Probiotik: Awal Cerita, Sampai dengan Bagian dari Komponen Pangan Fungsional

Konsep probiotik yang dapat menyehatkan tubuh yang disampaikan oleh Elie Metchnikoff (1908) dibuktikan secara nyata oleh Minoru Shirota yang mengawali studinya pada Tahun 1921.  Dengan latar belakang kondisi Jepang yang saat itu sedang menghadapi tantangan perekonomian dan higienitas yang rendah mengakibatkan banyak anak-anak yang meninggal akibat penyakit infeksi dan diare, sehingga, beliau tertarik untuk mempelajari mikroorganisme intestin dan peranannya. Shirota berhasil mengisolasi Lactobacillus yang memiliki kemampuan di dalam menekan pertumbuhan bakteri jahat penyebab infeksi di intestin.  Dengan konsep bahwa menjaga tubuh sehat akan terbebas dari berbagai jenis penyakit, beliau memulai meng-industrikan hasil penelitiannya dengan memproduksi susu yang difermentasi oleh strain Lactobacillus agar dapat dikonsumsi oleh masyarakat luas dengan harga terjangkau, sehingga tujuan untuk menjaga kesehatan tubuh secara nasional dapat tercapai. Produk Yakult yang berisi  Lactobacillus casei strain Shirota mulai dipasarkan pada tahun 1935, dan sekarang produk yang di klaim sebagai pioneer probiotik ini telah dipasarkan di banyak negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Konsep pangan fungsional pertama kali diperkenalkan di Jepang (1984) dengan istilah FOSHU yaitu Food for Specified Health Used.  Pangan fungsional diartikan sebagai makanan yang dapat memberikan manfaat tambahan di samping fungsi gizi dasar makanan tersebut, tentu saja setelah dilakukan pembuktian secara ilmiah.  Sejak produk pertama disetujui pada tahun 1993, jumlah item FOSHU di Jepang terus meningkat secara progresif, mencapai hampir 970 pada Oktober 2011 (Shimizu, 2012).  Beberapa klaim yang diberikan adalah untuk menjaga kesehatan usus, gigi dan gusi; memperbaiki penyerapan mineral; meningkatkan kekuatan tulang; mengatasi masalah hipertensi, diabet, kolesterol tinggi serta akumulasi lemak. Sedang beberapa komponen yang dapat dikategorikan sebagai pendukung pangan  fungsional, adalah dengan kalsium, serat pangan, asam folat, termasuk terdapatnya probiotik atau bakteri hidup.  Shimizu juga menyampaikan bahwa  70% dari pangan fungsional yang beredar di Jepang ditujukan untuk perbaikan saluran pencernaan, diantaranya adalah dengan probiotik.  Bakteri probiotik yang paling banyak beredar di pasaran adalah strain dari Bifidobacterium dan Lactobacillus.  Kedua bakteri ini dikenal sebagai bakteri penghuni usus yang baik.   Konsumsi makanan probiotik yang mengandung bakteri baik dalam kondisi hidup dapat meningkatkan populasi bakteri ini dalam usus dan dapat menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Setelah lebih dari 100 tahun sejak konsep probiotik ini disampaikan oleh Metchnikoff, kini di pasar banyak dijumpai produk-produk berkategori probiotik. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan potensi probioitk dalam mencegah atau mengatasi penyakit saluran pencernaan, sebagai contoh probiotik untuk mencegah diare oleh patogen enterik dan virus, untuk mencegah konstipasi, mencegah kanker kolon, dll.  Dengan meningkatnya berbagai penelitian tentang probiotik, maka aplikasi bakteri yang menguntungkan pada makanan juga semakin meningkat. Pada umumnya produk makanan yang dipakai sebagai pembawa strain probiotik adalah susu yang terfermentasi, khususnya di Eropa dan Jepang, namun demikian produk yang lain ternyata juga memiliki potensi sebagai makanan probiotik. Kini telah banyak beredar produk makanan probiotik, baik berbasis susu yang merupakan vehicle paling sesuai maupun bahan pangan yang lain yang non-susu.

Bagaimana dengan pasar probiotik Indonesia?  Saat ini memang masih dipenuhi produk impor. Walaupun belum beredar di pasar, Tim Peneliti Probiotik FTP UGM juga telah mencoba memproduksi makanan fermentasi tradisional sebagai pangan fermentasi probiotik, contohnya adalah tape probiotik, brem probiotik, yaitu dengan menambahkan strain probiotik lokal yang dimiliki para peneliti pada proses fermentasi yang berlangsung. Dipastikan pula bahwa probiotik ini tetap hidup dalam makanan sampai dengan saat dikonsumnsi. Bahkan Tim Peneliti Probiotik FTP UGM juga memiliki kombinasi strain Lactobacillus plantarum dan Streptococcus thermophillus yang cocok sebagai starter Yogurt Probiotic Lokal.  Tinggal menunggu saatnya tiba ….. bahwa probiotik lokal berjaya di negerinya sendiri.

(Seri Probiotik – Endang Sutriswati Rahayu 73)

Reference: Smimizu M (2012).  Functional Food in Japan: Current Status and Future of Gut-Modulating Food.  Journal of Food and Drug Analysis, Vol. 20, Suppl. 1, Pages 213-216

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp