Biotin vs Avidin

Sejak artikel ‘Kuning dan Putih’ dipublish melalui media sosial, telah terjadi pembahasan yang cukup ramai antara biotin dan avidin, yang bahkan lebih seru dari pembahasan tentang pilkada atau pilpres.

Sebetulnya baik biotin maupun avidin mempunyai sifat yang baik bagi tubuh, seperti juga para calon dalam pilkada dan pilpres masing-masing memiliki keinginan yang baik dan mulia bagi bangsa dan negara Indonesia, tetapi kemudian mereka menjadi saling menguasakan jika dipertemukan dalam satu panggung.

Biotin dan avidin, adalah dua zat yang terdapat dalam sebutir telur. Selama keduanya tidak memiliki kesempatan untuk bercampur, maka telur tersebut lebih nyaman dikonsumsi dan memiliki manfaat yang lebih baik bagi tubuh, karena keduanya memiliki kandungan gizi yang hampir lengkap.

Biotin adalah vitamin B7 yang terdapat di dalam kuning telur, bersifat larut dalam air, dikenal juga dengan sebutan vitamin H. Vitamin ini memiliki peran besar dalam reaksi biokimia dalam tubuh, seperti dalam transfer karbon dioksida, serta metabolisme karbohidrat dan lemak. Vitamin ini bersifat cukup stabil di berbagai kondisi lingkungan, seperti panas, paparan cahaya matahari, dan oksigen. Selain terdapat pada kuning telur, biotin juga terdapat pada bahan makanan lain, seperti kacang-kacangan, keju, ubi jalar, daging, atau organ hewan.

Avidin adalah zat anti gizi yang terdapat pada putih telur, memiliki kemampuan mengikat Biotin (vit B7), yaitu memiliki afinitas yang tinggi membentuk komplek Avidin-biotin. Avidin diproduksi dalam oviduk unggas, dan berfungsi untuk membatasi pertumbuhan bakteri pengganggu di oviduk. Avidin terakumulasi pada putih telur, karena telur berkembang di oviduk. Satu butir telur ayam mengandung Avidin sekitar 0,05 % ( sekitar 1,8 mg ).

Avidin merupakan glikoprotein (gabungan karbohidrat dan protein) berisi empat sub unit yang menyatu, tiap sub unit terdiri dari 128 asam amino dan setiap sub unit dapat mengikat satu molekul biotin, dengan demikian total empat molekul biotin dapat mengikat molekul avidin tunggal, dengan ikatan kovalen yang kuat.

Luasnya glikosilasi pada avidin sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan Biotin tidak dapat diserap oleh tubuh, dan menjadikan tubuh kehilangan peluang untuk dapat memanfaatkan gizi yang ada pada biotin. Pembentukan ikatan antara biotin dan avidin sangat cepat dan apabila terbentuk, tidak akan terpengaruh oleh pH ekstrim, suhu, maupun pelarut organik.

Avidin juga memiliki kemampuan mendeteksi atau menemukan protein berlabel biotin. Sebetulnya avidin dapat rusak melalui proses pemanasan yang baik, oleh karena itu pengolahan telur sebelum dimasak sangat penting untuk menjaga agar biotin tidak terpikat oleh avidin sebelum telur tersebut dimasak.

Masaklah telur sampai matang,  khususnya pada bagian putihnya. Agar kita tidak kehilangan asupan salah satu zat gizi berupa biotin yang terdapat pada kuning telur, walaupun selain biotin masih banyak kandungan gizi yang lain yang tetap aman terdapat pada kuning telur…

Biotin dan avidin,
Kebersamaannya harus dijaga dengan baik,
jangan sampai saling menguasakan,
biarlah masing-masing menghayati ketunggalannya,
agar kitapun dapat memperoleh manfaat yang optimal…
Sotja Prajati 73

Referensi :
Ibadri.wordpress.com
Wikipedia.org
Edubio.info
Tivitamin.blogspot.co.id
Hellosehat.com

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp