Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik

Walaupun gut microbiota belum benar-benar dipahami saat itu (awal abad 20), namun dua orang ini telah menyampaikan hipotesisnya, bahwa ada peran mikroorganisme yang baik di dalam usus kita. Elie Metchnikoff, orang Rusia yang bekerja di Institut Pasteur di Paris, menyampaikan hipotesisnya bahwa orang Bulgaria memiliki umur yang panjang dan sehat walafiat dikarenakan konsumsi susu yang telah mengalami fermentasi (yogurt). Dia meyakini bahwa konsumsi susu yang difermentasi oleh Lactobacillus yang tetap hidup, memberikan efek yang menguntungkan pada mikrobiota kolon dan dapat menurunkan aktivitas toksin yang terdapat di kolon.  Inilah konsep awal dari probiotik bahwa mengkonsumsi bakteri baik yang hidup dapat menyehatkan tubuh.  Istilah probiotik yang baru muncul sekitar tahun 1965 (Lilley dan Stillwell), telah diadopsi oleh FAO/WHO, 2001, 2002, yang artinya adalah mikroorganisme hidup yang dikonsumsi dalam kondisi hidup dengan jumlah yang cukup serta mampu berkembang biak dalam saluran pencernaan manusia dan membawa manfaat kesehatan.

Pada waktu yang bersamaan, Henry Tissier, orang Perancis dokter anak, menemukan bahwa pada feses anak-anak diare memiliki populasi bakteri berbentuk bifid lebih rendah, dibandingkan dengan feses anak-anak sehat.  Sehingga dia menyimpulkan bahwa bakteri bifid (Bifidobacterium) merupakan bakteri yang penting dan jumlahnya harus dominan dalam usus untuk mencegah terjadinya diare.  Berikutnya, Gyorgy dkk (1954) menyampaikan bahwa air susu ibu (ASI) mengandung komponen (human milk oligosaccharides/HMOs) yang dapat menstimulasi pertumbuhan Bifidobacterium, bakteri baik pada ususSelanjutnya dipelajari, berbagai komponen makanan yang dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri baik pada usus. Muncullah istilah prebiotik yang pertama kali disampaikan oleh Gibson dan Roberfroid (1995). Roberfroid (2007), “A prebiotic is a selectively fermented ingredient that allows specific changes, both in the composition and/or activity in the gastrointestinal microflora that confers benefits upon host well-being and health.’’  Prebiotik adalah komponen yang dapat difermentasi secara selektif sehingga memungkinkan terjadinya perubahan spesifik, baik dalam komposisi dan/atau aktivitas mikrobiota usus yang memberikan manfaat kesehatan pada inang. Prebiotik telah diadopsi oleh FAO/WHO (2007) yang didenifisikan sebagai komponen makanan yang tidak hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan tubuh melalui modulasi mikrobiota.

Prebiotik merupakan bahan kimia berkategori food-grade, bukan obat, memiliki manfaat kesehatan yang terukur, namun bukan karena bahan ini terserap dalam darah atau karena aktivitasnya, serta bahan ini tidak memberikan dampak negatif.  Manfaat kesehatan yang diperoleh adalah melalui kemampuannya mengubah komposisi atau aktivitas mikrobiota usus dengan mekanisme fermentasi. Persyaratan utama komponen prebiotik adalah tidak dicerna oleh enzim pencernaan, namun dapat difermentasi oleh bakteri baik dalam usus, yaitu Bifidobacterium dan Lactobacillus.  Prebiotik yang sering digunakan secara komersial adalah inulin dan produk hidrolisisnya frukto-oligosakarida (FOS), maupun (trans)-galakto-oligosakarida (GOS).  Sedang produk yang lain adalah  kedelai-oligosakarida, xylo-oligosakarida, pyro-dextrins, isomalto-oligosakarida dan laktulosa.  Kini muncul beberapa senyawa baru diantaranya:  pektik-oligosakarida, lakto-sukrosa, gula-alkohol, gluko-oligosakarida, levans, pati resisten, xylosakarida. Senyawa-senyawa ini telah mulai diteliti baik in vivo maupun in vitro.  Sedang sinbiotik diartikan sebagai makanan yang sekaligus memiliki komponen probiotik dan prebiotik.

Kembali untuk diingat:  Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dikonsumsi, prebiotik adalah komponen pangan untuk pertumbuhan bakteri baik di dalam usus, sedang sinbiotik adalah kombinasi probiotik dan prebiotik dalam suatu produk. Manfaatnya adalah sama yaitu menjaga keseimbangan gut microbiota untuk mendukung usus yang sehat.  Usus yang sehat diperlukan untuk mendukung tubuh yang sehat.

Seri Probiotik – Endang Sutriswati Rahayu 73

Referensi : Gyorgy, P., R.F. Norris, and C.S. Rose. 1954. Bifidus factor. I. A variant of Lactobacillus bifidus requiring special growth factor. Arch. Biochem. Biophys. 48: 193-201.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp