Proses Produksi Benih Kedelai Digital Kedelai Indonesia

Setiap petani menginginkan kedelai yang ditanamnya mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen kedelai dengan jumlah yang semaksimal mungkin. Untuk itu maka langkah yang paling pertama adalah menggunakan benih kedelai berkualitas baik. Benih kedelai berkualitas baik akan membawa sifat – sifat unggulan yang masih terjaga kemurniannya dan memiliki daya tumbuh yang baik pula. Untuk itu, Digital Kedelai Indonesia berupaya semaksimal mungkin dengan metode yang tepat guna dalam menghadirkan benih kedelai kepada para petani.

Pemanenan, Pengeringan, Dan Perontokan

Benih kedelai yang dipanen berasal dari tanaman kedelai yang memang digunakan untuk menghasilkan kualitas benih. Proses penanaman hingga pemanenan diawasi langsung oleh para penangkar yang telah berpengalaman di bidang benih kedelai. Benih kedelai dipanen pada saat telah masak dengan ciri warna polong 95% cokelat dan sebagian besar daun telah rontok.

Kedelai dipanen dengan cara dipotong pada pangkal batang. Selain lebih cepat, teknik memanen dengan cara dipotong ini juga dapat meminimalisir kedelai yang rontok saat dipanen. Berangkasan kedelai kemudian dijemur selama 2 – 4 hari sampai kadar air berkisar 14%. Berangkasan kedelai yang telah kering kemudian dirontokkan dengan cara manual (geblok) atau secara mekanis menggunakan threser (pedal threser atau power threser).

Pembersihan, Grading, Dan Sortasi

Benih yang baik tidak hanya membawa sifat – sifat unggul, tetapi juga harus bersih dan seragam secara penampilan fisik. Kami yakin bahwa petani kedelai juga akan mempercayai suatu benih kedelai itu benar – benar benih unggul jika memiliki penampilan fisik juga. Seragam memiliki arti bahwa benih kedelai tersebut memiliki standar ukuran dan warna kuning cerah yang sama. Maka dari itu benih dari Digital Kedelai Indonesia melalui proses pembersihan, grading, dan sortasi.

Pembersihan dilakukan untuk membersihkan kedelai dari berbagai kotoran yang terbawa pada saat pemanen, pengeringan, dan perontokan. Sebelum masuk ke mesin grading, kedelai akan dikenakan angin berkecepatan tinggi dari blower sehingga akan terpisah dari berbagai kotoran yang terbawa dari proses – proses pasca panen sebelumnya. Setelah bersih, kedelai akan masuk ke mesin grading yang berfungsi untuk menseragamkan ukuran biji kedelai. Kedelai akan diayak di atas mesin yang memiliki mesh. Biji – biji kedelai yang berukuran kecil akan terpisah dari biji – biji kedelai yang berukuran standar sebagai benih kedelai.

Kedelai yang sudah bersih dan berukuran seragam akan mengalami satu proses lagi yang bernama sortasi. Sortasi dilakukan untuk memisahkan biji kedelai benih yang bagus dengan yang kurang bagus. Benih kedelai kurang bagus biasanya ditandai dengan warna biji yang berbeda, yaitu masih hijau (belum masak sempurna) atau cokelat tua yang artinya sudah terlalu masak.

Pengeringan

Jika kedelai yang telah bersih dan seragam tetapi masih kurang kering, maka dapat dikeringkan lagi hingga kadar airnya sekitar 9%. Pengeringan dilakukan dengan dijemur di bawah sinar matahari pada pukul 08.00 – 12.00 selama 1 – 2 hari. Penjemuran dilakukan dengan menggunakan alas terpal dan ketebalan hamparan kedelai setebal 2 – 3 lapis kedelai. Agar hasil pengeringannya merata, maka dilakukan pembalikan setiap 2 – 3 jam sekali.

Pengemasan Dan Penyimpanan

Kemasan yang  baik adalah kemasan yang dapat membantu mempertahankan mutu benih kedelai selama proses penyimpanan dan distribusi sampai ke tangan petani. Benih kedelai dalam ukuran kecil dapat dikemas menggunakan plastik benih yang bening atau buram (kapasitas 2 atau 5 kg) dengan ketebalan 0,08 mm satu lapis atau 0,05 mm dua lapis. Untuk ukuran besar benih kedelai dapat dikemas menggunakan karung plastik 20 – 40kg yang diikat menggunakan tali plastik atau dipres dengan kawat nikelin panas.

Penyimpanan dilakukan di ruang yang memang dikhususkan untuk menyimpan kedelai. Karung kedelai yang disimpan harus diberi alas kayu agar tidak bersinggungan langsung dengan lantai karena lantai dapat menjadi lembab di pagi hari atau pada saat suhu lingkungan mengalami penurunan. Selain itu, ruang penyimpanan benih kedelai juga harus bebas dari berbagai binatang karena dapat merusak karung dan menurunkan mutu benih kedelai. Dengan daya tumbuh pada awal penyimpanan 95% dan kadar air pada awal penyimpanan sekitar 9% dapat dipertahankan hingga delapan bulan dengan daya tumbuh lebih dari 80%.

Referensi

Harnowo, Didik., J Rachman H, dan Suyamto. 2016. Kebutuhan dan Teknologi Produksi Benih Kedelai. Dalam Kedelai : Teknik Produksi Dan Pengembangan hal 383 – 415

Gambar Header

https://3c1703fe8d.site.internapcdn.net/newman/gfx/news/hires/2017/soybeans.jpg

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp