.

Beberapa sayuran hijau, seperti pare sangat disarankan untuk secara rutin dikonsumsi, selain itu ada beberapa makanan lain yang dianggap sehat, seperti minyak zaitun, cokelat hitam, juga teh hijau, yang walaupun rasanya tidak pahit, tapi sebaiknya sering dikonsumsi untuk kesehatan tubuh.

  • Makanan Manis

Mengonsumsi makanan manis yang banyak mengandung gula dalam jumlah yang berlebihan, sangat membahayakan tubuh, dan jika tubuh sudah tidak mampu lagi mengolah kadar gula dalam darah, maka berbagai komplikasi dari organ-organ tubuh akan bermunculan. Bahaya yang tersembunyi di balik godaan rasa manisnya gula, yaitu:

  1. Merusak jantung, molekul gula yang disebut glukosa 6-fosfat menyebabkan perubahan otot jantung yang berujung pada gagal jantung.
  2. Konsumsi fruktosa (salah satu jenis gula) secara berlebihan akan menyebabkan bertambahnya lemak perut yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan
  3. Konsumsi fruktosa yang berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan risiko kondisi resistensi leptin. Leptin adalah hormon yang fungsinya memberitahu otak jika perut sudah kenyang, sehingga jika tubuh mengalami resistensi leptin, maka otak tidak akan merasa terpuaskan, meski tubuh sebenarnya sudah kenyang, dan akibatnya adalah tubuh menjadi terkena obesitas.

Setiap manusia berisiko kanker karena memiliki sel kanker di dalam tubuhnya, meski demikian tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk mematikan sel kanker, namun konsumsi gula yang berlebihan akan merusak mekanisme tersebut, sehingga kondisi ini dapat memicu berkembangnya kanker, di samping itu gula juga merupakan nutrisi yang baik bagi sel kanker untuk berkembang.

Gula bersifat aditif, sehingga ada istilah ketagihan gula, ini bisa bersifat genetik karena melibatkan hormon ghrelic yaitu hormon yang mengabarkan pada otak saat tubuh lapar, namun terjadinya perubahan pada hormon ini, mengakibatkan tubuh lapar dan ingin makan terus menerus, akan memicu obesitas.

Konsumsi gula yang berlebihan dapat mempercepat proses penuaan sel termasuk sel otak. Minuman manis juga bisa memperpendek umur karena disebabkan oleh penyakit jantung, risiko diabetes dan kanker.

Mengurangi konsumsi gula, bukan berarti hanya mengurangi makan makanan yang manis, tapi juga makanan yang dianggap tak mengandung gula tetapi ternyata mengandung banyak gula, seperti: saus tomat, roti, crackers, dan lain-lain.

Manis dan pahit,
Sehat itu pilihan,
tubuh kita adalah kecapi jiwa,
tergantung pada kita untuk menggetarkannya,
dengan petikan lagu merdu,
ataupun suara yang tidak menentu…
(Terinspirasi puisi Kahlil Gibran)

Sotja Prajati 73

Referensi :
Dokter sehat – Informasi Kesehatan
Kesehatanpedia.com
Artikelkesehatan99.com
Merdeka.com
Viva.co.id

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp