Probiotik, Gut Microbiota, dan Manfaat Kesehatan

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang dikonsumsi dalam kondisi hidup dengan jumlah yang cukup serta mampu berkembang biak dalam saluran pencernaan manusia dan membawa manfaat kesehatan (FAO/WHO, 2001, 2002). Probiotik memberikan manfaat kesehatan terutama melalui keseimbangan gut microbiota untuk mendukung usus yang sehat. Usus yang sehat diperlukan untuk mendukung tubuh yang sehat.  Telah diketahui bahwa usus manusia dihuni oleh ribuan spesies mikroorganisme yang membentuk komunitas yang sangat dinamis dan kompleks, disebut sebagai gut microbiotaGut microbiota tersebut berpengaruh pada tubuh melalui proses metabolisme yang berlangsung serta interaksi dengan sel tubuh. Walaupun gut microbiota ini sangat bervariasi diantara individu, namun ternyata terdapat dominasi bakteri tertentu yang selanjutnya digunakan untuk mengelompokkan menjadi dua, yaitu enterotype Bacteroides, dengan diet utama protein dan lemak hewani; berikutnya adalah Prevotella, dengan diet utama karbohidrat.  Nakayama dan Rahayu et al. 2015, melaporkan bahwa anak-anak Asia dapat dibagi menjadi 2 enterotype.  Anak-anak Indonesia dan Thailand memiliki enterotype Prevotella, sedang anak-anak China, Jepang dan Taiwan memiliki enterotype Bifidobacterium/Bacteroides.  Kedua enterotype ini sangat didukung oleh pola makan serta jenis nasi yang dikonsumsi.  Nasi yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia memiliki pati resistant yang lebih tinggi.

Saluran pencernaan mempunyai dua fungsi utama, sebagai tempat pencernaan makanan yaitu tempat terjadinya degradasi makromolekul, penyerapan zat gizi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi dan metabolisme tubuh. Fungsi kedua adalah sebagai sistem pertahanan tubuh dari serangan mikroorganisme patogen maupun toksin. Oleh karena itu, saluran pencernaan yang sehat mutlak dibutuhkan agar proses pencernaan dan penyerapan makanan, serta fungsi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan psikologis tubuh berjalan dengan baik.

Manfaat probiotik bagi kesehatan tubuh telah direview oleh para ahli berdasarkan penelitian-penelitian yang ada.  Manfaat probiotik di bidang klinik, yaitu untuk meningkatkan imun respon, mencegah atau mengatasi diare (diare akut, diare terkait dengan penggunaan antibiotik), inflammatory bowel disease (IBD), irritable bowel syndrome (IBS), eradikasi oleh Helycobacter pylori, kanker kolon, necrotizing enterocolitis, lactose malabsorption, infeksi sistemik, hepathic encephalopathy, dan alergi.   Saat ini probiotik tidak hanya dikaitkan dengan kesehatan saluran cerna saja, namun juga dengan berbagai penyakit.  Diantaranya adalah obesitas dan diabetes tipe II.  Bahkan telah diketahui bahwa gut microbiota memiliki “link” dengan otak (brain), sehingga sering disebut gut microbiota brain axis.  Sehingga, probiotik juga mulai diteliti manfaatnya untuk mengatasi gangguan pada otak, contohnya autism dan depresi. Saat ini juga mulai dipikirkan penggunaan probiotik untuk mengatasi penyakit hati (liver disease), dengan munculnya gut microbiota liver-axis.  Bahkan telah direview berbagai manfaat probiotik untuk pertumbuhan anak-anak termasuk manfaat probiotik di dalam mengatasi stunting dan kesehatan tubuh pada umumnya.

Penelitian tentang probiotik serta gut microbiota telah banyak dilakukan oleh para dosen, serta mahasiswa S1, S2 dan S3 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada.  Mulai dari screening awal bakteri probiotik dari berbagai sumber lokal, khususnya makanan fermentasi tradisional Indonesia, diantaranya tape, tempe, dadih, tempoyak, gatot, growol, dll.  Satu hal yang menarik adalah tentang Lactobacillus plantarum yang banyak ditemukan pada makanan fermentasi tradisional Indonesia ternyata bakteri ini juga merupakan bakteri asam laktat yang banyak ditemukan pada gut microbiota orang Indonesia.   Apakah probiotik lokal Lactobacillus plantarum ini bisa diunggulkan untuk orang Indonesia? Mari kita tunggu info-info menarik berikutnya seputaran probiotik dan gut microbiota.  (Seri Probiotik – Endang Sutriswati Rahayu 73)

Referensi :

Nakayama, J., Watanabe, K., Jiang, J., Matsuda, K., Chao, S-H., Haryono, P., Laongkham, O., Sarwoko5, M.A., Sujaya, I-N., Zhao, L., Chen, K-T., Chen, Y-P., Chiu, H.H., Hidaka, T., Huang, N-X., Kiyohara, C., Kurakawa, T., Sakamoto, N., Sonomoto, K., Tashiro, K., Tsuji, H., Chen, M-J., Leelavatcharamas, V., Liao, C-C., Nitisinprasert, S., Rahayu, E.S., Ren, F-Z., Tsai, Y-C., Lee, Y-K. 2015. Diversity in gut bacterial community of school-age children in Asia. Scientific Report, 5, 1-11.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp