Dulu Dilarang Kini Digadang-Gadang

Semua orang Indonesia pasti paham bahwa makanan pokok bangsa Indonesia adalah nasi, yang berasal dari beras yang berwarna putih (kadang jernih, kadang agak bulak), namun dengan berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, diketahui bahwa nasi yang berasal dari beras putih ternyata kurang menyehatkan karena mengandung kalori yang terlalu tinggi, yang menyebabkan obesitas dan diabetes.

Kenyataan tersebut mendorong para cerdik pandai melakukan penelitian-penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan jenis beras yang bisa membawa sifat-sifat yang lebih baik, maka kemudian ditemukan beras-beras baru yang berwarna coklat dan merah, yang lebih menyehatkan dibandingkan beras putih.

Perkembangan ilmu pengetahuan selanjutnya juga menemukan beras yang belakangan ini banyak disanjung dan dicari, terutama oleh orang-orang yang peduli kesehatan dan bagi mereka yang sedang menjalani diet penurunan berat badan. Beras tersebut adalah beras yang berwarna hitam, dan dinamakan beras hitam.

Sebenarnya beras hitam ini sudah mulai dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1999an, walau berdasarkan sejarahnya asal usul beras hitam ini adalah dari adat istiadat Cina kuno yang pada waktu itu menjadikan beras hitam sebagai hidangan khusus bagi sang kaisar dan keluarganya, serta terlarang bagi rakyat jelata dengan menetapkan hukuman jika ketahuan mengonsumsinya. Sehingga beras hitam tersebut dikenal sebagai ‘beras terlarang’.

Di era globalisasi ini, beras hitam sudah bebas dikonsumsi oleh siapapun, Indonesia bahkan menjadi salah satu lokasi budidaya beras hitam terbesar di Asia Tenggara selain Filipina, dan kini beras hitam dinobatkan menjadi salah satu biji gandum yang paling sehat di dunia.

Beras hitam ini sejatinya berasal dari keluarga yang sama dengan varietas beras lainnya, seperti beras putih, coklat, dan merah, akan tetapi menurut pakar kesehatan yang didukung dengan berbagai hasil penelitian, menyatakan bahwa beras hitam memiliki keunggulan dari segi kandungan gizinya jika dibandingkan beras lainnya. Bulir beras hitam utuh mempertahankan semua sifat alaminya, karena beras ini tidak mengalami proses pemutihan, serta memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan beras putih.

Setelah dimasak, beras hitam akan menghasilkan nasi hitam yang memiliki tekstur lengket dan rasa gurih kacang, sangat cocok untuk dibuat bubur, makanan penutup, kue-kue beras tradisional, roti, dan mie. Ada 10 manfaat kesehatan yang dimiliki beras hitam, yaitu:

  1. Tinggi Kandungan Antioksidan

Mengandung antosianin yang paling tinggi dibandingkan beras lainnya. Menurut seorang pakar teknologi pangan, satu sendok makan nasi hitam mengandung antioksidan, serat, dan vitamin E yang jauh lebih tinggi daripada blueberry yang menduduki peringkat pertama dalam hal kadar antioksidan diantara 40  jenis buah dan sayuran. Antosianin mampu mencegah penyakit  jantung, melindungi terhadap peradangan, menurunkan kadar trigliserida.

  1. Tinggi Protein

Satu porsi beras hitam (100 g) menyediakan 17% asupan protein harian tubuh manusia. Kandungan karbohidrat dalam semangkuk nasi hitam lebih rendah daripada beras merah namun lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya.

  1. Kaya Vitamin dan Mineral

Mengandung vitamin E, B1, B2, B3, dan B6, serta zinc, magnesium, dan fosfor. Manfaat kesehatannya mampu membantu memerangi sindrom 3 L (Letih, Lelah, Lesu), Mendukung sistem imun tubuh, perlindungan sel dan stres oksidatif, pembentukan gigi dan tulang, serta perlindungan terhadap radikal bebas penyebab kanker.

  1. Detoksifikasi Hati

Mencegah perlemakan hati, membantu hati menghilangkan zat-zat beracun, memperbaiki dan meningkatkan fungsi masing-masing jaringan.

  1. Melindungi Jantung

Mencegah tekanan darah tinggi, menurunkan pembentukan plak aterosklerotik pembuluh darah jantung, mengurangi kolesterol LDL dan kolesterol total.

  1. Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat yang tinggi mampu menambah massa feses, menyembuhkan diare, sembelit, melindungi terhadap IBS (Irritable Bowel Syndrome).

  1. Bebas Gluten

Membantu dalam menghilangkan masalah pencernaan yang terkait dengan sensitivitas gluten (penyakit celiac).

  1. Mencegah dan Mengelola Diabetes

Perlindungan terhadap sistem pencernaan, sekaligus mempertahankan angka gula darah tetap konstan, mencegah risiko diabetes type 2 dan mengelola pra diabetes. Nasi hitam memiliki indeks glikemik (GI) rendah, yaitu 42,3 (GI nasi putih : 89,GI nasi merah: 50).

  1. Mengontrol Berat Badan

Tekstur yang lebih padat dan lebih kaya serat namun rendah kalori, membuat perasaan kenyang yang lebih lama, membantu untuk mengontrol asupan kalori.

  1. Meningkatkan Ketajaman Fungsi Otak

Kandungan antosianin dapat meningkatkan ketajaman memori dan fungsi kognitif otak.

Cara pengolahan beras hitam agak berbeda dengan beras lainnya, yaitu harus direndam terlebih dahulu selama beberapa jam, karena  beras hitam memiliki tingkat kepadatan yang  lebih tinggi, serta untuk memudahkan penyerapan nutrisi yang terdapat di dalam beras.

Nasi hitam merupakan asupan sehat,

kualitas gizi pangan dapat meningkat,

rasa nasinya lebih kenyal dan nikmat,

dijamin sekali coba pasti kan terpikat…

Sotja Prajati 73

Referensi :

Hellosehat.com

Detik.com

Alamtani.com

Khasiatsehat.com

Lifestyle Kompas

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp