Jebakan Batman

Pak Ben adalah seorang owner BJBR (BeeJay Bakau Resort-Probolinggo) sedang termenung sambil melihat lampu taman yang berkerlap-kerlip indah di depan icon BJBR didepannya.

Akhir-akhir ini beliau gelisah karena tak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan.Kesehatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur*akibat banyaknya pikiran yang mengganggu.

Padahal selama ini beliau tidur di kamar nyaman di dalam Resort di atas air laut dan dilindungi hutan bakau yang rindang, kasurnya pun empuk.

Ketika sedang melamun, Pak Ben melihat seorang tukang masak yang sedang bekerja sambil tertawa tanpa beban. Sebut saja chef itu bernama Jo, Chef Jo.

Setiap hari Chef Jo berangkat dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan, meskipun sering kerja sampai larut malam dan harus menyiapkan sarapan dipagi yang meruput.

Padahal gajinya pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana. Tetapi tak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Enjoy sekali hidupnya.

Saat Chef Jo pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makan yang seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia. Keluarga kecil itu menikmati sekali semua hasil yang diperolehnya secara halal itu.

Pak Ben pun heran melihat orang ini secara seksama, kog bisa ya.

Akhirnya karena penasaran Pak Ben memanggil penasihat spiritualnya dan tanya :
Hai Penasihatku,
telah lama aku hidup di tengah kegelisahan, padahal aku memiliki segalanya.

Tapi aku sungguh heran melihat Chef Jo itu.Tak pernah tampak kesedihan di wajahnya.

Kulihat kadang-kadang ia tertidur di bawah rindangnya pohon bakau,seperti tak ada beban dalam hidupnya, padahal ia tidak memiliki apa-apa. Bahkan beban pekerjaanyapun nggak pernah surut.

Sang Penasehat tersenyum dan berkata :
Itu karena Chef Jo itu tidak pernah menyentuh Jebakan batman.

Bila Chef Jo itu terkena jebakan model ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan bisa tidur nyenyak.

Apa yang kau maksud dengan Jebakan Batman? tanya sang Pak Ben.

Besok malam perintahkan Satpam untuk mengantarkan hadiah kepadanya.

Sediakan satu kotak uang dan tulislah 5 juta rupiah.
Namun isilah kotak itu dengan 4.950.000  saja. Ambil selembar 50 ribu.

Pak Ben pun menuruti saran dari Penasihatnya.

Ketika hari mulai gelap,
Satpam mengetuk pintu rumah Chef Jo ini dengan membawa hadiah.

Chef Jo membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat satpam membawa kotak hadiah.

“Ini hadiah dari Boss untukmu”,
kata si satpam.

Ya ~ sampaikan terima kasihku kepada Pak Ben, jawab Chef Jo keheranan sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 5 juta rupiah.

Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu.

Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga.

Namun anehnya, jumlah uang didalam kotak itu hanya R 4.950.000 BUKAN 5 Juta..

 

Dia pun menghitung ulang lagi,
tapi tetap jumlahnya Rp 4.950.000

Dia yakin, pasti ada selembar uang yang jatuh.

Dia mencari-cari di sekitar pintu,
tapi tak menemukan apa-apa.

Akhirnya dia mencoba untuk menelusuri sepanjang jalan menuju BJBR, bahkan menyusur jalan setapak menuju ke Resort Pak Ben

Semalaman ia mencari, tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

Matahari mulai terbit, Pak Ben beserta Penasihatnya menanti Chef Jo  ini.

Tak berapa lama dia datang dengan wajah yg masam dan merengut.

Pak Ben pun kaget dan bertanya pada Penasihatnya :
Apa yang terjadi ?

Tak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini !

Penasihat Owner menjawab :
Duhai Pak Ben
begitulah kehidupan

Kita memiliki banyak hal namun kita mencari yang tidak kita miliki.

Orang ini mendapatkan 5 juta secara cuma2,
namun ia sibuk mencari 1 lembar 50 ribu yang hilang.

Munculnya kegelisahan hati.

Karena kita mencari sesuatu yang tidak kita miliki, sementara kita tidak pernah sungguh-sungguh mensyukuri banyaknya anugerah yg kita punya.

Salam mendes

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp