Jangan Pernah Tinggalkan Dia

Hari demi hari yang kita lalui dalam hidup ini, selalu diawali dengan pagi dan diakhiri dengan malam. Demikian juga dengan aktivitas yang harus kita lakukan sepanjang hari, ada saatnya intensitas kegiatan kita amat tinggi namun ada saatnya sedang-sedang saja, dan tentu saja untuk melakukan semua itu dibutuhkan energi yang bervariasi sesuai dengan jenis dan intensitas kegiatan.

Energi yang kita butuhkan untuk beraktivitas tidak lain adalah berasal dari asupan makanan yang kita konsumsi pada saat yang tepat. Sebenarnya pagi hari merupakan saat yang paling tepat untuk menyiapkan energi guna melakukan aktivitas seharian, yaitu dengan melakukan makan pagi atau yang akrab kita sebut sarapan, berupa asupan makanan yang baik dan sehat serta dalam jumlah yang tepat. Namun ada sebagian orang yang berpendapat bahwa sarapan hanya akan menyebabkan efek mengantuk yang justru akan menghambat aktivitas, ada juga yang beranggapan bahwa sarapan akan membuat tubuh menjadi gemuk dan merusak program diet.

Dua buah penelitian yang dipublikasikan di Journal of The American Dietetic Association, menyimpulkan bahwa sarapan sangat penting bagi kesehatan. Penelitian yang pertama, menyatakan bahwa seseorang yang tidak melakukan sarapan secara rutin setiap pagi, memiliki peluang kelebihan berat badan sebanyak 13% lebih tinggi daripada mereka yang rutin sarapan. Penelitian yang kedua, yang dilakukan terhadap 4200 orang dewasa, menyimpulkan bahwa seseorang yang sarapan setiap pagi hari, cenderung rutin berolah-raga dan mengurangi asupan kalori sepanjang harinya.

Sarapan diibaratkan seperti bahan bakar utama bagi tubuh. Orang dewasa yang rutin sarapan sehat akan memperoleh asupan vitamin dan mineral secara optimal, mendapatkan berat badan dan gula darah yang terkontrol, serta memiliki kualitas kerja yang baik, sedangkan bagi anak-anak, sarapan bermanfaat untuk mendukung proses pertumbuhan tubuh dan otak, serta membantu meningkatkan daya konsentrasi dalam belajar.

Pemilihan menu sarapan sangatlah penting, karena sarapan diharapkan dapat membantu mencegah nafsu makan berlebih di saat jam-jam makan berikutnya. Sarapan juga akan merangsang proses metabolisme tubuh untuk lebih awal memproduksi enzim, sehingga lemak dalam tubuh tidak sampai dibiarkan menumpuk dan dapat menjadi penyebab naiknya berat badan.

Porsi sarapan yang baik adalah makanan yang bisa menyediakan 25 – 30% kebutuhan kalori harian. Sebagai contoh ilustrasi, seorang wanita dengan berat badan 50 kg, sebaiknya sarapan yang bisa memenuhi 350 – 400 kalori. Sedangkan seorang pria dengan berat badan 70 kg, maka sarapannya yang bisa memenuhi 500 kalori. Unsur yang harus ada dalam menu sarapan sehat adalah kebutuhan karbohidrat, protein, dan buah.

  • Karbohidrat : nasi, roti sereal, sekepalan tangan
  • Protein : telur, daging tanpa lemak, setebal dan selebar telapak tangan, kacang-kacangan
  • Susu : susu rendah lemak atau tanpa lemak, tidak lebih dari 250 ml, yoghurt, ataupun keju rendah lemak
  • Sayur dan buah : dikonsumsi secara langsung, juga dapat disajikan dalam bentuk jus (hindari penggunaan gula berlebih), atau smoothies (dengan susu rendah lemak)
  • Kopi : boleh untuk sarapan, tetapi diminum setelah sarapan untuk mencegah risiko iritasi lambung

Hindari makanan instan saat sarapan, karena kandungan gula dan garamnya tinggi, minim serat, banyak pengawet, serta bahan tambahan lain yang tidak sehat, seperti pewarna, penyedap rasa, dan penguat aroma.

Sarapan,

setiap pagi jangan sampai terlewat,

memberikan begitu banyak manfaat,

asalkan cerdas memilih pangan sehat,

serta cermati jumlah asupan yang tepat…

Sotja Prajati 73

Referensi :

Dokter sehat – Informasi kesehatan

Manfaat.com

Khasiatsehat.com

National Geographic Indonesia

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hai, silahkan konsultasikan kebutuhan anda terkait KAGAMATP, kami akan menjawab pertanyaan anda dengan senang hati.

Chat dengan kami di WhatsApp